<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272</id><updated>2012-01-18T01:33:19.776-08:00</updated><category term='Saling Mengingatkan dalam Kebaikan'/><category term='SELAMAT DATANG MASALAH....'/><title type='text'>PERJUANGAN ITU INDAH</title><subtitle type='html'>Berbagi semangat, berbagi keberkahan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-7732483771744525003</id><published>2011-06-12T16:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T16:35:45.541-07:00</updated><title type='text'>CARA BERBAKTI PADA ORANG TUA</title><content type='html'>Kasih anak sepanjang galah, kasih orang tua sepanjang masa. Peribahasa itu terkadang ada benarnya. Ketika seorang anak telah melepas masa kanak-kanak, banyak yang merasa sudah menjadi diri sendiri dan tak merasa butuh lagi orang tua. Terlebih ketika sudah mandiri, menikah dan hidup mapan. Tak sedikit yang lantas abai dengan orang tua. Apalagi bila tinggal jauh dari kedua ayah ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebagai anak, apapun posisi dan status kita, tetaplah punya kewajiban untuk berbakti kepada orang tua sepanjang masa. Bagaimana caranya? Berikut ini ada beberapa hal yang termasuk bukti birul waidain (bakti) kita pada keduanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mencintai sepenuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah orang tua penuh kecintaan. Menurut Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang anak yang memandang kepada orang tuanya dengan pandangan cinta, akan dicatat Allah seperti amalan orang yang naik Haji Mabrur” (R. Ar-Rafi’I dalam sejarah Kaspi dan oleh al-baihaqi dalam Syu’abil Iman)&lt;span class="fullpost"&gt;2. Bersikap lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua berhak diperlakukan yang terbaik. Karena itu, jagalah perkataan dan perilaku kita dihadapan orang tua. Jangan sekalipun menyakiti hati mereka, baik dari perkataan maupun perbuatan kita. “Dan ucapkanlah kepada ibu-bapakmu perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan doakanlah: ”Wahai Robbku, kasihanilah keduanya seperti keduanya telah mendidik aku di waktu kecil.” (TQS Al-Isra: 23-34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Minta Izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu-waktu khusus dimana anak harus izin ketika akan masuk kamar orang tua. Hal ini untuk menghormati privacy beliau. “Dan apabila anak-anakmu sudah mencapai usia baligh, maka haruslah mereka meminta izin padamu (untuk masuk), seperti halnya orang-orang sebelum mereka” (QS An-Nur ayat 59). Sementara itu, ketika keluar rumah, khususnya bagi Muslimah wajib pula mendapatkan izin orang tua bila belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berdiri menyambut ibu-bapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Siti Aisya Ra : Saya tidak pernah melihat seseorang yang paling serupa dengan Rasulullah mengenai ketenangan, keagungan dan kecerahannya kecuali Siti Fathimah binti Rasul. Apabila ia datang mengunjungi Rasulullah SAW beliau bangkit menyongsongya, mencium dan mempersilahkan sang putri duduk di tempat duduk beliau. Begitu pula jika Nabi SAW datang mengunjungi buah hatinya, Fatimah bangun menyongsong beliau, mencium dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya. (R Abu Daud dan At-Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjaga nama baik orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku anak cermin bagi orang tuanya. Jangan sampai anak berbuat maksiat dan mencoreng malu orang tua. Bila orang tua yang bermaksiat, nasihatilah. Tutupilah aib orang tua, bukan mengumbarnya menjadi bahan rumpian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersilaturahmi dengan teman ibu-bapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormati dan hargai teman-teman orang tua, sekalipun bisa jadi dalam hati kita tidak sreg dengan kepribadian beberapa dari mereka. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnnya bakti anak yang paling utama adalah hubungan baik si anak dengan keluarga kawan baik ayahnya” (R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berziarah ke makam ibu-bapak, jika telah meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah Ra. Seorang sahabat Rasul yang banyak hafal hadits berkata, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya pada tiap hari Jum’at maka dosanya akan diampuni Allah dan ia dinyatakan sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya”. (R. At-Thabrani dalam Al-Ausath).[] kholda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Tablodi Media Umat Hal. 25 Rubrik “Muslimah”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-7732483771744525003?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/7732483771744525003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/06/cara-berbakti-pada-orang-tua.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/7732483771744525003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/7732483771744525003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/06/cara-berbakti-pada-orang-tua.html' title='CARA BERBAKTI PADA ORANG TUA'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-6958783312344578597</id><published>2011-06-07T08:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T08:17:35.539-07:00</updated><title type='text'>Tanda Khusnul Khatimah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan dunia yang fana ini dalam keadaan husnul khatimah merupakan dambaan setiap insan yang beriman, karena hal itu sebagai bisyarah, kabar gembira dengan kebaikan untuknya. Al-Imam Al-Albani t menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah dalam kitabnya yang sangat bernilai Ahkamul Jana`iz wa Bida’uha. Berikut ini kami nukilkan secara ringkas untuk pembaca yang mulia, disertai harapan dan doa kepada Allah k agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan husnul khatimah dengan keutamaan dan kemurahan dari-Nya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama: mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal, dengan dalil hadits Mu’adz bin Jabal z, ia menyampaikan dari Rasulullah n:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga.” (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua: meninggal dengan keringat di dahi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Buraidah ibnul Hushaib z ketika berada di Khurasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Didapatkannya saudaranya ini menjelang ajalnya dalam keadaan berkeringat di dahinya. Ia pun berkata, “Allahu Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah n bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِيْنِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad, An-Nasa`i, dll. Sanad An-Nasa`i shahih di atas syarat Al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketiga: meninggal pada malam atau siang hari Jum’at, dengan dalil hadits Abdullah bin ‘Amr c, beliau menyebutkan sabda Rasulullah n:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki syahid dari hadits Anas, Jabir bin Abdillah g dan selain keduanya, maka hadits ini dengan seluruh jalannya hasan atau shahih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keempat: syahid di medan perang. Allah k berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka beriang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka (yang masih berjihad di jalan Allah) yang belum menyusul mereka. Ketahuilah tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 169-171)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam hal ini ada beberapa hadits:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Rasulullah n bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ الْفَزَعَ الْأَكْبَرَ، وَيُحَلَّى حِلْيَةَ الْإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِيْنَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dengan sanad yang shahih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Salah seorang sahabat Rasulullah n mengabarkan: Ada orang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa kaum mukminin mendapatkan fitnah (ditanya) dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau n menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;كَفَى بِبَارَقَةِ السُّيُوْفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah (ujian).” (HR. An-Nasa`i dengan sanad yang shahih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelima: meninggal di jalan Allah k.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abu Hurairah z menyampaikan sabda Rasulullah n:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَا تَعُدُّوْنَ الشَّهِيْدَ فِيْكُمْ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ. قَالَ: إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيْلٌ. قَالُوْا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فيِ الطَّاعُوْنَ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَالْغَرِيْقُ شَهِيْدٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.” “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keenam: meninggal karena penyakit tha’un. Selain disebutkan dalam hadits di atas juga ada hadits dari Anas bin Malik z, ia berkata, “Rasulullah n bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;الطَّاعُوْنُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tha’un adalah syahadah bagi setiap muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aisyah x pernah bertanya kepada Rasulullah n tentang tha’un, maka Rasulullah n mengabarkan kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;إِنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلىَ مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُوْنُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tha’un itu adalah adzab yang Allah kirimkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Maka Allah jadikan tha’un itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Siapa di antara hamba (muslim) yang terjadi wabah tha’un di tempatnya berada lalu ia tetap tinggal di negerinya tersebut dalam keadaan bersabar, dalam keadaan ia mengetahui tidak ada sesuatu yang menimpanya melainkan karena Allah telah menetapkan baginya, maka orang seperti ini tidak ada yang patut diterimanya kecuali mendapatkan semisal pahala syahid.” (HR. Al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketujuh: meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan, berdasarkan sabda Rasulullah n:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah z)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedelapan: meninggalnya seorang ibu dengan anak yang masih dalam kandungannya, berdasarkan hadits Ubadah ibnush Shamit z. Ia mengabarkan bahwa Rasulullah n menyebutkan beberapa syuhada dari umatnya di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;الْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ شَهَادَةٌ، يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Wanita yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungannya adalah mati syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, dan Ath-Thayalisi dan sanadnya shahih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesembilan: meninggal dalam keadaan berjaga-jaga (ribath) fi sabilillah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salman Al-Farisi z menyebutkan hadits Rasulullah n:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأًُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتّاَنَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesepuluh: meninggal dalam keadaan beramal shalih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hudzaifah z menyampaikan sabda Rasulullah n:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَنْ قَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesebelas: meninggal karena mempertahankan hartanya yang ingin dirampas orang lain. Rasulullah n bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia syahid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr c)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abu Hurairah z berkata: Datang seseorang kepada Rasulullah n, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu bila datang seseorang ingin mengambil hartaku?” Beliau menjawab, “Jangan engkau berikan hartamu.” Ia bertanya lagi, “Apa pendapatmu jika orang itu menyerangku?” “Engkau melawannya,” jawab beliau. “Apa pendapatmu bila ia berhasil membunuhku?” tanya orang itu lagi. Beliau menjawab, “Kalau begitu engkau syahid.” “Apa pendapatmu jika aku yang membunuhnya?” tanya orang tersebut. “Ia di neraka,” jawab beliau. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keduabelas: meninggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa/membela diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah n pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Siapa yang meninggal karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela keluarganya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela agamanya maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa`i, dan At Tirmidzi dari Sa’id bin Zaid z dan sanadnya shahih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-6958783312344578597?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/6958783312344578597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/06/tanda-khusnul-khatimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/6958783312344578597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/6958783312344578597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/06/tanda-khusnul-khatimah.html' title='Tanda Khusnul Khatimah'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-8872925347588937613</id><published>2011-05-09T22:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T22:20:11.244-07:00</updated><title type='text'>Adab Berbeda pendapat</title><content type='html'>Soal: &lt;br /&gt;Apakah sesama kaum Muslim dibolehkan berbeda pendapat (ikhtilaf)?  Dalam perkara apa saja ikhtilaf dibolehkan? Bagaimanapula adab di dalam menyikapi perbedaan pendapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Memang benar, bahwa sesama kaum Muslim dilarang untuk berbeda pendapat dan terpecah belah dalam berbagai firqah (kelompok-kelompok).  Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.  (QS Ali Imran [3]: 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpeganglah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai.  (QS Ali Imran [3]: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ayat-ayat tersebut maupun nash-nash lainnya yang melarang adanya ikhtilaf dan adanya firqah-firqah tidak mencakup seluruh perkara agama.  Larangan tersebut hanya mencakup perkara ushûl (pokok) dari agama, bukan perkara furû’ (cabang).  Jadi, konteks ayat di atas berkaitan dengan larangan bagi kaum Muslim untuk berikhtilaf dan bercerai-berai dalam perkara-perkara ushûl (pokok) dari agama ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dimengerti:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, kita dilarang untuk berikhtilaf dan bercerai-berai, seperti halnya orang-orang kafir yang berselisih dan bercerai-berai dalam perkara-perkara pokok dari agama mereka. Misalnya, perselisihan mereka tentang kenabian, Hari Kebangkitan; tentang kehidupan dan kematian; juga tentang kitab suci mereka.  Di antara mereka ada yang menganggap bahwa al-Masih adalah anak Allah.  Yang lainnya  menganggap bahwa ‘Uzair adalah anak Allah. Yang lainnya lagi berpendapat bahwa siksa Neraka itu hanya beberapa hari saja, tidak selamanya. Banyak lagi contoh-contoh lainnya, yang seluruhnya berakibat pada munculnya banyak aliran dan sekte-sekte.  Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan.  Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS ar-Rum [30]: 31-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kaum Muslim dibolehkan berbeda pendapat di antara mereka dalam perkara-perkara furû’ (cabang) agama.  Bahkan, pada sebagian perkara, penyatuan berbagai pendapat adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dan melanggar makna dari teks nash-nash yang ada. Jika dipaksakan juga, hal itu akan berakibat pada kesulitan dan kesengsaraan.  Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang hakim berijtihad, lalu ijtihadnya benar, maka ia (memperoleh) dua ganjaran.  Sebaliknya, jika ijtihadnya salah ia (memperoleh) satu ganjaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian melaksanakan shalat ‘ashar kecuali (sesampainya) di kabilah Quraidhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Rasulullah saw. terbagi dua dalam memahami hadis ini. Ada yang kemudian melaksanakan shalat ashar (jama’ taqdîm) dan ada pula yang melaksanakan shalat ashar setelah sampai di Kabilah Quraidhah (jama’ ta’khîr).  Rasulullah saw. mendiamkan keduanya.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan perkara-perkara ushul adalah perkara-perkara i’tiqâdiyah, yang terbagi menjadi dua: (1) Yang diperoleh melalui pengkajian dan penelaahan akal (‘aqlî) seperti iman terhadap wujud Allah, iman bahwa Muhammad itu adalah Rasulullah, dsb. (2) Yang diperoleh melalui penukilan (naqlî) dan pemberitaan (khabar) seperti iman terhadap malaikat-malaikat; iman terhadap adanya surga dan neraka; iman terhadap hari kebangkitan; iman bahwa Allah adalah Pemberi rezeki, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan; dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, yang dimaksud dengan perkara-perkara furû’ adalah perkara-perkara fikih yang bersifat praktis yang digali dari dalil-dalil yang terperinci.  Perkara-perkara fikih yang bersifat praktis pun dapat dibagi lagi menjadi dua: (1) Perkara-perkara yang sumbernya bersifat pasti (qath‘î ats-tsubût) dan penunjukkan dalilnya bersifat pasti pula (qath‘î ad-dalâlah), yaitu yang bersumber dari nash al-Quran dan hadis mutawatir, serta hanya memiliki satu makna saja (tidak ada penafsiran lainnya) terhadap teks (matan)-nya; seperti haramnya riba, minum khamar, membunuh, mencuri, berzina, dan lain-lain. (2) Perkara-perkara zhannî (baik menyangkut sumber maupun penunjukkan dalilnya atau salah satu di antara keduanya).  Jika yang dimaksud adalah zhannî sumbernya (zhannî ats-tsubût), berarti berasal dari selain hadis-hadis mutawatir (yaitu khabar ahad maupun masyhur). Sedangkan yang penunjukkan dalilnya zhannî, berarti mengandung makna lebih dari satu macam penafsiran.&lt;br /&gt;Dari pengelompokan tersebut, kaum Muslim dibolehkan berikhtilaf dalam perkara-perkara yang penunjukkan maknanya zhannî (zhannî ad-dalâlah), baik teksnya berasal dari sumber yang pasti—yakni al-Quran dan hadis mutawatir— maupun yang bersumber dari yang zhannî—yaitu hadis ahad dan masyhur.  &lt;br /&gt;Para fukaha kaum Muslim memasukkan pembahasan ini dalam topik besar dan luas, yaitu ijtihad.  Ijtihad (penggalian hukum) tidak berlaku dalam perkara-perkara yang penunjukkan maknanya satu (qath’‘î ats-tsubût) dan dalam perkara-perkara ushûl yang bersifat qath‘î.  Ijtihad dalam perkara-perkara ushuluddin maupun qath‘î ad-dalâlah akan berakibat pada kerusakan, kezaliman, bahkan kekufuran. Misalnya, menyatakan bahwa ada nabi lagi setelah Muhammad Rasulullah saw., demokrasi dan sistem kapitalis lebih tinggi dan lebih layak dibandingkan dengan Islam dan sistem hukum Islam; mengganti hukuman had dengan denda, penjara, dan sejenisnya, Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpeganglah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai.  (QS Ali Imran [3]: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan hablullâh adalah al-Quran. Demikian menurut pendapat Ali, Ibn Mas’ud, dan Sa’id al-Khudri.&lt;br /&gt;Dengan demikian, perbedaan pendapat (ikhtilaf) itu ada dua jenis. Pertama,  ikhtilaf yang terpuji, yaitu yang tercakup dalam perkara-perkara zhannî ad-dalâlah yang menyangkut wilayah furû’ (cabang) agama kita. Kedua, ikhtilaf yang tercela, yaitu yang tercakup dalam perkara-perkara ushuluddin dan perkara-perkara yang penunjukkan maknanya qath‘î (qath‘î ad-dalâlah).&lt;br /&gt;Oleh karena, jika kaum Muslim—terutama para aktivis dakwah—memahami perkara ini, maka mereka akan dapat menentukan mana perkara-perkara yang saat ini termasuk urgen, penting, dan sangat vital bagi umat sehingga mereka bisa saling mengisi, bersatu, dan saling tolong-menolong dengan yang lainnya; serta mana perkara-perkara yang tergolong furû’ (cabang) sehingga umat tidak terjebak dan dijebak dalam polemik berkepanjangan yang tidak akan pernah selesai, bahkan dapat melemahkan mereka dan memalingkan mereka dari perjuangan yang sebenarnya, yaitu menegakkan dan menerapkan sistem (hukum) Islam secara total melalui tegaknya Negara Khilafah. Wallâhu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-8872925347588937613?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/8872925347588937613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/05/adab-berbeda-pendapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/8872925347588937613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/8872925347588937613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/05/adab-berbeda-pendapat.html' title='Adab Berbeda pendapat'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-6903786408606858319</id><published>2011-05-09T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T22:10:59.560-07:00</updated><title type='text'>Waspadai pasal Karet RUU Intelejen</title><content type='html'>Setelah sempat tertunda. saat ini DPR dan Pemerintah sedang mencoba menyusun beberapa undang-undang yang terkait reformasi sektor keamanan. Dalam program legislasi nasional, DPR berencana membahas paket undang-undang pertahanan nasional yaitu di antaranya RUU Intelijen yang terdiri dari 46 pasal dan terbagi dalam 10 bab, RUU Komponen Cadangan, dan RUU Keamanan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagian pihak  memandang kebutuhan terhadap beleid  (aturan perundang-undangan)  ini memang mendesak. Secara khusus terkait Intelijen sifat mendesaknya  karena di Indonesia belum pernah ada aturan setara undang-undang yang mengatur badan intelijen ini sejak dibentuknya. Awal resminya  pada 7 Mei 1946 sebuah badan yang di sebut Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) di Pimpin oleh Kolonel Zulkifli Lubis dengan bagian yang disebut Field Preparation (FP), kemudian mengalami  beberapa kali perubahan dan akhirnya paska reformasi pada tahun 2000 Bakin (Badan Kordinasi Intelijen Negara) diganti menjadi BIN (Badan Intelijen Negara) hingga saat ini&lt;span class="fullpost"&gt;.Dan dalam RUU Intelijen baru juga dimungkinkan terbentuknya lembaga baru yang menggantikan BIN, yang disebut  LKIN (Lembaga Kordinasi Intelijen Negara) seperti yang diusulkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terkait  Intelijen, pemerintah yang diwakili oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, serta Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto, Rabu (16/3/2011) lalu menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen ke DPR.Dan langkah ini dinilai sebagian pihak agak ganjil, karena momentumnya setelah maraknya  kasus “bom paket”. Seolah menjadi “berkah” bagi pihak pemerintah untuk segera  menuntaskan program legislasi dibidang  pertahanan dan keamanan negara karena adanya kasus-kasus yang  dianggap erat hubunganya dengan masalah keamanan dan pertahanan nasional. Tidak cukup hanya “bom paket” tapi juga muncul “dewan revolusi Islam”  yang dianggap benih-benih subversi dan  kontraksi-kontrasi kehidupan sosial masyarakat lainya dimana ideologi atau agama dianggap menjadi pemicunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak pelak RUU yang di bahas oleh DPR, dan demikian juga DIM (daftar inventarisasi masalah) terhadap RUU yang disodorkan oleh pemerintah menuai banyak kritikan. Karena dianggap apa yang menjadi inisiatif DPR dan keinginan pemerintah seperti dalam DIM belum dianggap mengakomodir prinsip-prinsip performan Intelijen yang profesional tanpa mengabaikan hak-hak prinsip kemanusiaan. Dan yang lebih penting lagi adalah steril dari kepentingan politik dan bisa mencegah dari kasus “abuse of power” penyalahgunaan kekuasaan, dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan ekonomi penguasa, jual-beli informasi, serta melanggar hak-hak privasi warga negara karena adanya pasal-pasal karet dan multitafsir. Perlu dicatat, bahwa di alam demokrasi, proses legislasi dan produk perundang-undangan tidaklah steril dari kepentingan politik berbagai pihak, bahkan asing. Sebab proses legislasi merupakan proses politik dan UU adalah produk proses politik itu. Lebih dari itu, implementasi perundang-undangan atau penegakan hukum, bahkan sampai vonis hukum, sering sekali juga tidak steril dari pengaruh dan kepentingan politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prinsip kehati-hatian  tidak bisa diabaikan sama sekali, karena peraturan perundang-undangan  adalah peraturan yang pada umumnya langsung dapat diterapkan karena isinya lebih kongkrit dibanding UUD. Karenanya harus hati-hati dalam menyusun dan merumuskan peraturan perundang-undangan, khususnya ketentuan  atau kebijakan yang terkait dengan kewenangan, hak dan kewajiban asasi manusia, dan penentuan sanksi hukum. Bahkan implementasi dari perundang-undangan tersebut dikenal dengan sebutan “penegakkan hukum” atau “law enforcement”, juga tidaklah selalu steril dari pengaruh politik bahkan acapkali  kepentingan politik mengintervensi sampai pada keputusan hukum.Sehingga banyak peraturan hukum yang tumpul, tidak mempan memotong kesewenang-wenangan, tidak bisa menghadirkan keadilan dan tidak bisa menampilkan dirinya  sebagai pedoman yang harus diikuti dalam menyelesaikan berbagai kasus yang seharusnya bisa dijawab oleh hukum.Bahkan faktanya lebih banyak produk hukum yang diwarnai oleh kepentingan politik penguasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa catatan kritis penting yang perlu menjadi perhatian semua elemen masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, ada kalimat-kalimat dan frase yang tidak didefinisikan dengan jelas, pengertiannya kabur dan multitafisr, sehingga nantinya berpeluang menjadi pasal karet.   Misalnya, frase “ancaman nasional” dan “keamanan nasional”, dsb definisinya tidak jelas, pengertiannya kabur dan multitafsir.  Begitu juga “musuh dalam negeri”, siapa dan kriterianya apa, tidak jelas.  Poin pertama ini sangat penting, karena rumusan yang tidak jelas, kabur, cenderung multitafsir dan tidak terukur menyangkut definisi dan hakikat dari “ancaman”, “keamanan nasional “ dan “musuh dalam negeri” itu  sangat mungkin di salah gunakan demi kepentingan politik kekuasaan. Karena bersifat subyektif, maka penafsirannya akan tergantung “selera” pemegang kebijakan dan kendali terhadap operasional intelijen. Bisa jadi, sikap kritis dan kritik atas kebijakan pemerintah akan dibungkam dengan dalih menjadi “ancaman” atau mengancam “keamanan nasional” dan stabilitas.  Jadi soal siapa dan kreteria ancaman adalah kalimat yang  sangat karet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua, di dalam RUU Intelijen Pasal 1 dikatakan Intelijen Negara merupakan lembaga pemerintah, tidak dikatakan lembaga negara.  Dengan definisi itu, intelijen berpeluang dijadikan alat penguasa untuk memata-matai rakyat dan musuh politiknya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketiga, di Pasal 31 RUU Intelijen, LKIN (Lembaga kordinasi Intelijen Nasional) –atau BIN dalam DIM dan pasal 14 usulan pemerintah -  memiliki wewenang untuk melakukan intersepsi (penyadapan) terhadap komunikasi dan/atau dokumen elektronik, serta pemeriksaan aliran dana yang diduga kuat terkait dengan kegiatan terorisme, separatisme, spionase, subversi, sabotase, dan kegiatan atau yang mengancam keamanan nasional. Di dalam penjelasan dikatakan, intersepsi itu dilakukan tanpa ketetapan pengadilan.  Bahkan di ayat 4 pasal yang sama, Bank Indonesia, bank, PPATK, lembaga keuangan bukan bank, dan lembaga jasa pengiriman uang, wajib memberikan informasi kepada LKIN  atau BIN. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemberian wewenang  penyadapan tanpa izin pengadilan akan menjadi pintu penyalahgunaan kekuasaan. Apalagi penyadapan itu didasarkan pada alasan yang definisi, kriteria dan tolok ukurnya tidak dijelaskan, kabur dan multi tafsir sehingga bisa bersifat subyektif dan tergantung selera.  Lebih bahaya lagi, tidak disebutkan siapa yang berwenang memutuskan penyadapan itu.  Akibatnya secara implisit setiap personel intelijen berhak memutuskannya.  Di negara hukum manapun, penyadapan harus atas izin pengadilan.  Jika ada sebagian negara maju yang membolehkan penyadapan tanpa izin pengadilan, itu dianggap tidak demokratis dan mencederai demokrasi.  Pemberian wewenang intersepsi tanpa izin pengadilan ini akan bisa menyebabkan terjadinya penyadapan secara liar. Intelijen justru sibuk memata-matai rakyat.  Akibatnya warga tidak lagi terjamin hak privasinya dan terancam, yang ironisnya justru oleh intelijen yang dibayai dengan uang mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keempat, di dalam DIM Pemerintah, diusulkan pemberian wewenang kepada BIN untuk melakukan penangkapan dan pemeriksaan intensif (interogasi) paling lama 7x24 jam.  Ini akan berpotensi lahirnya rezim intel. Usulan itu sama saja memberi wewenang intel BIN untuk mengambil orang yang dicurigai, tanpa surat perintah, tanpa diberitahu tempat dan materi interogasi, tanpa pengacara dan tanpa diberitahukan kepada keluarganya.  Lalu apa bedanya dengan penculikan?  Jika usulan itu digolkan, maka akan lahir kembali rezim represif. Penculikan akan terjadi lagi seperti pada masa reformasi atau bahkan lebih dari itu, sebab dilegalkan oleh undang-undang.  Padahal di negara hukum manapun, penangkapan adalah wewenang aparat penegak hukum yakni kepolisian, disamping bahwa penangkapan bukanlah fungsi intelijen. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelima, di dalam RUU tidak ada mekanisme pengaduan dan gugatan bagi individu yang merasa dilanggar haknya oleh kerja-kerja lembaga intelijen.  Hal itu ditambah adanya potensi intelijen menjadi “arogan” dan nyaris tanpa kontrol –seperti terpapar diatas- akan menjadi musibah dalam kehidupan sosial politik warga negara dan hak-hak warga negara akan terabaikan. Warga berpotensi jadi korban tanpa ruang untuk mendapatkan keadilan.  Disinilah terlihat jelas potensi lahirnya rezim intel. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keenam, RUU Intelijen tidak mengatur dengan jelas mekanisme kontrol dan pengawasan yang tegas, kuat dan permanen terhadap semua aspek dalam ruang lingkup fungsi dan kerja intelijen (termasuk penggunaan anggaran). Akibatnya, intelijen akan menjadi “super body” yang tidak bisa dikontrol dan bisa dijadikan alat kepentingan politik status quo. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketujuh, RUU ini bisa menjadi preseden buruk bagi jurnalis, khususnya jurnalis investigatif.  RUU ini berpotensi untuk membungkam suara-suara kritis.  Dengan delik kelalaian di pasal 39 bisa menjadi ancaman bagi sikap kritis dan keterbukaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedelapan, ancaman sanksi didalam RUU ini tidak akan bisa mencegah penyalahgunaan penyadapan.  Sebab penyalahgunaan hanya jika penyadapan dilakukan diluar fungsi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan (RUU) atau diluar kewenangan (usulan pemerintah dalam DIM) jadi sulit untuk dibuktikan.  Apalagi tersirat bahwa setiap personel bisa memutuskan dilakukannya penyadapan dengan alasan diduga kuat.Apalagi usulan di dalam DIM itu bukan hanya lembek tapi cair.  Sebab disamping alasan tersebtu, masih ditambah ancaman hukuman menggunakan kata maksimal, artinya bisa saja sangat ringan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi yakinlah kebenaran akan muncul sebagai pemenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah SWT adalah sebaik-baik pembuat makar.&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS Ali ‘Imran [3]: 54)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wallahu a’lam bi ash-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-6903786408606858319?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/6903786408606858319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/05/waspadai-pasal-karet-ruu-intelejen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/6903786408606858319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/6903786408606858319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/05/waspadai-pasal-karet-ruu-intelejen.html' title='Waspadai pasal Karet RUU Intelejen'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-820441554433999939</id><published>2011-04-25T15:35:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T15:37:26.258-07:00</updated><title type='text'>JIN &amp; MANUSIA Diantara Persekutuan Dan Permusuhan A B A D I</title><content type='html'>Perseteruan antara jin dengan manusia berbeda jauh sifatnya dengan permusuhan manusia antara manusia. Bila terjadi permusuhan antara sesama manusia, Allah memerintahkan kita untuk bersabar, bahkan untuk berbuat baik kepada mereka yang dianggap lawan, supaya hilang permusuhan dan kebencian itu. Namun bila perseteruan dengan syetan, hal itu tidak ada guna dan pengaruhnya, kesabaran dan kebaikan yang kita tunjukkan tidak akan mengubah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tabiat syetan teramat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mereka inginkan hanya kehancuran manusia. Sungguh begitu besar permusuhannya dengan Adam dan keturunannya sejak mula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang semestinta kita lakukan adalah selalu waspada, dan waspada, serta berusaha menjauhkan diri dari keburukan yang ditimbulkan oleh ulah syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah meng-intruksikan pada manusia dalam hal ini untuk “ber-taawudz” mohon perlindungan kepada-NYA dari kejahatan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- “..Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta jangan perdulikan orang-orang yang bodoh. Dan jika syetan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Al A’raf: 199-200&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- “..Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah). Dan ucapkan, “Ya Tuhanku, aku berlindng kapada Engkau dari bisikan-bisikan syetan, dan aku berlindung kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tdak mendekatiku”.Al mukminun: 96-98.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusur permusuhan syetan vs manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan syetan vs manusia telah ada sejak sejarah manusia di bumi belum dimulai, dan akan terus terjadi hingga bumi dan langit digulung dan bersatu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan punya alasan untuk itu, yang menurut dirinya benar, dan manusia Juga punya hak untuk membela dan mempertahankan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ”Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Kemudian apabila telah aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan) Ku kepadanya, maka tunduklah kamu dengan bersujud padanya”. Lalu para malaikat bersujud semua, kecuali Iblis, ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Allah) berfirman:”Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk golongan yang (lebih) tinggi..?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Iblis) berkata: “Aku lebih baik dari padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Allah) berfirman,”Kalau begitu, keluarlah kamu dari sorga ! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk. Dan sungguh kutukanKu tetap atasmu sampai hari Pembalasan”. (Iblis) berkata : “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Allah) berfirman;” Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi tangguh, sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (Qiamat)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Iblis) menjawab, “ Demi kemuliaanMu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hambaMu yang terpilih di antara mereka”. (Shaad: 71- 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca kisah ini dalam surat-surat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Al Baqarah: 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Al Kahfi : 50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Al A’raf: 10-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Al Hijr: 38-39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Al Isra’: 62-64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tha ha : 117&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an dengan tegas dan terang menjabarkan bahwa syetan adalah musuh yang nyata, tidak kurang dari 9 ayat dengan redaksi “ aduwwun mubiin atau aduwwan mubiinaa” artinya: musuh yang sangat nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(baca QS. Al Baqarah: 168 &amp; 208. Al An’am: 142. Al A’raf: 22. Yusuf: 5. Yaasiin: 60. Az Zuhruf: 62. An Nisa’: 101. Al Isra’:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu nyata, dan jelas permusuhan ini, namun tidak semua mata melihatnya, dan tidak semua hati menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sangat disayangkan, ada manusia yang menjadikan syetan sebagai penasehat hidupnya, tempat berlindung dan memuja. Seperti; beberapa kelompok musik pemuja syetan, aliran-aliran agama yang memuja syetan, termasuk mereka yang melakukan ritual tertentu dengan memberikan sesaji, larung atau persembahan dalam bentuk makanan, binatang, tarian dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari para penguasa yang dalam gerak kerjanya berjalan mengikuti “wangsit”, bisikan dari para dedemit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dalam berbagai kepentingan dunia, sebagian manusia mempercayakan dan menyerahkan urusannya pada syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, untuk urusan dunia, apa saja…syetan bisa membantu, namun untuk akhirat mereka berlepas diri dan tak berdaya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin kaya secara instan, yang ingin mahir berbagai bahasa secara instan, bahkan menghafal al qur’an atau ilmu lainnya secara tidak wajar, juga dilayani jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sakti atau digdaya, kebal, terbang tanpa sayap dan alat, berpindah-pindah dengan cepat, terawangan, ramalan, mahabbah, sihir dst, syetan siap membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh ada beberapa orang lelaki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada lelaki dari Jin, mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertabah sesat”. (Al Jin:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada yang mengannggap syetan sebagai malaikat penolong, dan mereka memanggil syetan ini dengan sebutan para malaikat atau nama-nama asing tidak termasuk 10 malaikat yang wajib kita imani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti muncul nama “Shad-qayail, Jaljayut, Rufayail, Samsail, Sarfiyail, ‘An-yail, dll. Benarkah yang mereka panggil dan mereka puja itu adalah para malaikat…?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah, Rasulullah saw pernah mengajarkan pada siapapun, bagaimana cara memanggil malaikat..?. Atau siapakah sebenarnya makhluk ini…?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan merea semuanya, kemudian Dia berfirman kepada para Malaikat, : ”Apakah kepadamu mereke ini dahulu menyembah”?. Para Malaikat itu menjawab :”Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka, bahkan mereka (manusia) telah menyembah Jin, kebanyakan mereka percaya kepada Jin itu”. (Saba’:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan yang diberikan, tidak akan sebanding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tebusan atau mahar yang harus dipersembahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya mahar adalah sebentuk kataatan pada segala permintaan atau syarat mereka, baik disampaikan langsung oleh syetan melalui mimpi, wangsit, bisikan dsb, atau memalui perantaranya, dukun, para normal, juru kunci dll. Yaitu berupa sebentuk kemaksiatan kepada Allah dan rasul NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, mengharamkan makanan yang dihalalkan, menghalalkan makanan yang diharamkan, beribadah dengan wirid atau dzikir yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah, berpuasa yang menyimpang (ngebleng, mutih, ngrowot dsb), menulis ayat al Qur’an dengan barang najis, menjungkir-balikkan tulisan ayat al Qur’an dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mausia akan terjebak dalam dosa syirik, bid’ah, maksiat, dan penyimpangan agama dan norma, selama ia berteman dengan syetan. Inilah harga yang harus dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar kemaksiatan pada Allah dan RasulNya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin besar komitmennya pada syetan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka akan semakin menggila bantuan yang akan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah berdagangan yang rugi dan sungguh merugi, dunia apalagi akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin, Iblis dan Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin adalah hamba Allah yang dicipta dari an-naar (api), ada yang muslim, ada yang kafir. “Dan di antara kami (jin) ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus”. ( Al Jin: 14 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin kafir dan manusia yang kafir digelari dengan nama Syetan (sifat yang selalu membangkang). “Dan demkianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan indah sebagai tipuan….”. (Al An’am: 112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis adalah jin yang membangkang, ia tergolong dalam sebutan syetan. “…Dia (Iblis) adalah dari golongan jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya…”.(Qs. Al Kahfi: 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Kerja Keras Tanpa Kenal Lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama’ ditanya; pernahkan syetan tidur untuk menggoda manusia.?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab beliau : “ Bila syetan sempat tidur, niscaya kita sempat istirahat …”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil kerjanya memang luar biasa, banyak sudah krban berjatuhan dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :”…Dan sungguh syetan telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian, maka apakah kalian tidak mengerti…”. (Yaa Siin: 62).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan adalah: -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penasehat sesat yang piawai, hingga terperdaya dan terusirnya Adam dari sorga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembisik hati Qabil yang hasud, hingga darah Habil tertumpah pertama kali dalam sejarah kemanusian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berulang kali ingin menggagalkan pengorbanan Ibrahim dan kelurganya, hingga dilempari kerikil-kerikil Jamarat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melupakan Musa hingga lupa tempat ta’lim dengan Hidlir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Otak di balik makar pembunuhan atas diri Rasuullah saw, hingga beliau harus berhijrah ke Madinah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sekutu perang dan membuat kafir Quraisy congkak, yakin menang dalam perang Badar, namun takluk setelah melihat tentara Allah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyokong pembangkang Musailama Al Kazzab sang nabi palsu, dengan memberikan kelebihan luar biasa, seperti bisa terbang, mendatangkan makanan, menyembuhkan yang sakit, berubah sesuatu yang disentuh tangannya dsb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dan masih tertalu banyak lagi untuk disebutkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk seorang manusia memakan bangkai manusia, karena mengikut pesan Iblis melalui wangsit yang diterima. Yang lainnya, semula punya khadam Jin sebagai mana pengakuannya, lantas membuatnya lalai dan tersesat hinga mengaku sebagai Jibril, juga malaikat pencabut nyawa….dan serentetan peristiwa membuat miris hati, dari pembunuhan, perkosaan, perceraian dan…. penyakit moral lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua adalah prestasi iblis dan bala tentaranya menyesatkan dan merusak Adam dan Anak cucunya, hingga dunia berakhir, sebagaimana sumpahnya di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Bentuk Nyata Gangguan Syetan pada Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan mengganggu manusia tidak hanya dengan cara membisikkan suatu keburukan atau keraguan di hati manusia, namun syetan lebih jauh telah berani dengan terang-terangan mengganggu manusia. Di antaranya: -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Gangguan Fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan berjalan pada aliran darah tubuh manusia, kadang ia berulah dengan mempersempit atau menyumbat jalan darah. Ia bisa berwujud nyata seperti menjadi daging atau lainnya. Tidak heran bila sering kali seseorang yang sakit kepala menahun sembuh setelah di-ruqyah, sampai kanker ganas sembuh dengan izin Allah melalui ruqyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan menjepit syaraf atau menguasai syaraf tertentu, hingga seorang lumpuh pada sebagain anggota tubuh, bahkan bisa lumpuh total. Banyak sudah yang meninggal dunia disebabkan gangguan jenis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gangguan Psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan membisikkan segala sesuatu ke telinga seseorang, hingga membuatnya bingung dan kacau, atau kadang membisikkan ke dalam hati. Bila dibiarkan atau ditangani dengan cara yang salah, biasanya orang tersebut akan terganggu syaraf otaknya, dan menjadikannya gila. Juga dengan mempengaruhi emosi seseorang, hingga terjadi kelainan emosional. Udah lupa dan tidak fokus, sering disebabkan gangguan model ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ganguan Dalam Mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan bisa masuk ke alam mimpi seseorang. Mengganggu manusia dengan menakut-nakuti, menampakkan kejadian keji, sadis dan mengerikan. Memperkosa atau mencekik atau sekedar menindihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gangguan Pada Kehidupan Sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri uang atau benda lainnya, penampakan sosok menakutkan, merusak peralatan, menculik anak manusia, menghalangi perjodohan, rizqi dan keturunan, menjelma menjadi binatang yang sering mengganggu seperti ular hitam, kucing hitam atau anjing hitam, kadang berwujud scorpion, kelabang atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gangguan Dalam Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat lupa jumlah rakaat dalam shalat, sulit khusyu’, mudah buang angin atau buang air, ragu-ragu ketika bersuci, menguap saat dzikir atau ibadah lainnya. Takut naik pesawat ketika hendak pergi haji, takut fakir bila hendak sodaqah dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal-hal tersebut di atas, masih pantaskah manusia berteman dengan syetan…?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Pengasih dan Maha Pemaaf, tapi makhluq yang jenis ini dikutuk-Nya, tentu karena saking bejad dan jahatnya sang makhluq tersebut. Na’uzubillahi min dzaalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjagaan Diri dari Gangguan Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iman dan Tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah uhanmu sebagai Penjaga”. (Al isra’:65). Ibnu Abbas berkata (tentang ayat ini):… mereka adalah orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, syetan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan”. (An Nahl: 99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjahui Maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertempuran antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh syetan, disebabkan sebagian kesalaha (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lalu)…”.(Ali Imran: 155).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Zuhud dan tidak terpedaya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai manusia ! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (syetan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu terhadap Allah”. (Fathir:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mohon Perlindungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan jika syetan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah…”.(Al A’raf:200). Juga baca: QS. Al Mukminun: 96-98. Fussilat: 24-26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH SEMUA JIN ITU JAHAT…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjelaskan bahwa jin ada yang baik dan ada yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jahat masuk dalam gerombolan syetan, sedangkan yang baik akan sibuk dengan urusannya sendiri sebagai hamba Allah, artinya tidak mengganggu manusia sebagaimana syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) yang sebaliknya. Kami menempuh jalan yang be Beda-eda”. (Al Jin: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara kami (jin) ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus”. ( Al Jin: 14 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, mereka (jin) yang suka usil kepada manusia lebih banyak dari pada yang saleh. Mereka telah direkrut dalam pasukan syetan, dan Iblis sebagai panglima tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al Ahqof : 29-32 dengan sangat jelas disebutkan bahwa jin memang bisa berinteraksi dalam kehidupan manusia. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa jin telah menghadiri majelis ilmu yang diadakan oleh Nabi, akan tetapi, dalam ayat tersebut disebutkan bahwa mereka hanya mengmbil pelajaran dan ilmu, setelah itu mereka segera kembali kepada kaumnya (bangsa jin) untuk memberi peringatan. Inilah jin sholih. Mereka berinteraksi dalam kehidupan manusia hanya untuk mencari ilmu, mereka berada diluar tubuh manusia, tidak tinggal dalam tubuh manusia. Kepentingan mereka hanya sesaat dan setelah terpenuhi keperluannya, mereka kembali kepada kaumnya dan beraktivitas ditengah kaumnya. Jin sholih tidak tinggal dalam tubuh manusia, atau menyertainya, atau membantu manusia dengan menjadi khodam, dan tidak menyertai hidup manusia setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika ada bangsa jin yang tinggal dalam diri manusia, menyertainya, membantunya, maka dapat dipastikan bahwa jin tersebut bukan termasuk jin yang sholih. Demikianlah karena ketika bangsa jin memberikan sesuatu, bantuan, pertolongan, perlindungan kepada manusia maka mereka pasti akan meminta imbalan. Baik disadari maupun tidak disadari oleh manusia tersebut. Imbalan inilah yang pada akhirnya kita kenal dengan Fenomena gangguan Jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat, Karamah Dan Sihir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali syetan membungkus dengan elok ulahnya demi menyesatkan manusia, tidak sedikit mereka yang terperdaya tanpa sadar, bahwa apa yang dialami sejatinya hanyalah bantuan syetan dan bukan bentuk bantuan Allah atau malaikat. Segelintir orang mengaku dapat Karamah bahkan mukjizat, hingga ia bisa mengetahui masa lalu, yang sedang terjadi dan masa mendatang, atau kemampuan luar biasa lainnya. Benarkah pengakuan seperti ini….?. Dalam ajaran Islam telah jelas perbedaan antara mukjizat, Karamah dan Sihir. Perbedaan antara wali Allah dan wali syetan. Perbedaan antara yang ta’at pada Allah, dan mereka yang patuh pada syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Mukjizat dan Karamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk Nabi &amp; Rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muncul atas Kehendak Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karena Ta’at pada Alah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membela Al Haq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa ditiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa diwariskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memperkokoh Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk Wali Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muncul atas Kehendak Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karena Ta’at pada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membela Al Haq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa diiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa diwariskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memperkokoh Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Istidraj-Sihir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk Wali Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muncul atas kehendak pemiliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membela yang bathil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Harus bermaksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bisa ditiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bisa dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bisa dititiskan/diwariskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Facebook akhwat revolusioner Karena keterbatas ilmu, juga waktu saya coba postkan Tulisan ini yang saya temukan dari situs www.konsultasiruqyah.wordpress.com. oleh Guru dan Ustadz kami Muhammad Nadhif Khalyani, semoga manfaat).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-820441554433999939?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/820441554433999939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/04/jin-manusia-diantara-persekutuan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/820441554433999939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/820441554433999939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/04/jin-manusia-diantara-persekutuan-dan.html' title='JIN &amp; MANUSIA Diantara Persekutuan Dan Permusuhan A B A D I'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-1920867253023763243</id><published>2011-04-18T12:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T13:01:28.962-07:00</updated><title type='text'>BOM BUKU dan BOM BUNUH DIRI.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak bulan Maret sampai april 2011 ini saya pribadi selalu di buat resah dengan pemberitaan Teror bom buku sampai pada bom bunuh diri….&lt;br /&gt;Saya masih ingat bagaimana pemberitaan tentang bom buku, pasca ledakan bom buku yang melukai seorang aparat. Aku merasa seolah-olah di teror oleh media yang memberikan berita yang terlalu berlebihan, sehingga aku berpikir saat ini aku sedang diteror oleh media.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasca ledakan bom buku berbagai macam opini pun berkembang, ini terjadi karena melihat sasaran korban bom buku. Yang pertama adalah Ulil Abshar (dedengkot Jaringan Islam Liberal), dimana bom yang dikirim kepadanya akhirnya meledak di kantor Radio KBR 68 H, Utan Kayu Jakarta. Sementara teror bom buku yang kedua dikirim kepada Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Komjen Pol Gories Mere. Bom kedua ini akhirnya dapat dijinakkan oleh tim Gegana. Teror Bom lainnya dikirim ke rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto S Soerjosoemarno di Jl Jalan Benda, Jagakarsa, Jakarta Selatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Wawan tindakan peneroran selalu memiliki motivasi tertentu. Ramainya desakan pembubaran Ahmadiyah dan panasnya sidang Abu Bakar Baasyir akhir-akhir ini, lanjut dia, bisa menjadi salah satu pemicunya. "Bisa karena pembubaran Ahmadiyah atau sebab-sebab lain. Semua kemungkinan cukup terbuka," paparnya. Wawan juga tidak sepakat dengan anggapan teror bom buku ini sebagai pengalihan atas isu besar tertentu. "Tidak sesederhana itulah untuk mengatakan ini pengalihan isu. Kesannya terlalu naif," pungkasnya. Sementara itu kasus teror bom buku yang tengah marak terjadi, kini sudah ditangani oleh pihak Densus 88. "Sekarang kasus ini ditangani oleh ahlinya, Densus 88 Anti Teror. Densus dibantu Polda Metro dan Mabes Polri," ujar Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2011).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Belum hilang rasa traumaku dengan pemberitaan berita bom buku, tiba-tiba datang lagi pemberitaan tentang bom bunuh diri yang di lakukan di sebuah masjid markas pilisi. Bom bunuh diri di Masjid Az-Ziqra Mapolresta Cirebon Kota, Jawa Barat. Sentak memuatku bertanya-tanya ada apa ini? “ namu sat bersamaan dengan kasus-kasus ini, aku mendengar aka ada RUU INTELEJEN yang akan di sahkan menjadi UU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan sering saya dengar ketika ada kasus-kasus seperti ini, saperti kekerasan atas nama agama, bom buku, bom bunuh diri. Selalu mengarah ke sebuah gerakan Islam garis keras spt NII KW 9, orang yang memperjuangkan Negara Islam, dll. Aku berpikir ko Islam terus ya…..Untung masyarakat sudah semakin cerdas dan masih banyaknya media yang masih mau jujur dalam membuat berita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi rasa tanyaku terus saja menganjal di dalam hati kecikku siapa sebenarnya NII KW 9??, bangaimana pandangan Islam tentang bom bunuh diri???.dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dan berbagai macam informasi saya baca dan ada satu berita yang membuatku tersentang tentang NII KW IX :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mustofa B Nahrawardaya, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), mensinyalir, aparat sengaja memelihara isu NII untuk digunakan sebagai wahana penutup terhadap kasus lain yang menjadi sorotan masyarakat. "Jika anda familiar dengan istilah NII (Negara Islam Indonesia), wajar saja. Karena pemerintah melalui berbagai cara sukses melakukan propaganda bahaya laten NII," pendapatnya dalam keterangan tertulis kepadadetikcom, Kamis (14/4/2011). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurutnya, tidak seperti isu PKI yang kini sudah mulai berlalu, isu NII tampaknya akan terus digelindingkan dengan bermacam latar belakang tujuan. Bagaimana Mustofa bisa menyimpulkan demikian? Ada baiknya kita baca pokok pikiran pengurus Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah yang juga staf Ahli DPR RI ini: 1. Semenjak pergantian imam dari Kartosoewirjo kepada para penggantinya sebelum terbentuk Komandemen Wilayah IX (atau lebih dikenal NII KW9), NII sudah tidak lagi murni gerakan NII. Gerakan pembentukan negara di bawah bendera agama Islam itu, sudah disusupi (diinfiltrasi) oleh intelijen. Alhasil, NII bentukan intelijen ini sungguh jauh benar karakternya dengan NII yang semua dirintis Kartosoewirjo, Daud Beureuh, Hingga kepemimpinan NII era saudara Seno/Basyra yang tertangkap aparat sebelum awal tahun 80-an. 2. Dengan sentuhan intelijen, gerakan NII tidak lagi bisa bergerak sesuai tujuan NII semula, karena gerakan NII bentukan intelijen disetting sedemikian rupa sehingga mengubah karakter NII yang berpedoman Al Qur'an dan Hadits menjadi NII modifikasi dengan tujuan merusak citra NII. Banyak simpatisan NII yang kemudian tidak lagi ingin meneruskan menjadi kader NII karena mengira organisasinya sudah keluar dari tujuan. 3. NII bentukan intelijen saat itu, sengaja dipelihara untuk menghabisi NII yang murni. Pembantaian terhadap citra NII, sarat dengan kepentingan politis. Dengan adanya NII bentukan intelijen, sangat mudah mengadu domba masyarakat dengan aktifis NII. Masyarakat pun dibuat jengkel dan marah terhadap NII, karena intelijen terus menerus mengkampanyekan karakter NII yang suka mencuri, membaiat dengan cara khusus, mengkafirkan orang, pengumpulan dana secara massal terselubung, atau perekrutan menggunakan model indoktrinasi. Padahal NII rintisan Kartosoewirjo tidak mengajarkan seperti itu. 4. Upaya propaganda hitam intelijen terhadap NII tidak berhenti hingga kini. Korban-korban rekrutan NII sengaja diciptakan agar mengesankan masih eksisnya NII. Padahal, kepolisian sudah menerima banyak laporan korban rekrutan NII, namun terbukti sampai sekarang polisi juga belum bisa menemukan dan menangkap gembong NII. Patut diduga, aparat sengaja memelihara isu NII untuk digunakan sebagai wahana penutup terhadap kasus lain yang menjadi sorotan masyarakat. Apabila memang serius menghentikan praktek makar NII, pemerintah pasti sudah melibasnya. Termasuk Kapolda Metro Jaya, apabila memang sudah lama mengendus keberadaan NII, segera saja tangkap dan adili dengan fair.  Pembiaran ngambangnya isu NII sama persis dengan pembiaran isu terorisme yang bertujuan untuk menyambut propaganda anti radikalisme agama oleh Amerika. 5. Kesimpulannya, NII yang ada saat ini tidak lain tidak bukan adalah "NII KW1" (baca: NII Kwalitas Nomor 1)  alias NII kloningan yang pola indoktrinasi, perekrutan, struktur, kepemimpinan, dan pola publikasinya, dilakukan sangat mirip dengan aslinya. Masyarakat awam yang menjadi korban perekrutan akan mengira ini adalah ulah NII. Padahal bukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Tidak hanya ada merek tas lokal dengan sebutan produk KW1, namun kini pun ada NII KW1 yang sulit membedakan dengan NII aslinya. Maka dari itu, seandainya ada anggota keluarga yang konon menjadi korban perekrutan NII dengan ciri-ciri linglung, atau bicaranya ngelantur soal pria berjenggot, soal pengajian, soal ustadz, soal jamaah, soal NII,....eits, jangan langsung menuduh itu kerjaan NII. Kasihan NII aslinya. Sudah tidak ada, masih juga difitnah. Kasihan kan?" tutupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari informasi ini aku sedikit bisa memahami apa sebenarnya yang terjadi…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana dengan bom buku dan bom bunuh diri…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagiku Islam adalah agama yang sempurna, tidak pernah ada ajaran dalam Islam yang mengajarkan melakukan bom bunuh diri, bahkan korbanya adalah orang yang sedang beribadah dalam sebuah masjid. Kalau bukan sakit jiwa kata apa lagi yang cocok untuk menggambarkan orang ini orang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya ku hanya bisa berharap agar kasus ini segera terungkap dengan jelas, dan berharap agar Islam jangan selalu menjadi tertuduh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(senin, 19 April 2011. Pkl 03.00)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-1920867253023763243?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/1920867253023763243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/04/bom-buku-dan-bom-bunuh-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1920867253023763243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1920867253023763243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/04/bom-buku-dan-bom-bunuh-diri.html' title='BOM BUKU dan BOM BUNUH DIRI.'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-3126292964702429555</id><published>2011-04-15T17:39:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T17:21:59.658-07:00</updated><title type='text'>SPILIS adalah PEMAHAMAN yang sesat dan menyesatkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cataanku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa pikirku Khatib hari ini (jum’at/15 April 2011), saat aku sholat jumat bersama kemanakanku di Masjid Al-Markas Al Islami. Dalam Khutbah bapak yang bergelar Prof ini dan salah satu pengurus MUI, mengangkat tema “Mewaspadai Paham-Paham yang SESAT”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam khutbah yang singkat tersebut beliau menyampaikan kenapa AHMADIYAH itu sesat dan menyesatkan. Penjelasan yang beliau sampaikan di hadapan ribuan jamaah adalah karena ahmadiyah mengakui MIRZA GHULAM AHMAD sebagai nabi dan Memiliki Kitab suci selain Al-Quran kitab suci umat Islam seperti yang kita umat Islam kebanyakan yakini mereka memiliki kitab lain  yaitu KITAB TAZKIRAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau juga menyampaikan selain ahmadiyah ada juga JIL (Jaringan Islam Liberal), dua-duanya sama sesat dan menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau melanjutkan khutbahnya ada juga paham-paham yang tidak boleh kita ambil dan sebarkan bahkan MUI telah mengingatkan melalui fatwanya (beliau mengigatkan jama’ah). Pemahaman yang sesat itu adalah Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masih ingin sebenarnya mendengarkan penjelasan beliau namun beliau sudah mengakhiri khutbah beliau….. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Catatanku dari masjid Al-Markaz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-3126292964702429555?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/3126292964702429555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/04/sekulerisme-pluralisme-liberalisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/3126292964702429555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/3126292964702429555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/04/sekulerisme-pluralisme-liberalisme.html' title='SPILIS adalah PEMAHAMAN yang sesat dan menyesatkan'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-7657056674197999013</id><published>2011-01-20T14:38:00.000-08:00</published><updated>2011-05-09T21:29:59.393-07:00</updated><title type='text'>DEFINISI POLITIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang menganggap politik itu kotor. Benarkah demikian? Sebenarnya apa sih yang dinamakan dengan politik? Lalu, apakah kita –kaum Muslim- harus menjauhinya atau terjun di dalamnya?&lt;br /&gt;Politik adalah pengaturan dan pemeliharaan urusan rakyat, mencakup urusan mereka di dalam maupun di luar negeri. Aktivitas politik diselenggarakan oleh negara dan rakyat. Negara merupakan institusi yang secara langsung melakukan pengaturan urusan rakyat, sedangkan rakyat berfungsi mengontrol negara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Definisi bersandar kepada fakta (kenyataan) yang ada tentang politik. Disamping itu, definisi tersebut juga sesuai dengan arti menurut bahasa. Di dalam bahasa Arab, politik atau yang biasa dikenal dengan kata siyâsah, berasal dari kata: sâsa, yasûsu, siyâsah; maknanya berarti mengatur urusan rakyat. Di dalam kamus al-Muhith1 dinyatakan: sustu ar-ra’iyah siyâsah (saya mengatur urusan rakyat dengan suatu peraturan): amartuhâ wa nahaituha. Artinya, saya mengatur/memelihara urusan rakyat dengan perintah dan larangan. Definisi itu juga diperoleh dari hadits-hadits yang menggambarkan mengenai aktivitas para penguasa, muhasabah (kritik) yang dilakukan rakyat terhadap para penguasa, maupun kepedulian terhadap hal-hal yang menyangkut kemaslahatan kaum Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Telah diriwayatkan dari Abi Hazim, yang berkata: ‘Aku telah tinggal bersama-sama dengan Abu Hurairah selama lima tahun, dan aku mendengar Abu Hurairah menceritakan hadits dari Rasulullah saw yang bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;«كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء ، كلما هلك نبي خلفه نبي ، وأنه لا نبي بعدي ، وستكون خلفاء فتكثر ، قالوا : فما تأمرنا ؟ قال : فوا ببيعة الأول فالأول ، وأعطوهم حقهم فإن الله سائلهم عما استرعاهم &lt;/span&gt;»&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dahulu, urusannya bani Israil diatur oleh para Nabi. Setiap kali Nabi tersebut meninggal (binasa) seketika digantikan oleh Nabi lainnya. Sesungguhnya tidak ada lagi Nabi sesudahku. Dan kelak (sepeninggalku yang mengatur/memelihara) adalah para Khulafa yang jumlah mereka itu banyak. Ditanyakan (oleh para sahabat): ‘Apa yang engkau perintahkan kepada kami?’ Dijawab: ‘Bai’atlah (Khalifah) yang pertama dan yang pertama. Dan serahkanlah kepada mereka hak-hak mereka, karena sesungguhnya Allah akan menanyai mereka atas apa yang menjadi urusan (dan tanggung jawab) mereka’. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sabda Rasulullah saw lainnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;«ما من عبد يسترعيه الله رعية لم يحطها بنصيحة إلا لم يجد رائحة الجنة»&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidaklah seorang hamba yang Allah serahkan kepadanya urusan kaum Muslim, kemudian ia tidak mengaturnya dengan nasehat, kecuali tidak akan mencium bau surga. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;«ما من والٍ يلي رعية من المسلمين فيموت وهو غاش لهم إلا حرم الله عليه الجنة»&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidaklah seorang wali (penguasa) yang memerintah kaum Muslim, lalu ia mati sementara ia mengabaikan urusan kaum Muslim, kecuali Allah mengharamkan kepadanya surga. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;«ستكون أمراء فتعرفون وتنكرون، فمن عرف فقد برئ ومن أنكر فقد سلم إلا من رضي وتابع&lt;/span&gt;»&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akan ada para pemimpin (umara) yang kalian kenali (kemudian kalian taati) dan (ada pula yang kemudian) kalian ingkari. Barangsiapa yang mengetahuinya, maka ia terlepas, dan barangsiapa yang mengingkarinya maka ia selamat. Kecuali orang yang meridhai dan mengikutinya (mereka tidak selamat). (HR. Muslim dan Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;«من أصبح وهمه غير الله فليس من الله، ومن أصبح لا يهتم بالمسلمين فليس منهم»&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangsiapa yang (bangun) pagi-pagi sementara dia tidak memikirkan (mempedulikan) urusan kaum Muslim, maka ia tidak termasuk ke dalam golongan mereka. (HR. Hakim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Jarir bin Abdullah berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;«بايعت رسول الله صلى الله عليه وسلم على إقامة الصلاة وإيتاء الزكاة والنصح لكل مسلم»&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku membaiat Rasulullah saw untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat, serta untuk menasehati setiap Muslim. (HR. Muttafaq ‘alaihi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Hadits-hadits tersebut diatas, baik yang berkitan dengan para penguasa yang mengendalikan pemerintahan, atau pun yang berkait dengan umat sebagai pihak yang melakukan koreksi terhadap para penguasa, atau juga yang berkait dengan kaum Muslim satu dengan lainnya yang harus peduli terhadap kemaslahatan kaum Muslim dan untuk saling nasehat menasehati; semua itu menjadi sumber istinbath (penggalian hukum) mengenai definisi politik (siyasah) yang bermakna pengaturan/pemeliharaan urusan umat. Dengan demikian definisi tentang siyâsah dapat digolongkan sebagai definisi yang syar’i, karena diistinbath dari dalil-dalil syara, disamping memiliki implikasi hukum terhadap penguasa Muslim maupun kaum Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Berdasarkan definisi itu pula kita bisa menyatakan bahwa kotor atau tidaknya politik itu sangat ditentukan oleh ideologi dan peraturan yang menjadi rambu-rambu di dalam politik (yaitu di dalam pengaturan dan pemeliharaan urusan-urusan rakyat). Apabila ideologi dan peraturan yang menjadi dasar sekaligus rambu-rambu kehidupan berpolitik itu adalah ideologi dan peraturan kapitalis sekular, maka itulah kenyataan yang saat ini dipraktekkan oleh para penguasa di negara-negara Barat, dan diikuti oleh para penguasa muslim. Jika Islam dijadikan sebagai ideologi dan dasar kehidupan bermasyarakat/bernegara dan syariat Islam dijadikan sebagai sistem hukumnya, maka hadits-hadits Nabi saw diatas itulah gambaran pelaksanaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sejak runtuhnya negara Khilafah Islam dan dipaksakannya sistem hukum dan sistem politik kufur di negeri-negeri Islam, warna politik Islam telah sirna. Pemikiran politik Barat yang bersumber dari akidah (ideologi) kapitalisme sekular telah menempati posisi yang sebelumnya di duduki oleh pemikiran politik Islam. Kaum Muslim mesti menyadari bahwa pengaturan dan pemeliharaan urusan-urusan kaum Muslim dengan Islam tidak mungkin terwujud kecuali dengan berdirinya kembali Daulah Khilafah Islamiyah, sekaligus merekatkan dan menyatukan kembali kaum Muslim dengan aktivitas politik yang bersumber dari akidah Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Para penjajah kafir telah membius kaum Muslim dengan pemahaman sekular, yaitu menjauhkan kaum Muslim dengan aktivitas politik, menjauhkan Islam dengan negara dan aktivitas politik. Mereka berdalih bahwa aktivitas politik itu adalah dusta dan kotor, sehingga tidak layak (agama) Islam ditempatkan di tempat-tempat yang kotor. Islam adalah ajaran yang sakral dan harus dijauhkan dari aktivitas politik. Maksud dari para penjajah adalah menjauhkan umat Islam dari aktivitas yang bisa membangkitkan kembali kehidupan Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah. Mereka menyadari bahwa kekuatan kaum Muslim –secara ideologis dan politis- justru terletak pada institusi Daulah Khilafah Islamiyah. Bagi mereka, tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah merupakan lonceng kematian negara-negara kafir sekular dan sirnanya peradaban Barat yang selama ini mereka agung-agungkan. Oleh karena itulah, mereka mencekoki kaum Muslim dengan pemahaman yang keliru, yaitu menjauhkan umat Islam dari aktivitas politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Padahal, politik adalah sesuatu yang netral. Ideologi dan interaksi yang diarahkan oleh sistem hukum yang mengatur aktivitas politiklah yang menentukan apakah aktivitas politik itu ‘bersih’ atau ‘kotor’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kepedulian kaum Muslim terhadap politik dan kewajibannya untuk melakukan aktivitas politik sudah dimulai sejak pertama kali diutusnya Rasulullah saw, yaitu pada saat beliau membentuk ‘partai politik’ di kota Makkah. Beliau melakukan pengkaderan; membina orang-orang yang telah memeluk Islam; membacakan ayat-ayat setiap kali ayat-ayat tersebut beliau terima; menjawab dan memberikan solusi kepada para sahabat-sahabatnya manakalah terdapat persoalan diantara mereka. Hal itu tampak jelas dalam ayat-ayat yang diturunkan di kota Makkah selama beliau membina para sahabat dan menyampaikan risalah Islam kepada para penduduk Makkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasulullah saw mencela dan menghujat para pembesar kota Makkah yang kufur, paganisme (penyembahan berhala) bahkan dengan berhala-berhalanya; mencela adat istiadat kafir –seperti mengubur anak perempuan hidup-hidup-; menghina penipuan di dalam transaksi perdagangan (timbangan); bahkan beliau dan para sahabat menunjukkan perhatian yang sangat tinggi terhadap konstelasi politik internasional. Paling tidak hal itu tercermin pada firman Allah Swt:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;غُلِبَتِ الرُّومُفِي أَدْنَى اْلأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَفِي بِضْعِ سِنِينَ ِللهِ اْلأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَبِنَصْرِ اللهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi itu) bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (TQS. ar-Rum [30]: 2-5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ayat diatas menjadi penjelas bagi para sahabat –saat itu- yang berpolemik (berdiskusi) dengan orang-orang kafir Quraisy tentang konstelasi politik internasional. Orang-orang musyrik lebih suka jika kekaisaran Persia dapat mengalahkan kerajan Romawi, sebab kekaisaran Persia adalah penyembah api dan dekat dengan paganisme. Sementara kaum Muslim menyukai jika kerajaan Romawi yang memenagkan peperangan melawan kekaisaran Persia, sebab mereka adalah ahli kitab (&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ibnu Katsir., Tafsir al-Quran al-‘Azhim., jld III/512., Darul Fikr.)&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kaum Muslim tidak akan mampu memikul dakwah Islam kepada bangsa-bangsa lain, atau mencegah skenario jahat yang ditujukan kepada umat, jika kaum Muslim tidak memahami secara global konstelasi politik internasional dan sikap dari negara-negara besar terhadap mereka. Artinya, penyebarluasan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia, mengungkap makar jahat negara-negara kafir, melawan skenario mereka, dan sejenisnya, merupakan kewajiban yang harus ditegakkan. Dan hal ini tidak akan mungkin dapat diwujudkan tanpa memahami percaturan dan konstelasi politik internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Berdasarkan hal ini, aktivitas politik adalah perkara yang wajib dipahami oleh kaum Muslim. Kaum Muslim wajib terjun ke kancah perpolitikan, dengan menjadikan akidah Islam sebagai dasar pijakannya dan syariat Islam –yang terkait dengan aktivitas politik- sebagai rambu-rambunya. Hanya saja kewajiban untuk memperhatikan politik dan pengaturannya harus selalu dikaitkan dengan perkara utama kaum Muslim, yaitu melangsungkan kembali kehidupan Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah, yang menjalankan aktivitas pemerintahannya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta menyebarluaskan risalah Islam ke seluruh pelosok dunia melalui dakwah dan jihad fi sabilillah. Ini adalah perkara yang menyangkut hidup matinya kaum Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-7657056674197999013?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/7657056674197999013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/01/training-di-stie-tri-dharma-nusantara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/7657056674197999013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/7657056674197999013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/01/training-di-stie-tri-dharma-nusantara.html' title='DEFINISI POLITIK'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-4119396754068949896</id><published>2011-01-20T08:35:00.000-08:00</published><updated>2011-05-09T21:35:44.673-07:00</updated><title type='text'>DEFINISI KHILAFAH DAN KHALIFAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang sering mendengar kata Khalifah dan Khilafah, apa sebenarnya pengertian dari Khalifah dan Khilafah itu? Dan apa implikasinya terhadap kaum Mudlim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam al-Quran terdapat kata Khalifah yang diulang sebanyak dua kali. Masing-masing pada surat al-Baqarah ayat 30, dan surat Shâd ayat 29. Sebagai contoh, di dalam surat al-Baqarah tercantum:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنِّي جَاعِلٌ فِي اْلأَرْضِ خَلِيفَةً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. (TQS. al-Baqarah [2]: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Khalifah disitu ditafsirkan sebagai saling bergantinya kaum yang satu dengan kaum yang lain seiring dengan pergantian waktu (&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;al-Qasimi., Min Mahasini at-Takwil, Mukhtashar Tafsir al-Qasimi., p. 6., Darun Nafaais &lt;/span&gt;). Makna ini mengambil arti menurut bahasa, yang sering dimaknai ‘yang dibelakang’, atau ‘pengganti yang kemudian’, atau ‘yang menyusul’, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, Khalifah dan Khilafah yang disinggung dalam pembahasan kita kali ini bukanlah makna sebagaimana yang tercantum di dalam ayat-ayat al-Quran diatas. Khalifah dan Khilafah yang dimaksudkan disini terkait dengan aspek politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariat Islam, dan mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia &lt;span style="font-family: georgia;font-size:78%;" &gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Taqiyuddin an-Nabhani., al-Khilafah., p. 3; Taqiyuddin an-Nabhani., asy-Syakhshiyah al-Islamiyah., jilid II/15., Darul Ummah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. Kata lain dari Khilafah adalah Imamah; dimana Khilafah dan Imamah memiliki makna yang sama. Menurut Imam al-Haramain, al-Juwaini, Imamah (atau Khilafah) adalah kepemimpinan yang sempurna dan mencakup umum, yang berkait dengan perkara khusus maupun umum yang ada hubungannya dengan agama maupun dunia, di dalamnya tercakup penjagaan atas negeri-negeri (kaum Muslim), memelihara urusan masyarakat, menegakkan dakwah melalui hujjah dan pedang (maksudnya jihad-pen), mengatasi kezhaliman dan kesewenang-wenangan sekaligus mengganjar pelakunya yang zhalim, serta memberikan hak-hak terhadap orang-orang yang terhalang hak-haknya (&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;al-Juwaini., ath-Thariq ila al-Khilafah., p. 19., Darun Nahdlah al-Islamiyah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Berdasarkan hal ini maka Khilafah itu merupakan sistem pemerintahan yang menerapkan sistem hukum Islam atas seluruh rakyatnya, dan menyebarluaskan dakwah Islam dengan dakwah (hujjah) dan jihad fi sabilillah ke seluruh penjuru dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Adapun Khalifah adalah Sulthan al-A’zham (&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Fairuzzabadi., al-Qamus al-Muhith., p. 727., Darul Fikr&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;), yaitu kepala negara di dalam sistem Khilafah, seperti Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khaththab, Khalifah Utsman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalib, dan lain-lain. Hanya saja Umar bin Khaththab lebih suka disebut dengan Amirul Mukminin, atau Ali bin Abi Thalib yang lebih suka disebut dengan Imam. Semua itu memiliki makna yang sama dengan Khalifah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasulullah saw telah memerintahkan kaum Muslim agar mereka mengangkat seorang Khalifah setelah beliau wafat, yang dibai’at dengan bai’at yang syar’i, memerintah kaum Muslim berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, menegakkan syariat Allah, serta berjihad bersama-sama kaum Muslim melawan musuh-musuh Allah. Beliau bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;«كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء ، كلما هلك نبي خلفه نبي ، وأنه لا نبي بعدي ، وستكون خلفاء فتكثر ، قالوا : فما تأمرنا ؟ قال : فوا ببيعة الأول فالأول ، وأعطوهم حقهم فإن الله سائلهم عما استرعاهم&lt;/span&gt;»&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dahulu, urusannya bani Israil diatur oleh para Nabi. Setiap kali Nabi tersebut meninggal (binasa) seketika digantikan oleh Nabi lainnya. Sesungguhnya tidak ada lagi Nabi sesudahku. Dan kelak (sepeninggalku yang mengatur/memelihara) adalah para Khulafa yang jumlah mereka itu banyak. Ditanyakan (oleh para sahabat): ‘Apa yang engkau perintahkan kepada kami?’ Dijawab: ‘Bai’atlah (Khalifah) yang pertama dan yang pertama. Dan serahkanlah kepada mereka hak-hak mereka, karena sesungguhnya Allah akan menanyai mereka atas apa yang menjadi urusan (dan tanggung jawab) mereka’. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Lebih dari itu, beliau saw memperingatkan kaum Muslim agar jangan sampai ada periode (masa) dimana kaum Muslim hidup tanpa ada Khalifah, yang memimpin dan mengatur/memelihara seluruh kaum Muslim. Apabila ada masa yang kosong dari seorang Khalifah, maka kaum Muslim wajib segera untuk mengangkat Khalifah yang baru (dan syar’i). Sabda Rasulullah saw:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;من مات بغير إمام مات ميتة جاهلية&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangsiapa mati dan dipundaknya tidak membai’at seorang Imam (Khalifah), maka matinya (seperti) mati (dalam keadaan) jahiliah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sabda Rasulullah saw lainnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;فإن رأيت خليفة فألزمه و إن ضرب ظهرك فإن لم يكن خليقة فالهرب&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila kalian menyaksikan seorang Khalifah, hendaklah kalian mentaatinya meskipun (ia) memukul punggungmu. Sesungguhnya apabila tidak ada Khalifah akan terjadi kekacauan. (HR. Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Allah Swt dengan tegas memerintahkan kita untuk mengangkat seorang Khalifah. Ini bisa dimengerti dari ayat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri diantara kamu. (TQS. an-Nisa [4]: 59)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak mungkin Allah Swt memerintahkan kita untuk mentaati orang (institusi) yang tidak ada (gaib). Oleh karena itu ayat tersebut bisa dipahami berupa perintah terhadap kaum Muslim untuk mengadakan/mendirikannya terlebih dahulu (jika Khalifah atau institusi Khilafah tidak ada), kemudian barulah mentaatinya. Sebab terdapat kaedah ushul yang terkenal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu kewajiban tidak akan sempurna (dijalankan) tanpa sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan kata lain, kewajiban untuk mentaati ulil amri –dalam hal ini adalah Khalifah kaum Muslim yang menerapkan sistem hukum Islam atas rakyatnya- tidak akan sempurna bahkan tidak mungkin dilakukan tanpa keberadaannya, maka keberadaannya itu hukumnya wajib pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Selama lebih dari 13 abad sejak Rasulullah saw wafat, kaum Muslim telah menjaga dan menjalankan amanat Rasulullah saw untuk selalu menjaga keberadaan Khalifah dan institusi Khilafah. Ketika beliau wafat, kedudukannya sebagai kepala negara digantikan oleh para Khulafa ar-Rasyidin, kemudian berganti dengan masa Khulafa dari bani Umayah, lalu para Khulafa dari bani Abbasiyah, setelah itu para Khulafa dari bani Utsmaniyah. Sampai kemudian, pada tahun 1924 M (1342 H), insitusi Khilafah Islam berhasil dirobohkan oleh Mustafa Kamal Ataturk –seorang Yahudi- dengan bantuan penjajah Inggris dan organisasi rahasia zionis, Free Masonri. Dan diatas puing-puing reruntuhan Khilafah itu dibangun Republik Turki modern yang sekular. Khalifah pertama adalah Abu Bakar ash-Shiddiq ra, dan Khalifah yang terakhir adalah Sulthan Abdul Majid II. Artinya, kita –kaum Muslim- tidak lagi memiliki institusi Khilafah lebih dari 80 tahun!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tatkala Rasulullah saw wafat, para sahabat Rasulullah saw (di Madinah) menyibukkan diri dalam perkara yang paling urgen, yaitu memilih pengganti Rasul sebagai kepala negara yang akan memimpin seluruh kaum Muslim, dan yang akan menjaga pelaksanaan seluruh sistem hukum Islam. Mereka mendahulukan proses penggantian dan pemilihan kepemimpinan ini dari pada menjalankan kewajiban lainnya (yang juga dianjurkan untuk didahulukan), yaitu mengebumikan jenazah Rasulullah saw. Setelah Abu Bakar terpilih, barulah jenazah Rasulullah saw dikebumikan. Hal itu berlangsung tidak lebih dari tiga hari dua malam. Ini menunjukkan bahwa masalah kepemimpinan, atau ke-Khilafahan, dan memilih serta mengangkat seorang Khalifah (kepala negara) atas seluruh kaum Muslim merupakan kewajiban terbesar kaum Muslim. Tidak pernah kaum Muslim –sepanjang sejarahnya yang telah lalu- kosong dari kepemimpinan (seorang Khalifah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sayangnya, setelah runtuhnya ke-Khilafahan terakhir (pada tahun 1924 M), umat Islam tidak peduli lagi dengan keberadaan Khalifah dan institusi Khilafah. Ditambah lagi keberhasilan peradaban Barat kafir mencuci otak kaum Muslim dengan ideologi kapitalisme-sekular, dan memaksakan sistem pemerintahan demokrasi sekular atas negeri-negeri kaum Muslim, hingga akhirnya kaum Muslim merasa bangga dengan slogan-slogan dan pemikiran-pemikiran Barat yang sekular lagi kufur, seperti demokrasi, liberalisme, HAM, dan sebagainya. Sementara itu, pemahahaman umat Islam terhadap Khalifah dan institusi Khilafah, dari sisi kewajiban untuk mendirikannya, telah sirna. Bahkan menyebutkan namanya saja keliru. Maka, sebagaimana isyarat hadits diatas, jika institusi ke-Khilafahan lenyap, kaum Muslim tertimpa kekacauan, bagaikan anak ayam kehilangan induk; tidak memiliki pelindung/penjaga; tidak ada yang bisa mengatasi kezhaliman; tidak ada yang bisa mengganjar pelaku yang zhalim; tidak ada negara yang bisa membalas dan melawan para penjajah kafir yang menduduki negeri-negeri Islam; tidak ada yang mampu membela penindasan dan pembantaian yang dialami kaum Muslim; tidak ada yang bisa menghentikan arogansi negara-negara kufur; tidak ada yang mempedulikan harta kekayaan negeri-negeri Muslim yang dirampas; tidak ada yang memperhatikan, mengatur dan memelihara urusan-urusan kaum Muslim; tidak ada yang menegakkan sistem hukum Islam; tidak ada yang menjalankan jihad fi sabilillah; dan tidak ada lagi Darul Islam, tempat dimana di dalamnya setiap manusia akan merasakan keamanan dan keadilan karena diterapkan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kenyataan-kenyataan itu tidak akan menghilangkan status hukum untuk mewujudkan Khalifah serta ke-Khilafahan. Sebab, apa yang diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya, tetap hukumnya wajib hingga hari kiamat, betapapun pandangan manusia terhadap perbuatan tersebut. Mentaati Khalifah adalah wajib, dan hal itu tidak mungkin tanpa mendirikan terlebih dahulu institusi Khilafah Islam. Maka mengembalikan lagi institusi Khilafah adalah kewajiban bagi kaum Muslim, bahkan termasuk kewajiban yang paling besar. Melalaikan kewajiban yang diperintahkan Allah Swt dan Rasul-Nya merupakan tindakan maksiat. Oleh karena itu meninggalkan kewajiban terbesar sama artinya dengan terjerumus di dalam kemaksiatan yang paling besar. Na’udzubillahi min dzalika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-4119396754068949896?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/4119396754068949896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/01/training-motivasi-di-awal-tahun-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4119396754068949896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4119396754068949896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/01/training-motivasi-di-awal-tahun-2011.html' title='DEFINISI KHILAFAH DAN KHALIFAH'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-1621452402647463366</id><published>2011-01-20T08:17:00.000-08:00</published><updated>2011-05-09T20:25:46.432-07:00</updated><title type='text'>DARUL ISLAM DAN DARUL KUFUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar kaum Muslim tidak mengetahui apa yang dinamakan dengan Darul Islam dan Darul Kufur. Sebagian lainnya malah enggan, pobi sekaligus takut mendengar dan menyebut istilah tersebut. Apa sebenarnya yang dinamakan dengan Darul Islam dan Darul Kufur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Istilah Darul Islam dan Darul Kufur, sebenarnya sangat masyhur dan populer di dalam khasanah kitab-kitab fiqih Islam. Karena jauhnya pemahaman dan pergaulan kaum Muslim dari khasanah tsaqafah Islam, maka mereka tidak mengenal lagi istilah tersebut. Bahkan –untuk sebagian orang- merasa pobi dan takut karena nama tersebut dikaitkan dengan gerakan-gerakan politik dan bersenjata. Belum lagi stigma (cap buruk) yang ditempelkan pada istilah ini oleh para penguasa Muslim maupun negara-negara kafir penjajah, untuk menjauhkan kaum Muslim dari pemahaman yang benar tentang Darul Islam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di dalam bahasa Arab, kata dâr memiliki banyak makna, antara lain: al-‘arshah (halaman rumah), al-bina (bangunan), al-mahallah (daerah/distrik). Jadi, setiap tempat yang didiami oleh suatu komunitas manusia disebut dengan dâr-nya mereka1. Dalam bentuk jamaknya kata dâr bermakna kabilah, juga bermakna balad (negeri)2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kata dâr ini banyak dijumpai di dalam al-Quran maupun hadits-hadits Nabi saw. Sebagai contoh misalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَالدَّارُ اْلآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa, apakah kamu sekalian tidak mengerti? (TQS. al-A’raaf [7]: 169)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ذَلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللهِ النَّارُ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya, sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. (TQS. Fushshilat [41]: 28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;أن رسول الله -صلعم- أتى المقبرة فقال السلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesungguhnya Rasulullah saw pernah mendatangi pemakaman, kemudian beliau bersabda, ‘Assalamu’alaikum dar qaumi mukminin, wa inna insya Allah bikum lahiqun’ (Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada kalian, tempat kaum mukminin. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian). (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Meskipun demikian, terdapat nash (hadits) yang kemudian mengalihkan arti secara bahasa tersebut menjadi arti yang syar’i, yaitu hadits:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘Rasulullah saw, apabila mengangkat seorang amir untuk memimpin tentara atau sariyah (peperangan tanpa disertai Rasulullah-pen) beliau memberikan nasehat kepadanya agar bertakwa kepada Allah, dan agar berbuat baik kepada orang-orang muslim yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: ‘Berperanglah dengan nama Allah di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah tetapi janganlah kalian melampaui batas, janganlah kalian berkhianat, janganlah kalian memotong-motong mayat, janganlah kalian membunuh anak kecil. Apabila engkau bertemu dengan musuhmu dari orang-orang musyrik maka ajaklah mereka kepada tiga hal atau pilihan. Dan pilihan apa saja yang mereka tentukan maka terimalah, dan berhentilah kalian dalam memerangi mereka. Ajaklah mereka kepada Islam. Apabila mereka menerima seruanmu itu maka terimalah hal itu dari mereka dan hentikanlah peperangan, kemudian ajaklah mereka untuk merubah negara mereka menjadi darul Muhajirin, dan beritahukan kepada mereka bahwa jika mereka menerima hal itu, maka mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang muhajirin. Jika mereka menolak untuk merubah negara mereka menjadi darul Islam, maka beritahukan kepada mereka bahwa kedudukan mereka seperti orang-orang Arab Badwi dari kaum Muslim (yaitu) diterapkan hukum Allah atas mereka sebagaimana diterapkan atas kaum Muslim, dan mereka tidak mendapatkan sedikitpun dari fai’ dan ghanimah kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslim. Apabila mereka menolak, maka pungutlah atas mereka jizyah, dan jika mereka menerima hal itu maka janganlah engkau perangi mereka. Namun, apabila mereka menolak maka mohonlah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dengan demikian, istilah Darul Islam –yang biasa disebut juga dengan Darul Muhajirin, atau Darul Hijrah, atau Darul as-Salam- sebenarnya merupakan istilah yang syar’i, karena memiliki implikasi hukum (tertentu) terhadap kaum Muslim. Istilah tersebut biasa didengar dan diucapkan oleh kaum Muslim di masa peradaban Islam mencapai puncak-puncaknya, dan banyak dijumpai di dalam kitab-kitab fiqih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Para fuqaha imam madzhab telah membahas pengertian Darul Islam dan Darul Kufur, membuat definisinya dan menjabarkannya secara detail. Imam al-Kassani menjabarkan pemahaman madzhab Hanafi tentang Darul Islam dan Darul Kufur, bahwa Darul Kufur akan menjadi Darul Islam apabila (sistem) hukum Islam berkuasa di negeri tersebut3. Pendapat madzhab Syafi’i sebagaimana yang dikutip oleh ar-Ramli, menyebutkan bahwa Darul Islam adalah jika penduduknya mampu melindungi diri dari serangan musuh4. Sementara Ibnu al-Qayyim menukil pendapat madzhab Hambali, bahwa jika negeri tersebut didiami oleh kaum Muslim dan hukum-hukum Islam diterapkan disana5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dari paparan hadits maupun penjelasan para fuqaha tersebut tampak adanya dua unsur yang mendominasi istilah Darul Islam dan Darul Kufur. Dua unsur tersebut adalah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Penerapan hukum-hukum Islam di tempat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Kekuatan Islam –yakni keamanannya- untuk menjaga/memelihara penduduknya dari ancaman musuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, Darul Islam adalah negeri (wilayah) yang didalamnya diterapkan sistem hukum Islam, dan (sistem) keamanannya berada di tangan Islam dan kaum Muslim. Negeri semacam ini tidak akan pernah ada eksistensinya kecuali berbentuk Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah. Dari sini pula kita bisa memahami bahwa negeri-negeri Islam yang selama ini dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai ‘negara Islam’ atau Darul Islam, pada hakekatnya bukan ‘negara Islam’, atau bukan Darul Islam. Negara-negara seperti Pakistan, Arab Saudi, Iran, Libia dan sejenisnya tidak termasuk Darul Islam, karena sistem keamanan negara-negara tersebut tergantung dan menggantungkan dirinya kepada Amerika Serikat, Inggris, atau Rusia, yang notabenenya adalah negara kafir. Bahkan penerapan sebagian kecil hukum-hukum Islam, seperti potong tangan bagi pencuri, atau rajam bagi pezina, atau hukum qishash bagi pembunuhan yang disengaja, tidak bisa memasukkan negara-negara tersebut ke dalam Darul Islam. Sebab, sebagian besar muamalah dan interaksi mereka dalam bidang pendidikan, sosial, politik, militer, ekonomi dan sejenisnya, merujuk kepada sistem hukum demokrasi sekular, bukan sistem hukum Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan Darul Kufur adalah negeri (wilayah) yang di dalamnya diterapkan sistem hukum kufur, dan (sistem) keamanannya berada bukan di tangan Islam dan kaum Muslim. Dari pengertian ini, Darul Kufur bukan hanya mencakup negara-negara kapitalis Barat sekular seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia, Spanyol, Jerman, Italia dan sejenisnya; melainkan juga negeri-negeri Muslim seperti Uzbekistan, Pakistan, Irak, Mesir, Suriah, Malaysia, dan lain-lain. Jadi, selama negeri tersebut tidak menerapkan sistem hukum Islam, meskipun mayoritas penduduknya adalah kaum Muslim; atau sistem keamanannya tidak berada di tangan Islam dan kaum Muslim; maka negeri tersebut tergolong Darul Kufur. Sebaliknya, jika suatu negeri, meskipun kaum Muslim di dalamnya adalah minoritas, menerapkan sistem hukum Islam, dan keamanannya berada di tangan Islam dan kaum Muslim, maka negeri tersebut termasuk Darul Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada saat ini, kita tidak menjumpai adanya Darul Islam, meskipun di negeri-negeri Muslim. Yang ada adalah Darul Kufur. Padahal kita –kaum Muslim- diperintahkan untuk merubah negeri, tempat kita hidup, menjadi Darul Islam, sebagaimana yang dipaparkan oleh hadits Rasulullah saw. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-1621452402647463366?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/1621452402647463366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/01/alhamdulillahaku-sukses-mewujudkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1621452402647463366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1621452402647463366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2011/01/alhamdulillahaku-sukses-mewujudkan.html' title='DARUL ISLAM DAN DARUL KUFUR'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-8167185812234968961</id><published>2010-12-27T21:34:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T21:44:24.787-08:00</updated><title type='text'>APAKAH INI PERAMPOKAN ????? PT Freeport Sehari Kantongi 102 Kg Emas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Direktur Lembaga Analisa Kebijakan Daerah Lamadi de Lamato mengatakan, kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jayapura diharapkan bisa meninjau ulang kontrak karya PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura, Mimika, Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini banyak hasil yang diambil PT Freeport dari perut bumi Papua, tetapi manfaat balik yang diberikan kepada masyarakat asli Papua masih relatif belum sesuai," katanya di Jayapura, Minggu (21/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lamadi Lamato, sesuai data yang baru-baru ini dipublikasikan di media massa, setiap harinya PT Freeport Indonesia menghasillkan 102 kilogram emas, di luar konsentrat tambang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Bayangkan berapa besar keuntungan yang telah didapat. Tetapi, dana yang diberikan bagi masyarakat asli pemilik ulayat hanya satu persen, dan itu pun sampai saat ini masih menjadi persoalan karena diperebutkan banyak pihak," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Lamadi meminta Presiden SBY dalam kunjungannya di Jayapura menyempatkan diri untuk membahas masalah kontrak karya Freeport ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pembahasan masalah kontrak karya Freeport, Lamadi juga menuturkan, hal lain yang tidak kalah pentingnya yang harus diluruskan oleh Presiden SBY adalah masalah rencana evaluasi undang-undang otonomi khusus yang belum dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY dan rombongan dijadwalkan tiba di Jayapura Minggu sore nanti, dan akan melakukan serangkaian kegiatan, di antaranya membuka kegiatan pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara di Universitas Cenderawasih, Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membuka pertemuan BEM se-Nusantara itu, Presiden SBY juga akan memberi pengarahan dalam pertemuan Penguatan Kapasitas Keuangan Daerah yang rencananya digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua pada Minggu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara tersebut akan dilakukan penandatanganan pakta integritas bersama pihak DPRD, bupati/wali kota ataupun pimpinan daerah antara Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui, kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Papua akan didampingi pejabat eselon I, antara lain dari KPK, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan&lt;br /&gt;Sumber : www.mediaummat.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-8167185812234968961?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/8167185812234968961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/apakah-ini-perampokan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/8167185812234968961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/8167185812234968961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/apakah-ini-perampokan.html' title='APAKAH INI PERAMPOKAN ????? PT Freeport Sehari Kantongi 102 Kg Emas'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-5478527294016381450</id><published>2010-12-27T21:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T21:34:25.100-08:00</updated><title type='text'>CIUM BAU ANYIR SAAT BERADA DI MUSEUM MUATAFA KEMAL ATATURK</title><content type='html'>Cerita Siswa SMAN 2 Cibinong dalam Pertukaran Pelajar ke Turki (2)&lt;br /&gt;Laporan: MUHAMMAD RURI ARIATULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara Turki tak lepas dari keunikan yang ada di negara tersebut. Betapa tidak, negara ini terletak di dua benua yaitu Asia dan Eropa yang hanya dipisahkan Laut Marmara. Selain itu, Turki juga dikenal sangat peduli dengan kelestarian sejarah bangsanya, termasuk peninggalan milik Bapak Pendiri Bangsa Mustafa Kemal Ataturk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BERADA di Negara Turki membuat kelima siswa SMAN 2 Cibinong terkesan. Bukan hanya karena keramahan yang ditunjukkan masyarakatnya, namun pula kebersihan serta keteraturan hidup khas Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Euro-Asia itu sangat peduli terhadap penataan wilayahnya. Tidak ada perbedaan antara kota besar maupun kecil, seluruhnya tertata sangat rapi dengan didominasi apartemen sebagai tempat tinggal warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pula yang dirasakan lima siswa SMAN 2 Cibinong, yakni Liana Aprillia Yusuf, Benaverd Rizanda PL, Devita Nurvidya, Izzudin Al Faruq dan Hasnatika Mazziyah ketika berada di sana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak tiba di Kota Aeyoup, mereka langsung disuguhi panorama Turki yang begitu indah. Walaupun tidak memiliki pohon rimbun layaknya Bogor, namun arsitektur bangunan yang tersusun rapi membuatnya enak dipandang mata. Meski kala itu suhu udara berada di bawah 17 derajat celsius, namun tidak mengurangi antusias para siswa untuk mengelilingi Aeyoup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Aeyoup dan memperkenalkan budaya khas Indonesia kepada pelajar Turki, siswa SMAN 2 Cibinong juga berkesempatan mengelilingi beberapa tempat bersejarah yang ada di Turki. Salah satunya saat berada di Ankara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ibukota Turki itulah, jasad Bapak Pendiri Bangsa Mustafa Kemal Ataturk berada, tepatnya di Museum Anitkabir. Konon, saat ia wafat jasadnya tidak diterima bumi karena dosa-dosa besarnya terhadap masyarakat Turki saat berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak bisa dikubur, maka dibuatkan monumen dengan menempatkan tubuh Kemal Ataturk di dalam peti jenasah. “Saat kami mengunjungi Museum Anitkabir, seluruh tubuh harus disemprotkan cairan pewangi karena makam Kemal Ataturk selalu mengeluarkan bau busuk,” cerita Liana Aprillia Yusuf.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.radar-bogor.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-5478527294016381450?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/5478527294016381450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/cium-bau-anyir-saat-berada-di-museum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/5478527294016381450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/5478527294016381450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/cium-bau-anyir-saat-berada-di-museum.html' title='CIUM BAU ANYIR SAAT BERADA DI MUSEUM MUATAFA KEMAL ATATURK'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-2048868924555741046</id><published>2010-12-17T08:36:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T08:38:58.648-08:00</updated><title type='text'>Nafaits Tsamarat: Malu dan Keutamaannya</title><content type='html'>Dari Ibnu Umar-semoga Allah meridhoi keduanya-bahwa Rasulullah Saw melewati (bertemu) seseorang di antara kaum Anshor yang sedang menasehati saudaranya terkait sifat malu, (karena ia begitu pemalu hingga banyak hak-haknya yang tidak terpenuhi, maka saudaranya itu pun marah). Melihat itu, Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنْ اْلإِيمَانِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarkan ia-dengan sifat malunya itu-sebab malu itu sebagian dari keimanan.” (HR. Al-bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Hushain-semoga Allah meridhoi keduanya-yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيْرٍ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malu itu tidak akan mendatangkan (sesuatu), kecuali kebaikan.” (HR. Al-bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malu itu semuanya adalah kebaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malu itu semuanya adalah kebaikan.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah-semoga Allah meridhoinya-bahwa Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu memiliki tujuh puluh tiga lebih atau enam puluh tiga lebih cabang. Sedang yang paling utama (tinggi) adalah ucapan ‘Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah’; sementara yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan(batu, duri, kotoran, dll) dari jalan. Dan malu itu merupakan cabang dari keimanan.” (HR. Al-bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id al-Khudri-semoga Allah meridhoinya-yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«كَانَ رَسُولُ اللّهِ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ الْعَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا فَإِذَا رَأَى شَيْئاً يَكْرَهُهُ عَرَفْنَاهُ فِي وَجْهِهِ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah Saw lebih pemalu dari pada perawan yang sedang dalam kamar pribadinya. Ketika beliau melihat sesuatu yang dibencinya, maka kami melihat hal itu dari wajahnya.” (HR. Al-bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama mengatakan bahwa hakikat malu adalah tabiat (kebiasaan) yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan atau apapun yang buruk, keji dan cabul, serta mencegahnya dari mengabaikan hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Qasim al-Junaidi-semoga Allah merahmatinya-berkata: “Malu adalah melihat berbagai kenikmatan dan melihat buruknya lalai terhadap perkara yang buruk, keji dan cabul. Kemudian dari keduanya itulah akan lahir suatu keadaan yang disebut dengan al-hayâ’, malu.” (Imam Nawawi, Riyâdhush Shâlihîn, hlm. 145).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  www.hizb-ut-tahrir.info&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-2048868924555741046?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/2048868924555741046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/nafaits-tsamarat-malu-dan-keutamaannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/2048868924555741046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/2048868924555741046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/nafaits-tsamarat-malu-dan-keutamaannya.html' title='Nafaits Tsamarat: Malu dan Keutamaannya'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-4210107491596510849</id><published>2010-12-17T08:18:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T08:26:24.273-08:00</updated><title type='text'>Allah SWT pasti akan menolong Orang-Orang yang Beriman</title><content type='html'>Peristiwa Perang Badar&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Perang Badar, menurut riwayat Abu Ishaq, Rasulullah keluar bersama 314 orang sahabatnya pada suatu malam di bulan Ramadhan dengan membawa 70 ekor unta. Setiap unta ditunggangi secara bergantian oleh duA atau tiga orang. Kaum muslimin tidak mengetahui keberangkatan bala bantuan Quraisy yang keluar dari Mekah dengan tujuan perang. Pada saat itu, Abu Sofyan berhasil lolos menyusuri mata air Badar dengan melewati jalanan panjang menuju Mekah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW beserta para sahabat berjalan menuju Badar dan langsung mengambil posisi yang menguntungkan. Setelah orang-orang musyrik muncul dan kedua pihak saling melihat, beliau berdiri memohon pertolongan kepada Allah, diikuti sahabat lainnya dengan penuh ikhlas dan rendah diri di hadapanNya. Ketika dua pasukan semakin mendekat, Rasulullah berdiri di tengah kaum muslimin untuk menyampaikan nasihat dan mengingatkan kemenangan yang tak akan lama lagi diraih. Beliau juga mengabarkan, bahwa Allah menjanjikan masuk surga, bagi siapapun yang syahid di jalanNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada peperangan ini, diriwayatkan bahwa Rasulullah senantiasa terus memperbanyak doa, dengan penuh ketundukan dan khusyu’, sehingga Abu Bakar iba melihat beliau seraya berkata “Ya Rasulullah, demi diriku yang berada di tanganNya, bergembiralah! Sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi janjiNya kepadaMu.” Salah satu dari doa beliau, “Ya Allah, inilah orang-orang Quraisy yang datang dengan kecongkakan dan kesombongannya untuk mendustakan RasulMu. Ya Allah, tunaikanlah kemenangan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, kalahkan mereka esok hari…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertempuran dimuali pada pagi hari tahun kedua hujriyah. Rasulullah mengambil seganggam krikil dan melemparakannya ke arah kaum musyrik seraya berkata, “Hancurlah wajah-wajah mereka!” sehingga menimpa mata semua pasukan Quraisy. Allah pun mendukung kaum mukmin dengan bala bantuan berupa Malaikat. Akhirnya, kemenangan besar diraih kaum muslimin. Ada 70 musyrikin yang terbunuh dan 70 orang yang tertawan, sedangkan ada 14 orang dari kaum mukminin yang mengapai syahid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Pertolongan Allah Dalam Perang Badar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya betapa banyak dan besarnya pertolongan yang Allah berikan bagi pasukan Rasulullah Saw. dalam perang Badar. Betapa janji Allah selalu benar, bahwa Allah Swt. pasti akan menolong hambaNya yang menolong agamaNya. Sejarah telah mencatat rahmat Allah yang menyertai orang-orang yang beriman. Kemenangan sejati selalu ada ketika ia bersandingan dengan iman. Berikut adalah beberapa hal yang menyokong kemenangan yang diraih kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   Sejarah telah mencatat rahmat Allah yang menyertai orang-orang yang beriman. Kemenangan sejati selalu ada ketika ia bersandingan dengan iman&lt;br /&gt;   1.    Pasukan Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa ketika seorang sahabat mengejar dengan gigih seorang musyrik yang ada di depannya, tiba-tiba ia mendengar suara pukulan dan suara penunggang kuda yang menghentakkan kudanya. Lalu sahabta tersebut melihat orang musyrik itu jatuh tewas terkapar dengan keadaan hidung dan wajahnya terluka berat akibat pukulan keras. Hal tersebut ia ceritaka kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Kau benar, itu adalah pertolongan Allah dari langit ketiga.” (H.R.Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Kemenangan pada perang Badar menjadi pesta di kalangan para malaikat karena peristiwa ini adalah pertama kalinya mereka diizinkan terjun ke gelanggang perang di bawah komando Jibril dengan seribu pasukan malaikat pilihan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan kepadamu bala bantuan dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (Q.S.An Anfal:9)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Para Malaikat yang terlibat dalam Perang Badar memiliki kemuliaan di antara semua malaikat. Rafi’ah bin Rafi’ Az Zarqi mengatakan, “Jibril berkata kepada Nabi SAW dan berkata: Bagaimana kalian menganggap veteran Badar di antara kalian? Rasulullah manjawab: Termasuk muslimin yang paling mulia. Jibril berkata: demikian pula malaikat yang mengikuti perang Badar.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;   2.    Allah Meneguhkan Hati &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    “Dan Allah tidak menjadikan (bantuan bala tentara malaikat itu) melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tentram karenanya. Dan kemenangan itu hanya dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa Maha Perkasa. (Q.S.Al Anfal:10)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;   3.    Rasa Kantuk dan Turunnya Hujan&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    “Sesungguhnya Allah manjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman dariNya dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk membersihkanmu. Karena dengan air hujan itu, Allah Swt. menghilangkan gangguan syetan darimu dan menguatkan hatimu serta memperteguh  kedudukanmu.” (Q.S.Al Anfal:11)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Rasa kantuk yang melanda para mujahid Badar merupakan salah satu nikmat. Mengapa demikian? Karena situasi perang tidak kondusif untuk tidur, guna mengembalikan energi, maka rasa kantuk menjadi suatu terapi dari suasana yang tegang dan mencekam. Karena malam hari bagi kaum musyrikin adalah untuk bersenang-senang, sementara kaum mslimin dikaruniakan rasa kantuk sebagai rangsangan tidur untuk memulihkan kembali tenaga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Saat itu pun turun hujan baik di tempat kaum muslim maupun kafir. Hal ini berdampak nikmat bagi kaum muslim tetapi menjadi siksaan dan kendala bagi kaum kafir. Contohnya, tanah kaum muslim menjadi padat dan tidak berdebu sehingga menjadi kokoh diinjak dan tidak mengganggu pandangan. Hujan menjadi salah satu bantuan dalam bentuk rahmat yang Allah Swt. turunkan kepada kaum mu’minin dalam pertempuran Badar itu, selain  jundun min jundillah atau tentara Allah, sepertia para malaikat yang Allah turunkan untuk mengacaukan pasukan kaum Musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Rasulullah saw. dan generasi awal umat ini benar-benar menyadari, bahwa masyarakat paganis ekstrim dari keturunan Quraisy dan semua kelompok yang sejenis dengannya tidak akan pernah membiarkan umat Islam memiliki kebebasan menjalankan Syari’atnya di Kota Yatsrib, setelah sebelumnya mereka diusir beramai-ramai dari Kota Makkah. Dari itu, umat Islam pun mempersiapkan segalanya.&lt;br /&gt;   Di Kota Madinah kaum Muslimin mempersiapkan diri dengan membangun kekuatan dengan cara selalu berlatih berperang, agar mereka tidak lagi dilecehkan orang-orang musyrik dan juga kabilah-kabila Yahudi. Sadar akan kekuatan Islam yang selama ini tersebunyi. Hal ini menggetarkan musuh, sehingga musuh tidak menyerang umat Islam di Kota Madinah. Bahkan dengan kekuatan yang dimiliki kaum muslimin ini, masyarakat Quraisy paham bahwa orang-orang Muhajirin yang selama ini lari dari tekanan dan penindasannya, bukan lagi pada posisi yang lemah dan hina. Namun kini mereka telah berubah menjadi satu komunitas yang kuat, dan mampu menggetarkan mereka. Dari itu pasukun Rasululah  patut diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Latihan dan Persiapan Berkala&lt;br /&gt;   Rasulullah saw. segera melatih para sahabatnya dan mengutus mereka untuk melakukan pengintaian di sekitar Kota Madinah secara berkala. Tujuannya adalah sebagai latihan, eksplorasi, dan persiapan peperangan. Beberapa tugas yang pernah beliau delegasikan kepada para sahabat antara lain:&lt;br /&gt;   1.   Pasukan yang dipimpin oleh Hamzah bin ‘Abdul Muththalib. Mereka sebanyak 30 orang penunggang kuda dari kalangan Muhajirin. Pasukan ini ditugaskan berpatroli mengawasi wilayah dari penyelusupan kaum Musyrikin, hingga meliwati daerah Al-‘Iish di tepi laut.&lt;br /&gt;   2.  Pasukan yang dipimpin oleh ‘Ubaidah bin Harits. Mereka sebanyak 60 orang penunggang kuda dari kalangan Muhajirin sampai ke daerah Raabigh.&lt;br /&gt;   3.  Pasukan yang dipimpin oleh Sa’d bin Abi Waqqash, dengan kekuatan pengintai berjumlah 80 orang Muhajirin dan bertugas sepanjang jalan yang menghubungkan Makkah dan Madinah.&lt;br /&gt;   4.  Perang Wuddan. Pasukan yang langsung di bawah pimpinan Rasulullah saw. berjumlah 200 orang penunggang kuda, onta dan pejalan kaki,  berjalan memantau wilayah kekuasaan hingga daerah Wuddan. Dalam menjalankan tugas pengawasan wilayah yang dipimpin langsung oleh Rasulullah terjadi Peperangan Wudan. Pada peperangan ini Rasulullah saw. mengadakan perjanjian dengan Bani Dhamrah. Salah satu tujuan peperangan ini adalah untuk membangun sebuah aliansi dengan kabilah-kabilah yang selama ini menguasai jalur yang menghubungkan antara Kota Makkah dan Madinah.&lt;br /&gt;   5.    Perang ‘Usyairah. peperangan dengan jumlah pasukan sebanyak 200 orang penunggang dan pejalan kaki di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. Tujuan dari peperangan ini adalah untuk menunjukkan kekuatan kaum muslimin di hadapan orang-orang musyrikin serta membangun kesepahaman dengan kabilah-kabilah yang terdapat di daerah jalur perdagangan orang Quraisy di antara Kota Makkah dan Madinah.&lt;br /&gt;   6.    Perang Buwaath. Peperangan dengan jumlah pasukan sebanyak 200 orang penunggang dan pejalan kaki di bawah kemimpinan Rasulullah saw. Tujuannya adalah untuk bisa sampai ke daerah Buwaath dari sisi gunung Radhwa ke jalur perdagangan Quraisy di antara kota Makkah dan Madinah, selain untuk menekan kegiatan perdagangan mereka.&lt;br /&gt;   7.    Pasukan di bawah pimpinan ‘Abdullah bin Jahsy. Pengintaian berkekuatan delapan orang dari kalangan Muhajirin. Bersama itu, ‘Abdullah membawa sepucuk surat dari Rasulullah saw. Beliau berpesan untuk tidak membuka surat tersebut kecuali dua hari setelah mereka melakukan perjalanan. Ketika surat itu dibuka, di dalamnya terdapat tulisan, ”Jika engkau telah membaca surat ini, maka teruslah berjalan hingga engkau sampai di sebuah pohon kurma yang terletak di antara Makkah dan Thaif. Lalu perhatikan gerak-gerik orang Quraisy dan berikan informasinya kepada kami.” Abdullah segera berangkat hingga akhirnya ia sampai di sebuah pohon kurma. Sebuah kafilah Quraisy lewat dan langsung di serang oleh kaum muslimin. Pada peperangan ini, orang-orang musyrikin yang tewas antara lain ‘Amr bin Hadhrami, sementara kaum muslimin berhasil menawan dua orang dari kalangan musyrikin, namun yang keempat berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;   8.    Perang Badar Pertama. Prediksi Rasulullah saw. dan para sahabat tentang kaum musyrikin benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Tak lama setelah beliau menetap di Kota Madinah, orang-orang musyrikin di bawah pimpinan Karz bin Jabir Al-Fihry melakukan penyerangan terhadap ladang pengembalaan hewan milik orang Madinah dan merampas beberapa ekor unta dan kambing milik kaum muslimin. Rasulullah Saw. pun segera bergerak untuk mengusir agresor tersebut dan merebut kembali unta maupun kambing milik kaum muslimin yang sempat mereka rampas. Pasukan perang kaum muslimin di bawah pimpinan Rasulullah Saw. ketika itu bergerak sampai ke daerah Wadi Sufyan, dekat dengan Badar. Namun demikian mereka tidak dapat mengejar agresor musyrikin sehingga mereka pun harus kembali tanpa ada peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Latar Belakang Perang Badar Kubra&lt;br /&gt;   Perang Badar yang meletus antar kaum muslimin dan orang-orang musyrik dipicu oleh beberapa sebab, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pengusiran Kaum Muslimin dari Kota Makkah&lt;br /&gt;   Genderang perang terhadap kaum muslimin, sebenarnya sudah ditabuh oleh orang-orang musyrikin sejak Rasulullah Saw. menyampaikan risalah dakwah. Mereka telah melakukan penyiksaan terhadap kaum muslimian dan merampas harta benda para sahabat nabi di kota Makkah. Perlakukan mereka terhadap orang-orang Muhajirintidak lagi mengenal prikemanusiaan. Mereka rampas rumah dan kekayaan kaum Muhajirin. Orang Islam pun melarikan diri dan menukarnya dengan keridhoan Allah Swt. Kita dapat melihat sendiri bagaimana orang kafir Quraisy merampas dan menguasai harta benda Shuhaib sebagai imbalannya, Shuhaib diizinkan untuk berhijrah ke Madinah. Kita pun dapat menyaksikan bagaimana mereka menduduki rumah-rumah dan peninggalan kaum muslimin yang ditinggal oleh pemiliknya. Dan kejadian 15 abad yang lalu tak ubahnya seperti yang sedang mereka lakukan di Palestina, Afganistan, Irak dan negara-negara Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Penindasan Terhadap Umat Islam Hingga Kota Madinah&lt;br /&gt;   Apa yang dilakukan orang Quraisy terhadap umat Islam, ternyata tidak hanya ketika mereka berada di Kota Makkah. Di bahwa pimpinan Kurz bin Habbab Al-Fihri, mereka memprovokasi kaum musyrikin lainnya untuk menyerang, menteror, dan menguasai harta benda milik kaum muslimin yang ada di Kota Madinah (sebagaimana yang terjadi pada Perang Badar Shughra). Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila orang-orang musyrik menerima balasan atas semua permusuhan dan penindasan mereka terhadap umat Islam selama ini. Mereka begitu sadar, bahwa banyak kepentingan dan hasil perdagangan mereka yang akan berpindah ke tangan orang-orang Islam di sana, selain bahwa kini Islam telah memiliki pasukan dan wilayah yang mampu memberikan perlawanan atas kewenang-wenangan, menegakkan kebenaran dan menumbangkan kebatilan meskipun orang-orang yang berhati durjana tidak menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Memberi Pelajaran Kepada Quraisy&lt;br /&gt;   Oleh karena itu, begitu Rasulullah saw. mendengar bahwa kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb dan ‘Amr bin Al-‘Ash bersama 40 orang bergerak dari Syam membawa harta orang-orang Quraisy yang keseluruhannya mencapai seribu ekor unta, maka beliau pun segera mengajak kaum muslimin untuk bergerak mendatanginya. Rasulullah saw. mengatakan, ”Ini adalah perdagangan Quraisy. Maka keluarlah kalian, semoga Allah swt. akan memberikannya kepada kalian.” Mendengar seruan ini, sebagian kaum muslimin menyambutnya sementara yang lainnya merasa sedikit berat dengannya. Mereka menggangap bahwa ketika itu Rasulullah saw. tidak bermaksud mengumandangkan sebuah peperangan. Karena beliau mengatakan, ”Barangsiapa yang saat ini memiliki tunggangan, maka hendaklah ia ikut bersama kami.” Beliau tidak menunggu sahabat yang tunggangannya tidak ada pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hasil Perang Badar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Perang Badar (dengan seluruh hasil yang ia torehkan bagi sejarah harakah Islamiah maupun sejarah umat manusia seluruhnya) telah menjadi sebuah pelajaran yang sangat jelas sekali bagi harakah Islamiah maupun bagi perjalanan sejarah ke depan. Allah swt. menyebut hari itu dengan nama “yaumul furqan yaum iltaqa al-jam’an” atau hari pembeda, hari dimana dua kekuatan bertemu. Peperangan ini sendiri memberikan beberapa buah hasil penting antara lain:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   1.    Perang Badar merupakan pembatas di antara dua ikatan dan menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil. Kekuatan umat Islam semakin kuat sehingga dataran Arab pun turut memperhitungkannya. Kebenaran muncul di permukaan dengan rambu-rambu akidah dan prinsip-prinsip dasar yang dibawanya.&lt;br /&gt;   2.    Tergoncangnya kedudukan Quraisy di mata orang Arab serta kegalauan penduduk Makkah di hadapan tamparan yang tak diduga tersebut.&lt;br /&gt;   3.     Tampilnya umat Islam sebagai sebuah kekuatan yang memiliki arti dan pengaruh. Hal ini menyebabkan banyak kabilah yang tinggal di sepanjang jalur Makkah dan Syam membuat perjanjian kesepakatan dengan mereka. Dengan demikian kaum muslimin sudah berhasil menguasai jalur tersebut.&lt;br /&gt;   4.    Sebelum Perang Badar meletus, kaum muslimin mengkhawatirkan keberadaan orang-orang non muslim yang tinggal di kota Madinah. Namun setelah mereka kembali ternyata kenyataannya justru sebaliknya.&lt;br /&gt;   5.    Semakin bertambahnya kebencian orang-orang Yahudi terhadap umat Islam. Sebagian mereka mulai menunjukkan permusuhannya secara terang-terangan. Sementara yang lainnya menjadi agen yang membawa berita seputar perihal kaum muslimin kepada orang-orang Quraisy serta memprovokasi mereka untuk menyerang umat Islam.&lt;br /&gt;   6.    Aktivitas perdagangan Quraisy menjadi semakin sempit. Akhirnya mereka terpaksa menapaki jalur Irak melalui Najd karena takut apabila dikuasai oleh orang-orang islam. Dan jalur ini merupakan jalur yang panjang.&lt;br /&gt;   7.    Pada Perang Badar, 14 orang dari kalangan umat Islam gugur sebagai syuhada; 6 orang dari kalangan Muhajirin dan 8 orang dari kalangan Anshar. Sementara dari pihak orang musyrikin tewas sebanyak 70 orang dan 70 orang lagi berhasil ditawan. Kebanyakan dari mereka adalah pemuka dan pembesar Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Muroji’&lt;br /&gt;   1.    Tafsir Al Munir Fi al Aqiidati Wa syari’ati wa minhaji&lt;br /&gt;   2.    Tahdzib Sirah Ibnu Hisyam,&lt;br /&gt;   3.    .Ar-Raudh al Anf ; 2/32-38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber :www.voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-4210107491596510849?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/4210107491596510849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/allah-swt-pasti-akan-menolong-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4210107491596510849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4210107491596510849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/12/allah-swt-pasti-akan-menolong-orang.html' title='Allah SWT pasti akan menolong Orang-Orang yang Beriman'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-1947826858341841642</id><published>2010-10-28T02:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T02:11:03.957-07:00</updated><title type='text'>AGAMA DAN NEGARA</title><content type='html'>Dalam Pandangan Islam&lt;br /&gt;Pembicaraan publik tentang hubungan agama dan negara kembali mencuat. Kompas (28-29/5/99) secara khusus mengungkap pandangan mengenai hubungan agama dan negara dari beberapa partai politik peserta pemilu (PKU, Golkar, PBB, PKB, PAN, dan PK).&lt;br /&gt;Asnawi Latief, Sekjen PKU, menyatakan bahwa hubungan agama dan negara sudah selesai dan tak ada masalah. Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler, melainkan negara Ketuhanan, katanya. Sementara Slamet Effendy Yusuf, ketua partai Golkar, berpendapat bahwa nilai substansial dari agama harus tercermin dalam keseluruhan pengelolaan negara, tanpa harus menjadikan Indonesia sebagai negara agama. Senada dengan ini, adalah pernyataan Wakil Sekjen PAN, Hasballah M.Saad. Katanya, negara itu tidak mempunyai agama, tetapi warga negara punya agama. (Kompas, 28-29/5/1999).&lt;br /&gt;Berbeda dari mereka, adalah pendapat Dr. HM. Hidayat Nur Wahid (PK) dan H. Ahmad Sumargono (PBB). Menurut Hidayat, ungkapan Indonesia bukan negara agama dan bukan negara sekuler mengandung ambivalen dan kontraproduktif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini menafikan faktor agama dalam kehidupan bernegara, seolah-olah nilai agama boleh dipinggirkan. Sedang Sumargono menyatakan, dalam Islam, agama dan negara tak bisa dipisahkan. (Ibid., 28-29/5/99).&lt;br /&gt;Yang tampak paling kontroversial adalah pandangan Dr. Alwi Shihab, Ketua PKB. Mengacu kepada pendapat Ali Abdur Raziq, pengarang kitab Al Islam wa Ushulul Hukm, Alwi berpandangan, pertama, Nabi Muhammad SAW tidak diperintahkan membentuk negara, dan otoritasnya pun hanya di bidang spiritual saja. Kedua, Islam tidak mencanangkan sistem negara tertentu, apakah itu monarki, republik, atau apa pun. Ketiga, bentuk pemerintahan yang didirikan setelah wafatnya Nabi SAW (Khilafah) tidak memiliki landasan doktrin, tetapi hanya berdasarkan pertimbangan pragmatis saja, yang kemudian baru dinyatakan legitimate dari segi doktrin. Keempat, dalam sejarah Islam, pemerintahan yang diberi legitimasi agama (yaitu Khilafah, yang menurutnya seharusnya tidak ada!) bertanggung jawab atas lahirnya tirani. (Ibid., 29/5/99)&lt;br /&gt;Umat mungkin bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya hubungan agama dan negara dalam pandangan Islam? Siapa itu Ali Abdur Raziq yang pendapatnya diadopsi oleh Alwi Shihab? Tulisan ini mencoba menguraikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Agama dan Negara Menurut Islam&lt;br /&gt;Setidaknya terdapat tiga pandangan hubungan agama-negara, sesuai dengan ketiga ideologi yang ada di dunia dewasa ini; Sosialisme, Kapitalisme, dan Islam,. &lt;br /&gt;Pertama, agama tidak mendapat tempat sama sekali dalam kehidupan bernegara. Sebab agama dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya bagaikan candu bagi masyarakat. Agama dipandang sebagai ilusi belaka yang diciptakan kaum agamawan yang berkolaborasi dengan penguasa borjuis, dengan tujuan untuk meninabobokkan rakyat sehingga rakyat lebih mudah ditindas dan dieksploitir. Agama dianggap khayalan, karena berhubungan dengan hal-hal gaib yang non-empirik. Segala sesuatu yang ada, dalam pandangan ini, adalah benda (materi) belaka. Inilah pandangan ideologi Sosialisme yang telah diadopsi oleh negara-negara sosialis seperti Uni Soviet, RRC, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kedua, agama terpisah dari negara. Pandangan ini tidak menafikan agama, tetapi hanya menolak peran agama dalam kehidupan publik. Agama hanya menjadi urusan pribadi antara manusia dengan Tuhan, atau sekedar sebagai ajaran moral atau etika bagi individu, tetapi tidak menjadi peraturan untuk kehidupan bernegara dan bermasyarakat, seperti peraturan untuk sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem sosial, dan sebagainya. Pandangan ini dikenal dengan Sekularisme, yang menjadi asas ideologi Kapitalisme yang dianut negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Eropa serta negara-negara lain pengikut mereka. &lt;br /&gt;Ketiga, agama tidak terpisah dari negara, sebab agama mengatur segala aspek kehidupan, termasuk di dalamnya aspek politik dan kenegaraan. Agama bukan sekedar urusan pribadi atau ajaran moral yang bersifat individual belaka, melainkan pengatur bagi seluruh interaksi yang dilakukan oleh manusia dalam hidupnya, baik interaksi manusia dengan Tuhan, manusia dengan dirinya sendiri, maupun manusia yang satu dengan manusia yang lain. Keberadaan negara bahkan dipandang sebagai syarat mutlak agar seluruh peraturan agama dapat diterapkan. Inilah pandangan ideologi Islam, yang pernah diterapkan sejak Rasulullah SAW berhijrah dan menjadi kepala negara Islam di Madinah hingga hancurnya Khilafah Utsmaniyah di Turki tahun 1924. (Lihat Taqiyuddin An Nabhani, Nizhamul Islam, hal. 24-26; juga Abdul Qadim Zallum, Ad Dimuqrathiyah Nizham Kufur, hal. 39-40).&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang telah sempurna lagipula menjelaskan segala sesuatu. Artinya, Islam telah menjangkau dan menerangkan peraturan untuk semua perbuatan manusia dalam segala aspek kehidupannya, secara sempurna dan menyeluruh, termasuk di dalamnya aspek kenegaraan. Allah SWT berfirman :"Pada hari ini, telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian ni'mat-Ku, dan telah Kuridlai Islam itu menjadi agama bagi kalian." (QS. Al Maa`idah 3)&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : "Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu." (QS. An Nahl 89).&lt;br /&gt;Walhasil, Islam tidak pernah melalaikan dan mendiamkan satu pun perbuatan manusia, apalagi aspek kenegaraan yang sangat berpengaruh atas masyarakat luas. Mengatakan Islam tidak punya konsep negara, sama saja menganggap Islam tidak sempurna. Tentu saja, kesempurnaan Islam tidak berarti semua hukum-hukumnya sudah tersedia secara instan seperti ensiklopedi atau buku pintar, sehingga tinggal diterapkan begitu saja. Tidak demikian, sebab terkadang Islam menjelaskan suatu perbuatan dengan nash Al Qur`an dan As Sunnah, dan terkadang dengan menetapkan amaarah (tanda/isyarat) dalam Al Qur`an dan As Sunnah yang menunjukkan suatu status hukum. Untuk yang kedua ini, kaum muslimin tidak bisa hanya berpangku tangan, tetapi harus mengerahkan daya pikir untuk berijtihad guna mengetahui hukum-hukumnya (Lihat Abdul Qadim Zallum, idem, hal. 32-33).&lt;br /&gt;Berdasarkan keyakinan akan kesempurnaan Islam itu, wajarlah jika para ulama yang terpercaya menyusun formulasi hubungan agama-negara secara tepat, yakni sebagai satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Abdul Qadir 'Audah, misalnya, menerangkan bahwa Islam adalah agama yang menyeluruh, yang di dalamnya tercakup aspek kenegaraan. Beliau mengatakan : "Islam itu bukanlah sekedar agama (ritual) belaka, akan tetapi ia adalah agama dan (di antaranya adalah) negara. Dan sudah menjadi tabi'at agama Islam, bahwa dia itu mempunyai negara untuk melaksanakan Islam..." (Lihat Abdul Qadir 'Audah, Al Islam wa Audla'una As Siyasiyah, hal. 19)&lt;br /&gt;Muhammad Al Ghazali menjelaskan hubungan erat agama-negara dengan mengatakan : "Islam tanpa negara adalah bagaikan pohon tanpa buah, atau bagaikan tubuh tanpa nyawa." (Lihat M Al Ghazali, Ma'rakat Al Mushhaf, hal. 68)&lt;br /&gt;Sementara itu Imam Al Ghazali menyatakan bahwa agama dan kekuasaan (baca:negara), adalah bagaikan saudara kembar, serta saling membutuhkan satu sama lain. Jadi, keduanya tak terpisahkan. Beliau mengatakan : "...Oleh karena itu, dikatakan bahwa agama dan kekuasaan adalah bagaikan dua saudara kembar. Dikatakan pula, bahwa agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi akan runtuh, sedang segala sesuatu yang tidak berpenjaga akan hilang lenyap." (Lihat Imam Al Ghazali, Al Iqtishad fil I'tiqad, hal. 199)&lt;br /&gt;Selain itu, tak sedikit ulama yang menerangkan, bahwa keberadaan negara Islam sangatlah mutlak demi terlaksananya beranekaragam hukum yang memang tak akan dapat berjalan tanpa negara, seperti ahkam jina`iyah (sanksi-sanksi pidana) misalnya qishash, ahkam maaliyah (aspek keuangan dan perekonomian) misalnya pengumpulan dan pendistribusian zakat, ahkam dauliyah (hubungan internasional) misalnya jihad dan cabang-cabang hukumnya seperti pembagian ghanimah dan penebusan tawanan perang, dan ahkam dusturiah (aspek pemerintahan) misalnya hak dan kewajiban dari penguasa dan rakyat. Muhammad bin Al Mubarak, misalnya, berkata : "Al Qur`an mengandung hukum-hukum yang mustahil dapat diterapkan tanpa adanya pemerintahan dan negara (Islam), yang mengambil dan menerapkan hukum-hukum itu...Maka sesungguhnya mendirikan negara dan menjalankan tugas pemerintahan dan kekuasaan, adalah bagian substansial dari ajaran Islam. Islam tak akan tegak sempurna tanpa negara dan bahkan keislaman kaum muslimin pun tak akan sempurna tanpa negara." (Muhammad bin Al Mubarak, Al Hukmu wa Ad Daulah, hal. 11)&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit pandangan ulama yang mengungkapkan hubungan agama-negara menurut Islam. Jelas bahwa agama (Islam) memang tidak terpisah dari negara, sebab agama mengatur segala aspek kehidupan, termasuk di dalamnya aspek politik dan kenegaraan. Dengan kata lain, hubungan agama dan negara, adalah hubungan keseluruhan dengan sebagian dari keseluruhan itu. Namun kedudukan negara berbeda dengan bagian-bagian lain dari ajaran Islam. Kedudukan negara dipandang sangat urgen, karena pelaksanaan ajaran-ajaran Islam secara total, bertumpu pada keberadaan institusi negara. Karenanya, keberadaan negara merupakan syarat mutlak dan esensial, agar seluruh peraturan Islam dapat diterapkan secara kaffah tanpa mengecualikan yang satu dari lainnya.&lt;br /&gt;Sejalan dengan pandangan di atas, maka sudah sewajarnya dan bahkan sudah seharusnya, bila Islam mewajibkan eksistensi negara yang bertugas menerapkan Islam secara total. Inilah negara Islam, atau dalam khazanah hukum Islam, dikenal dengan sebutan Khilafah atau Imamah. Dalam hal ini, seluruh ulama di sepanjang jaman telah sepakat bahwa mengangkat seorang Khalifah atau mendirikan Khilafah, adalah suatu kewajiban. Hanya segelintir saja yang mengatakan tidak wajib, dan itu pun dianggap sebagai pendapat yang tidak mu'tabar (tidak perlu dianggap), karena bertentangan dengan nash-nash syara'. &lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman Al Jaziri dalam kitabnya Al Fiqh 'Ala Al Madzahib Al Arba'ah, juz 5, halaman 614 menegaskan : "Para imam (yaitu Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad) --rahimahumullah-- telah sepakat bahwa Imamah (Khilafah) adalah fardlu, dan bahwa kaum muslimin wajib mempunyai seorang Imam (Khalifah) yang akan menegakkan syi'ar-syi'ar agama, dan menolong orang-orang yang dizhalimi..."&lt;br /&gt;Bahkan kewajiban Khilafah tersebut bukan saja pegangan kaum Ahlus Sunnah, melainkan juga golongan-golongan lain. Imam Ibnu Hazm mengatakan : "Seluruh golongan Ahlus Sunnah, Murji`ah, Syi'ah, dan Khawarij telah sepakat mengenai kewajiban Imamah, dan bahwa umat wajib mentaati Imam yang adil yang menegakkan hukum-hukum Allah dan memimpin mereka dengan hukum-hukum syari'at yang dibawa oleh Rasulullah SAW..." (Lihat Ibnu Hazm, Al Fashlu fil Milal wal Ahwa` wan Nihal, juz 4, hal. 87)&lt;br /&gt;Di antara segelintir orang yang menolak kewajiban Khilafah, misalnya An Najdaat dari golongan Khawarij, dan Al Asham. Tapi orang-orang semacam ini oleh Imam Al Qurthubi dianggap orang yang tuli dari syari'ah, yakni tidak mau mendengar kebenaran dari syari'at. Imam Al Qurthubi berkata : "Tidak ada perbedaan pendapat mengenai wajibnya perkara itu (yakni, kewajiban Khilafah) baik di antara umat maupun di antara para imam, kecuali pendapat Al Asham --yang tuli (Arab: "asham"=tuli) terhadap syari'at-- dan siapa saja yang mengambil dan mengikuti pendapatnya." (Lihat Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, juz 1, hal. 264) &lt;br /&gt;Jelas, bahwa mendirikan negara Islam (Khilafah/Imamah) merupakan suatu kewajiban yang telah disepakati ulama di segala jaman (lihat Ensiklopedi Ijmak, Sa'di Abu Habieb, Terj. KH. A. Sahal Machfudz &amp; H.A. Musthofa Bisri, Kata Pengantar KH. Abdurrahman Wahid, Pustaka Firdaus, hal. 312). Dan ini, merupakan bukti pula betapa erat dan padunya hubungan agama dengan negara. Agama dan negara tidak terpisahkan dalam Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Yang Batil &lt;br /&gt;Berdasarkan uraian sebelumnya, kiranya kita dapat menilai dan memaklumi sejauh mana kualitas dan validitas dari pernyataan-pernyataan tokoh-tokoh PKU, Golkar, PBB, PKB, PAN, dan PK di atas. Pendapat Dr. HM. Hidayat Nur Wahid (PK) dan Ahmad Sumargono (PBB), boleh dikata relatif "Islami", terbebas dari polusi ideologi Kapitalisme yang sekularistik itu. Sayang, kedua tokoh itu belum secara tuntas mengartikulasikan tipologi negara ideal yang menjadi cita-cita mereka. Tidak tegas menyebut Khilafah.&lt;br /&gt;Pernyataan Asnawi Latief (PKU) bahwa Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler sebenarnya terjebak oleh tipologi negara yang dibuat oleh Barat, yakni seolah tipe negara cuma theokrasi dan demokrasi. Konsep negara theokrasi di Eropa --yang intinya adalah mendapatkan legitimasi dari Tuhan namun hukum dibuat oleh para tokoh gereja sendiri-- memang tidak bisa dibenarkan. Namun mengidentikkan negara Khilafah Islamiyyah sebagai theokrasi adalah kesalahan lain. Padahal Negara Khilafah Islamiyyah bukan theokrasi dan bukan demokrasi. Oleh karena itu, pernyataan tokoh PKU tersebut --disadari atau tidak-- bisa jatuh pada pengingkaran terhadap kewajiban Khilafah dalam Islam. Padahal beliau adalah tokoh partai dengan basis massa NU yang mengaku Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Ahlus Sunnah itu tidak pernah mengingkari kewajiban Khilafah (lihat Sa'di Abu Habieb, idem).&lt;br /&gt;Pernyataan Slamet Effendy Yusuf (Partai Golkar) dan Hasballah M. Saad (PAN) setali tiga uang. Sama-sama sekularistik, menolak peran agama dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Sangat disayangkan, kedua partai yang pendukungnya mayoritas muslim itu --disadari atau tidak-- kok malah menggiring massanya kepada ideologi Sekularisme! &lt;br /&gt;Yang membuat kita geleng-geleng kepala adalah pendapat Alwi Shihab (PKB), yang mengambil pendapat Ali Abdur Raziq dalam kitabnya Al Islam wa Ushulul Hukm, yang sebenarnya ditulis demi kepentingan penjajah Inggris pada PD I untuk menghancurkan Khilafah. Kitab sekularistik itu ditulis antara 1915-1918 oleh Ali Abdur Raziq, yang selain seorang hakim peradilan agama Mesir, juga anggota partai Hizbul Ahraar Ad Dusturiyin (berdiri 1915). Partai ini adalah kepanjangan tangan partai Hizbul Ummah, yang dibentuk 1907 berdasarkan arahan penjajah Inggris melalui kaki tangannya, Lord Kromer (lihat Ismail Al Kailani, Fashluddin 'anid Daulah, Bab 2 Pasal 2).&lt;br /&gt;Pada saat meletus PD I (1914), Khilafah Utsmaniyah berada pada pihak yang berperang melawan Inggris. Sementara di sisi lain, Inggris masih menjajah Mesir. Inggris takut, bila Mesir akan membantu Khilafah, karena Mesir masih memiliki ikatan spiritual yang kuat dengan Khilafah di Turki. Karena itu, Inggris berkepentingan untuk memutus habis ikatan antara Mesir dan Turki, sebagai langkah awal untuk menghancurkan Khilafah. Maka demi kepentingan Inggris yang kafir ini, tak heran bila dalam kitabnya Ali Abdur Raziq menganggap Khilafah itu sangat tidak sesuai dengan Islam, tidak memiliki landasan doktrin, hanya isapan jempol dan karangan ulama belaka, bahkan harus dibatalkan dan dihancurkan. &lt;br /&gt;Dalam kitab itu Ali Abdur Raziq menuduh bahwa para ulama tidak tahu apa-apa tentang politik dan pemerintahan. Sebaliknya dia malah menunjukkan kekaguman yang sangat terhadap para orientalis yang kafir, seperti Thomas W. Arnold (Inggris).&lt;br /&gt;Mereka yang mendalami kitab itu akan insyaf, bahwa asumsi dasar yang dipakai Ali Abdur Raziq, adalah asumsi yang bersumber dari agama Nashrani, yang memang secara ajaran telah memisahkan aspek agama dan negara, sesuai dengan bunyi Al Kitab (kitab suci mereka): "Berikanlah apa yang menjadi milik kaisar kepada kaisar, dan apa yang menjadi milik Tuhan kepada Tuhan." (Matius 22:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa hubungan antara agama dengan negara dalam pandangan Islam adalah sangat erat. Bahkan hukum-hukum tentang ketatanegaraan adalah bagian dari ajaran Islam yang paling esensial dan penting. Dan sifat Rasululullah saw. (yakni risalah Islam) sebagai "Rahmatan lil Alamin" tak mungkin terwujud secara sempurna tanpa penerapan hukum-hukum Islam secara keseluruhan oleh negara Khilafah Islamiyyah yang sistemnya telah disunnahkan oleh Nabi Muhammad saw. (khilafah 'ala minhaaj an nubuwwah, lihat Musnad Imam Ahmad, hadits nomor 17680 dan 22335).&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setiap pendapat yang melepaskan hubungan antara agama Islam dengan negara (penerap sistemnya) adalah tidak wajar jika keluar dari seorang muslim, apalagi tokoh umat Islam. Sebab hal itu bertentangan dengan firman Allah SWT, Sunnah Nabi SAW, ijma' sahabat, serta kesepakatan para ulama kaum muslimin dari masa ke masa!&lt;br /&gt;Na'uudzu billahi min dzaalik!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-1947826858341841642?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/1947826858341841642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/agama-dan-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1947826858341841642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1947826858341841642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/agama-dan-negara.html' title='AGAMA DAN NEGARA'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-4357073201601800153</id><published>2010-10-28T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T02:03:25.728-07:00</updated><title type='text'>10 pandangan utama yang keliru mengenai Islam</title><content type='html'>Tulisan di bawah menjabarkan sepuluh (10) pandangan utama yang keliru mengenai Islam yang berkembang di kalangan non-muslim sekarang ini. &lt;br /&gt;01. UMAT MUSLIM ADALAH BIADAB, TERORIS DAN EKSTRIMIS&lt;br /&gt;Inilah pandangan keliru yang terbesar tentang Islam, yang diakibatkan oleh berita klise dan propaganda yang terus menerus dilontarkan berbagai media. Ketika seorang yahudi bersenjata api menyerang masjid, seorang gerilyawan katholik IRA meledakan bom di wilayah pemukiman, atau milisi ortodoks Serbia yang memperkosa serta membunuh muslim yang tidak bersalah, aksi-aksi tersebut tidaklah dianggap berasal dari agama tertentu. Aksi-aksi tersebut tidak pernah dihubungkan dengan agama si pelaku. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah seringkali kita dengar kata-kata "Islam, Muslim Fundamentalis" dsb dikaitkan dengan kekerasan. Politik yang seringkali disebut "Negara Islam" mungkin atau tidak, mempunyai dasar-dasar Islam. Seringkali para diktator &amp; politisi memanfaatkan nama Islam demi kepentingan dan ambisi politiknya sendiri. Kita harus ingat untuk selalu berpedoman pada sumber-sumber Islam &amp; memisahkan Islam sebagai agama kebenaran dari semua yang selama ini digambarkan oleh media. Islam secara tata bahasa berarti "Tunduk/Patuh kepada Allah", dan berasal dari kata dasar "damai". &lt;br /&gt;Dalam kehidupan di dunia modern sekarang ini, Islam tampak mengagumkan atau bahkan tampak ekstrim. Barangkali hal ini disebabkan karena agama tidak men dominasi kehidupan sehari-hari di Negara Barat, sementara dalam hidup seorang muslim Islam dijadikan "cara hidup/jalan hidup/pandangan hidup" dan mereka tidak membagi dan memisahkan kehidupan dunia &amp; keagamaannya. &lt;br /&gt;Seperti juga agama Kristen, Islam membolehkan perlawanan untuk melindungi diri, melindungi agama, atau bagi mereka yang diusir secara paksa dari tempat tinggalnya. Islam menerapkan aturan yang tegas tentang gerakan perlawanan ini termasuk larangan untuk menyakiti penduduk sipil, merusak pertanian dan lingkungan hidup. &lt;br /&gt;Dimanapun Islam melarang untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. &lt;br /&gt;alam Al-Qur'an telah disebutkan: &lt;br /&gt;Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (Quran 2:190). &lt;br /&gt;"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui" (Quran 8:61). &lt;br /&gt;Perang merupakan jalan terakhir, dan dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang sesuai dengan aturan agama. Istilah "Jihad" secara bahasa berarti "perjuangan" dan menurut muslim ada 2 jenis jihad. Jihad dalam pengertian lainnya adalah perjuangan terhadap nafsu egoistis dalam diri manusia sendiri agar tercipta kedamaian dalam diri masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. ISLAM MENINDAS KAUM WANITA&lt;br /&gt;Pandangan tentang wanita muslim yang menggunakan jilbab dan dipaksa tinggal di rumah serta dilarang keluar adalah pendapat umum kebanyakan orang. Meskipun di beberapa Negara Islam menerapkan aturan yang memberatkan kaum wanita, hal tersebut tidak dipandang berasal dari Islam. Banyak dari negara tersebut tidak menerapkan aturan yang sesuai syari'ah (aturan berdasarkan hukum Islam), mereka menggunakan aturan atas dasar kebudayaan mereka sendiri yang dibuat berdasarkan jenis kelamin. &lt;br /&gt;Di sisi lain, Islam memberikan tugas dan kesamaan yang berbeda antara pria &amp; wanita seperti yang ditetapkan dalam Al-Quran serta dicontohkan oleh Nabi SAW. Islam memandang wanita, baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah, sebagai individu yang mempunyai hak pribadi, seperti hak untuk memiliki dan menentukan kekayaan dan memperoleh penghasilan sendiri. Mahar yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita berhak untuk digunakan sendiri, dan dia harus menjaga nama keluarganya daripada nama keluarga suaminya. Baik pria maupun wanita diwajibkan untuk berpakaian yang sopan dan menutup aurat. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik orang diantara pengikutku adalah yang menghormati dan memperlakukan istrinya dengan baik". &lt;br /&gt;Bentuk kekerasan apapun terhadap wanita dan memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan mereka tidak diperbolehkan. Pernikahan seorang muslim merupakan hal sederhana, masing-masing dibebaskan untuk mengadakan akad nikah yang sah termasuk syarat-syaratnya. Tradisi pernikahan seperti ini sangat bervariasi di satu negara maupun di negara lainya. Perceraian tidaklah disukai Allah, meskipun hal itu dibolehkan sebagai jalan terakhir. Menurut Islam, seorang gadis muslim tidak bisa dipaksa untuk menikah dengan pasangan yang tidak disukainya, orang tuanya seharusnya menyarankan sang gadis untuk memilih pasangan yang sesuai baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. UMAT MUSLIM MENYEMBAH TUHAN YANG BERBEDA&lt;br /&gt;Allah diambil dari bahasa Arab yang berarti Tuhan. Allah bagi muslim adalah Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Mulia, yang menurut bahasa Arab berarti bahwa hanya satu-satunya Tuhan dan tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. &lt;br /&gt;Allah artinya sama dengan "Tuhan" bagi orang-orang Yahudi, juga Yesus Kristus bagi orang-orang Nasrani. Tuhan berarti sama dengan di dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam. Allah adalah Tuhan yang sama yang disembah oleh muslim, kristen dan yahudi. Muslim yakin bahwa kedaulatan Allah harus diakui baik dalam beribadah maupun dalam janji untuk mematuhi ajaran dan perintah-Nya yang disampaikan melalui Nabi serta Rasul-Nya yang diutus di beberapa tempat sepanjang sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04. ISLAM DISEBARKAN DENGAN JALAN KEKERASAN DAN TIDAK MEMBERIKAN TOLERANSI KEPADA AGAMA LAIN&lt;br /&gt;Banyak buku teks pelajaran di sekolah-sekolah yang menggambarkan seorang laki-laki Arab berkuda dengan pedang di satu tangan dan Al-Quran di tangan lainnya berusaha memaksa orang untuk masuk agama Islam. Tentu saja hal ini bukanlah gambaran sejarah yang benar. Islam selalu menghormati dan memberikan kebebasan untuk beragama kepada siapapun. Dalam Al-Quran disebutkan : "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesunguhnya Allah menyukai orang- orang yang berlaku adil" (Quran 60:8).&lt;br /&gt;Kebebasan beragama juga telah disebutkan dalam Al-Quran : "Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah" (Quran 2:256).&lt;br /&gt;Seorang Misionaris Kristen, T.W. Arnold memberikan pendapatnya tentang pertanyaan seputar penyebaran Islam : "... hal apapun yang diatur untuk memaksakan menerima Islam, atau bentuk-bentuk penganiayaan yang sistematis untuk membasmi agama Kristen, sama sekali tidak kami dengar. Jika para Khalifah terpilih ini ingin melakukan tindakan seperti itu, tentu mereka sudah membinasakan Kristen dengan mudah seperti Ferdinand dan Isabella yang mengusir Islam dari Spanyol, atau Louis XIV yang menyebarkan agama Protestan ..." &lt;br /&gt;Sudah merupakan aturan dalam hukum Islam untuk melindungi hak-hak dan status kaum minoritas. Itulah sebabnya tempat-tempat ibadah non-Islam berkembang di seluruh bumi Islam. Sejarah telah menunjukkan banyak contoh toleransi muslim terhadap agama lain. &lt;br /&gt;Ketika Khalifah Umar bin Khattab memasuki Yerusalem pada tahun 634M, Islam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama di kota itu. Selain menyatakan kepada penduduk bahwa kehidupan dan kekayaan mereka akan aman, serta tempat ibadah mereka tidak akan diambil alih, Beliau juga meminta pendeta-pendeta Kristen Spronius untuk ikut bersama Beliau mengunjungi semua tempat suci dan tempat ibadah. &lt;br /&gt;Hukum Islam juga mengijinkan kaum minoritas non-muslim untuk membuat pengadilan sendiri. Kehidupan dan kekayaan semua penduduk di Negara Islam dianggap suci baik itu milik muslim maupun non-muslim. &lt;br /&gt;Rasisme bukanlah bagian dari Islam, Al-Quran menyebutkan tentang kesamaan derajat manusia dan betapa manusia sama di hadapan Allah :  "Hai manusia, sesunguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (Quran 49:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05. SELURUH UMAT MUSLIM ADALAH ORANG ARAB&lt;br /&gt;Masyarakat muslim di dunia berjumlah sekitar 1,2 milyar. 1 dari 5 orang di dunia adalah muslim. Muslim terdiri dari berbagai ras, suku bangsa &amp; budaya dari seluruh dunia -Filipina sampai Nigeria-, mereka bersatu dalam agama&lt;br /&gt;Islam. &lt;br /&gt;Hanya sekitar 18% muslim yang tinggal di negeri Arab, sementara komunitas muslim terbesar adalah di Indonesia. &lt;br /&gt;Kebanyakan muslim tinggal di Pakistan Timur. 30% muslim tinggal di wilayah India, 20% di Gurun Sahara Afrika, 17% di Asia Tenggara, 18% di Arab, dan 10% di Uni Soviet &amp; Cina. &lt;br /&gt;Turki, Iran dan Afghanistan terdiri dari 10% muslim non-Arab di Timur Tengah.&lt;br /&gt;Meskipun muslim menjadi kaum minoritas di hampir setiap negara, termasuk di Amerika Latin dan Australia, tetapi kebanyakan muslim tinggal di Rusia dan Negara/Pemerintahan baru yang merdeka, India dan Afrika Bagian Tengah. Sementara itu di Amerika ada sekitar 6 juta muslim tinggal di negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. NEGARA ISLAM (Louis Farrakhan) ADALAH BAGIAN DARI UMAT MUSLIM &lt;br /&gt;Islam dan Negara Islam (Nation of Islam yang dibangun oleh Louis Farrakhan) adalah 2 hal yang berbeda. Muslim menganggap bahwa kelompok tersebut hanyalah merupakan satu dari banyak cara ibadah yang mengunakan nama Islam untuk kepentingannya sendiri. Satu hal yang sama di antara keduanya adalah bahasa yang digunakan. Pemilihan nama "Negara Islam" adalah keliru, agama ini seharusnya disebut Farrakhanisme, karena nama pelopornya adalah Louis Farrakhan. &lt;br /&gt;Islam dan Farrakhanisme secara fundamental banyak mempunyai perbedaan. Misalnya, pengikut Farrakhan percaya dengan rasisme dan "orang kulit hitam" adalah orang suci sehingga merekalah yang mempunyai derajat dan berkuasa. Sedangkan Islam tidak mengenal rasisme dan semua orang mempunyai derajat sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan seseorang. Banyak sekali contoh-contoh teologis yang menunjukkan bahwa ajaran suatu negara tidak sesuai dengan kebenaran Islam. Banyak kelompok di Amerika yang menyatakan melaksanakan Islam dan menyebut pengikutnya muslim. &lt;br /&gt;Siapapun yang serius mempelajari Islam seharusnya meneliti dan menemukan kebenaran Islam. Hanya ada 2 sumber otentik yang menjadi pedoman setiap muslim yaitu 1. Al-Quran, dan 2. As-Sunnah atau Al-Hadits. Berbagai pengajaran yang berlabelkan "Islam" yang bertentangan ataupun divariasikan dengan pemahaman dasar-dasar agama secara langsung dan bentuk praktek-praktek Islam seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Al- Hadits harus ditolak dan agama seperti ini harus dianggap sebagai Islam palsu. Di Amerika banyak sekali Islam palsu, Farrkhanisme adalah salah satunya. &lt;br /&gt;Sebenarnya faham-faham tersebut tidak boleh menyebut dirinya muslim dan beragama Islam, seperti Bahaisme yang disebut sebagai cabang Islam, tetapi penganut Bahaisme tidak menyebut dirinya Muslim ataupun agama mereka adalah Islam. Sesungguhnya Bahaisme bukanlah Islam sebagaimana Farrakhanisme yang bukan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. SEMUA PRIA MUSLIM BER-ISTERI 4 ORANG&lt;br /&gt;Agama Islam terbuka bagi semua masyarakat sepanjang jaman dan sangat cocok untuk kondisi masyarakat yang pada umumnya berbeda-beda. Keadaan membolehkan untuk menikah lagi asal haknya tetap terjamin, dan menurut Al-Quran, hanya dengan syarat jika suaminya benar-benar berlaku adil. Tidak seorang wanitapun yang bisa dipaksa untuk menerima pernikahan seperti ini jika mereka tidak menginginkannya, dan mereka juga mempunyai hak untukmembatalkan pernikahan tersebut. &lt;br /&gt;Poligami bukan merupakan perintah, juga bukan merupakan anjuran, tetapi hanya dibolehkan. &lt;br /&gt;Pandangan tentang "Syeikh dan selir-selirnya" tidaklah konsisten dengan Islam, karena seorang laki-laki dibolehkan untuk mempunyai paling banyak 4 istri jika dia bisa memenuhi syarat-syarat yang cukup berat yaitu memperlakukan masing-masing istrinya dengan adil dan menyediakan rumah yang terpisah untuk mereka, dsb. &lt;br /&gt;Ijin untuk melakukan poligami tidak dikaitkan dengan kepuasan nafsu belaka. Tetapi lebih dikaitkan dengan rasa iba terhadap para janda dan anak-anak yatim. Al-Quran membatasi dan menetapkan syarat untuk praktek poligami di antara orang-orang Arab, yang mempunyai istri 10 orang atau lebih dan menjadikan mereka sebagai "simpanan". &lt;br /&gt;Hal yang benar dan akurat jika dikatakan Islam melakukan pengaturan atas praktek poligami, membatasinya, membuatnya lebih manusiawi dan memberikan hak serta status yang sama bagi semua istri. &lt;br /&gt;Apa yang dimaksudkan dalam Al-Quran adalah bahwa, secara keseluruhan poligami dapat dilakukan jika perlu. Sudah jelas bahwa aturan Islam adalah monogami dan bukan poligami. Persentase muslim yang melakukan poligami sangat kecil sekali. Namun, ijin melakukan poligami ini disesuaikan dengan pandangan Islam tentang sifat alamiah pria dan wanita, berbagai macam kebutuhan sosial, serta keanekaragaman budaya. &lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, seberapa jauh fleksibilitas yang ada dalam Islam, juga tentang kebenaran dan kejelasan dalam Islam berkaitan dengan masalah yang timbul di dalam prakteknya. Dari pada menerima kemunafikan dan kerelaan yang semu, Islam mempelajari lebih dalam lagi tentang masalah-masalah yang dihadapi individu-individu manusia dan masyarakat, dan memberikan legitimasi serta solusi-solusi yang jelas yang lebih bermanfaat daripada jika mereka menolaknya. Sudah tentu istri kedua harus dinikahi secara sah serta diperlakukan dengan baik daripada menjadi istri simpanan yang tanpa hak ataupun ketetapan yang sah. &lt;br /&gt;08. UMAT MUSLIM ADALAH BARBAR DAN PRIMITIF&lt;br /&gt;alah satu penyebab menyebarnya Islam dengan cepat dan damai adalah kesederhanaan doktrin-doktrin Islam yang mengajak untuk menyembah hanya kepada satu Tuhan yaitu Allah. &lt;br /&gt;Manusia terus diperintahkan untuk menggunakan akal pikirannya. Sehingga dalam waktu yang tidak lama, peradaban berkembang, lembaga pendidikan didirikan, semuanya berlangsung seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW, "Menuntut ilmu adalah perintah bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan". &lt;br /&gt;Perpaduan ide di Timur dan Barat, pemikiran baru dan lama, menyebabkan terjadinya berbagai kemajuan besar di berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti kedokteran, matematika, fisika, astronomi, geografi, arsitektur, seni, sastra, dan sejarah. Banyak sistem yang sangat penting seperti aljabar, angka Arab, dan konsep angka nol (sangat penting dalam kemajuan matematika), ditemukan orang-orang Eropa pada abad pertengahan dari Islam. &lt;br /&gt;Alat-alat canggih yang memungkinkan perjalanan orang-orang Eropa dalam penemuan tersebut berhasil dikembangkan, termasuk astrolabel, kuadran serta peta navigasi yang presisi dan akurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09. MUHAMMAD ADALAH PENEMU ISLAM DAN UMAT MUSLIM MENYEMBAHNYA &lt;br /&gt;Muhammad lahir di Makkah pada tahun 570. Sejak ayahnya meninggal sebelum Beliau dilahirkan, dan tidak lama kemudian disusul oleh ibunya dan kakek Beliau, Beliau dibesarkan oleh pamannya yang berasal dari kaum bangsawan suku Quraisy. &lt;br /&gt;Ketika Beliau dewasa, Beliau dikenal karena kejujurannya, kemurahan hati dan ketulusannya, sehingga beliau dibutuhkan karena kemampuannya dalam mengadili perselisihan. Para sejarawan menggambarkan pribadi Beliau sebagai orang yang tenang dan penuh pemikiran. Muhammad benar-benar agamis, dan karenanya menjadikan Beliau dibenci di kalangan masyarakatnya sendiri yang saat itu tengah mengalami dekadensi. &lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaan Beliau untuk berdiam diri/merenung/bertafakkur, dari waktu ke waktu di Goa Hira di dekat Makkah. Pada usia 40 tahun, ketika sedang berdiam diri di Goa Hira tersebut, Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah melalui malaikat Jibril. Wahyu ini yang diturunkan selama kurang lebih 23 tahun, kemudian dikenal sebagai Al-Quran. &lt;br /&gt;Beliau segera menerima wahyu yang disampaikan melalui Malaikat Jibril dan mengajarkan kebenaran yang Allah turunkan kepadanya, sehingga Beliau dan sedikit pengikutnya kemudian mengalami penganiayaan yang berat sampai akhirnya pada tahun 622 Allah memerintahkan untuk pindah/hijrah. &lt;br /&gt;Peristiwa Hijrah, perjalanan dari Makkah menuju Madinah inilah yang menandai permulaan penanggalan/kalender Islam. Setelah beberapa tahun, Nabi SAW dan pengikutnya kembali ke Mekkah, dimana Beliau memaafkan musuh-musuhnya dan kemudian membangun Islam dengan kokoh. &lt;br /&gt;Sebelum Nabi SAW wafat pada usia 63 tahun, penduduk Arab yang terbanyak adalah Muslim, dan bersamaan dengan 1 abad wafatnya Beliau, Islam telah menyebar hingga ke Spanyol bagian barat, dan Cina bagian timur. Beliau wafat dengan meninggalkan kurang dari 5 kekayaan atas namanya. &lt;br /&gt;Ketika Muhammad SAW dipilih untuk menyampaikan wahyu Allah, Beliau tidak dianggap sebagai "penemu" Islam, karena muslim menganggap Islam adalah agama yang sama yang memberikan petunjuk kepada seluruh umat manusia seperti yang telah diturunkan kepada para Nabi di jaman-jaman sebelumnya. Muslim yakin semua Nabi seperti Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan lainnya diturunkan untuk memberikan petunjuk kepada umat mereka. &lt;br /&gt;Setiap Nabi dikirim sebagai utusan Allah kepada masing-masing umatnya, tetapi Muhammad SAW dikirim Allah kepada seluruh umat manusia. Muhammad adalah Nabi serta Rasul terakhir yang dikirimkan Allah untuk menyampaikan ajaran Islam. Muslim memuja dan menghormati Beliau atas apa yang telah Beliau sampaikan dan atas dedikasi Beliau, tetapi muslim tidak menyembah Beliau.  Dalam Al-Quran disebutkan : "Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi" (Quran 33:45-46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. UMAT MUSLIM TIDAK PERCAYA KEPADA YESUS (NABI ISA AS) DAN KEPADA NABI-NABI LAINNYA&lt;br /&gt;Umat Muslim menghormati dan memuja Isa AS (Yesus) serta mengharapkan kehadirannya kembali. Muslim menjadikan Isa AS sebagai salah satu utusan Allah yang terbaik bagi seluruh umat manusia. Seorang muslim tidak hanya menyebut "Isa", tetapi selalu menambahkan "alaihissalam" (disingkat AS). Al-Quran menegaskan kelahirannya yang suci (Surat Maryam), dan Maria/Maryam dianggap sebagai wanita tersuci di antara semua mahkluk. &lt;br /&gt;Dalam Al-Quran hal tersebut diceritakan sebagai berikut :  "Dan (Ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata : "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'-lah bersama orang-orang yang ruku'. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad), padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. &lt;br /&gt;(Ingatlah), ketika malaikat berkata : "Hai Maryam sesungguhnya Allah mengembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat yang datang dari pada-Nya, namanya Al-Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang shaleh. &lt;br /&gt;Maryam berkata : "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku punya anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Demikianlah Allah menciptakan apa yang di kehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya : "Jadilah" lalu jadilah dia" (Quran 3:42-47). &lt;br /&gt;Isa AS dilahirkan dengan keajaiban seperti halnya ketika Adam AS diturunkan sebagai manusia pertama tanpa adanya ayah :  "Sesunguhnya, misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia" (Quran 3:59).&lt;br /&gt;Selama tugas kerasulannya, Isa AS menunjukkan banyak mukjizat. &lt;br /&gt;Dalam Al-Quran disebutkan :  "Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka) : "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang-orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang-orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang-orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sunguh-sunguh beriman" (Quran 3:49).&lt;br /&gt;Baik Muhammad SAW maupun Isa AS tidak diturunkan untuk mengubah doktrin dasar untuk menyembah hanya kepada Allah seperti yang sudah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, tetapi untuk menegakkan dan memperbaharuinya. &lt;br /&gt;Dalam Al-Quran di jelaskan :  "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku" (Quran 3:50).&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad SAW bersabda :  "Barang siapa yang yakin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak menyekutukan-Nya, dan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya, bahwa Isa AS adalah Nabi dan Rasul Allah, ruh-Nya yang ditiupkan ke tubuh Maryam &amp; tidak ada kekuatan yang melebihinya, dan bahwa Surga dan Neraka itu benar adanya, akan dimasukkan Allah ke dalam surga" (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;1. Islam: A Brief Introduction, Islamic Circle of North America, Jamaica, New York. &lt;br /&gt;2. Understanding Islam and the Muslims, The Islamic Affairs Department, The Embassy of Saudi Arabia, Washington DC, 1989. &lt;br /&gt;3. Badawi, Jamal, Polygamy in Islamic Law, The Muslim Students' Association of the United States &amp; Canada. &lt;br /&gt;4. Islam and Farrakhanism Compared, The Institute of Islamic Information and Education, Chicago, Illinois. &lt;br /&gt;5. Jihad Explained, The Institute of Islamic Information &amp; Education, Chicago, Illinois&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-4357073201601800153?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/4357073201601800153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/10-pandangan-utama-yang-keliru-mengenai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4357073201601800153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4357073201601800153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/10-pandangan-utama-yang-keliru-mengenai.html' title='10 pandangan utama yang keliru mengenai Islam'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-1126266358945267030</id><published>2010-10-28T01:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T01:56:22.962-07:00</updated><title type='text'>ABBAD BIN BISYIR SELALU DISERTAI CAHAYA  ALLAH</title><content type='html'>Ketika Mush'ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai'at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka 'Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah SWT hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush'ab dan mendengarkan da'wahnya, lain diulurkan tangannya mengangkat bai'at memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-olang Anshar yang diridlai oleh Allah serta mereka ridla kepada Allah .... &lt;br /&gt;Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang Mu'min dari.Eulekah tiba di sana. Dan mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti-hentinya memburu Nabi dan ummat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan pada setiap peperangan itu 'Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan .... &lt;br /&gt;Dan mungkin peristiwa yang kita paparkan di bawah ini dapat mengungkapkan sekelumit dari kepahlawanan tokoh Mu'min ini...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam :memilih beberapa orang shahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Di antara mereka terpiiih 'Ammar bin Yasir dan 'Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok. &lt;br /&gt;Karena dilihat oleh 'Abbad bahwa kawannya 'Ammar sedang lelah, di usul kannyalah agar 'Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal. Dan nanti bila ia telah mendapatban istirahat yang cukup, maka giliran 'Ammar pula berkawal menggantikannya. &lt;br /&gt;'Abbad melihat bahwa lingkungan sehelilingnya aman. Maka timbullah fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat ... ? Demikianlah ia bangkit melakukannya .... &lt;br /&gt;Tiba-tiba sementara ia berdiri sedang membaca sebuah surat Al-Quran setelah al-Fatihah sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya shalatnya..... &lt;br /&gt;Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya. &lt;br /&gt;Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat. &lt;br /&gt;Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. 'Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku' dan sujud ...,sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah. &lt;br /&gt;Lalu antara sujud itu diulurkannya tangannya kepada kawanya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya ia sampai terbangun. &lt;br /&gt;Dalam pada itu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya. &lt;br /&gt;'Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus-putus menahan sakit: "Gantikan daku mengawal ..., karena aku telah kena... !"'Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang 'Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: "Subhanallah ... ! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi...," Ujar 'Abbad: - &lt;br /&gt;"Ketika daku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya ... ! Dan demi Allah, aku tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu ... !" &lt;br /&gt;'Abbad amat cinta sebali kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya .... Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya. Dan semenjak Nabi shallallahu alaihi wasalam  berpidato dan mengarahkan pembicaraannya kepada Kaum Ansbar, ia termasuk salah seorang di antara mereka. Sabdanya: &lt;br /&gt;"Hai golongan Anshar... !&lt;br /&gt;Kalian adalah inti, sedang golongan lain bagai kulit ari!&lt;br /&gt;Maka tak mungkin aku dicederai oleh pihak kalian ..,!'' &lt;br /&gt;Semenjak itu, yakni semenjak 'Abbad mendengar ucapan ini dari Rasulnya, dari guru dan pembimbingnya kepada Allah, dan ia rela menyerahkan harta benda nyawa dan hidupnya di jaIan Allah dan di JaIan Rasul-Nya ..., maka kita temui dia di arena pengurbanan dan di medan iaga muncul sebagai orang pertama, sebaliknya di waktu pembagian keuntungan dan harta rampasan, sukar untuk ditemubannya &lt;br /&gt;Di samping itu ia adalah seorang ahli ibadah yang tekun ..., seorang pahlawan yang gigih dalam berjuang ...,seorang dermawan yang rela berqurban ...,dan seorang mu'min sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk keimanannya ini ... ! &lt;br /&gt;Keutamaannya ini telah dikenai luas di antara shahabat-shahabat Rasul. Dan Aisyah radhiallahu anha  Ummul Mu'minin pernah mengatakan tentang dirinya:  Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat diatasi oleh seorang pun juga yaitu:&lt;br /&gt;Sa'ad bin Mu'adz, Useid bin Hudlair dan 'Abbad bin Bisyir... !" &lt;br /&gt;Orang-orang Islam angkatan pertama mengetahui bahwa 'Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karunia berupa cahaya dari Allah .... Penglihatannya yang jelas dan beroleh penerangan, dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan tanpa mencarinya dengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnya mengenai cahaya ini sampai ke suatu tingkat yang lebih tinggi, bahwa ia merupakan benda yang dapat terlihat. Mereka sama sekata bahwa bila 'Abbad berjalan di waktu malam, terbitlah daripadanya berkas-berkas cahaya dan sinar yang menerangi baginya jalan yang akan ditempuh .... &lt;br /&gt;Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasalam maka 'Abbad memikul tanggung jawab dengan keberanian yang tak ada taranya ... i Apalagi dalam pertempuran Yamamah di mana Kaum Muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan paling berpengalaman dibawah pimpinan Musailamatul Kaddzab, 'Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka jiwa pengurbanan dan teras kepahlawanannya mengambil bentuk sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya, dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut, hingga menjadikannya sebagai prajurit yang berani mati, yang tak menginginkan kecuali mati syahid di jalan Ilahi .... &lt;br /&gt;Sehari sebelum perang Yamamah itu dimulai,'Abbad mengalami suatu mimpi yang tak lama antaranya diketahui Ta'birnya secara gamblang dan terjadi di arena pertempuran sengit yang diterjuni oleh Kaum Muslimin. &lt;br /&gt;Dan marilah kita panggil seorang shahabat mulia Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu anhu untuk menceritakan mimpi yang dilihat oleh 'Abbad tersebut begitu pun Ta'birnya, serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan syahidnya....&lt;br /&gt;Demikian cerita Abu Sa'id: " 'Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: -- "Hai Abu &lt;br /&gt;Sa'id! Saya bermimpi semalam melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi ... !&lt;br /&gt;Saya yakin bahwa ta'birnya insya Allah saya akan menemui syahidnya ... !" "Demi Allah!" ujarku, "itu adalah mimpi yang baik ... !" &lt;br /&gt;"Dan di waktu perang Yamamah itu saya lihat ia berseru kepada orang-orang Anshar: "Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kelebihan kalian .. !" &lt;br /&gt;Maka segeralah menyerbu mengiringkannya sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampailah mereka ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempur dengan gagah berani. &lt;br /&gt;Ketika itu 'Abbad -- semoga Allah memberinya rahmat menemui syahidnya. Wajahnya saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang, dan saya mengenalnya hanyalah dengan melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya ... !" &lt;br /&gt;Demikianlah 'Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi kewajibannya sebagaiseorang Mu'min dari golongan Anshar, yang telah mengangkat bai'at kepada Rasul untuk membaktikan hidupnya bagi Allah dan menemui syahid di jalan-Nya ... &lt;br /&gt;Dan tatkala pada permulaannya dilihatnya neraca pertempuran sengit itu lebih berat untuk kemenangan musuh, teringatlah olehnya ucapan Rasulullah terhadap Kaumnya golongan Anshar: &lt;br /&gt;-- "Kalian adalah inti ... ! Maka tak mungkin saya dicederai oleh pihak kalian!" &lt;br /&gt;Ucapan itu memenuhi rongga dada dan hatinya, hingga seolah-olah sekarang ini Rasulullah masih berdiri, mengulang-ulang kata-katanya itu ... 'Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata ...atau di atas bahu mereka sebelum golongan lainnya ... ! Maka ketika itu naiklah ia ke atas sebuah bukit lalu berseru: -- "Hai golongan Anshar ... ! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, dan tunjukkan keistimewaanmu dari golongan lain... !" &lt;br /&gt;Dan ketika seruannya dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, 'Abbad bersama Abu Dajanah dan Barra' bin Malik mengerahkan rnereka ke taman maut, suatu taman yang digunakan oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan…..dan pahlawan besar itu pun berjuanglah sebagai layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu'min ..., dan sebagai seorang warga anshar .... &lt;br /&gt;Dan pada hari yang mulia itu, pergilah 'Abbad menemui syahidnya .,. ! Tidak salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam ,,. ? Bukankah ia melihat langit terbuka, kemudian setelah ia masuk ke celahnya yang terbuka itu, tiba-tiba langit &lt;br /&gt;bertaut dan tertutup kembali... ! Dan mimpi itu dita'wilkannya bahwa pada pertempuran yang akan terjadi ruhnya akan naik ke haribaan Tuhan dan penciptanya &lt;br /&gt;Sungguh, benarlah mimpi itu dan benarlah pula ta'birnya ... ! Pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut ruh 'Abbad bin Bisyir dengan gembira, yakni searang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-1126266358945267030?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/1126266358945267030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/abbad-bin-bisyir-selalu-disertai-cahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1126266358945267030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1126266358945267030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/abbad-bin-bisyir-selalu-disertai-cahaya.html' title='ABBAD BIN BISYIR SELALU DISERTAI CAHAYA  ALLAH'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-5113226446970993288</id><published>2010-10-28T01:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T01:51:32.385-07:00</updated><title type='text'>DIALOG SYABAB HT VS PENGIKUT SALAFI</title><content type='html'>Dialog ini terjadi pada salah satu mailist www.gemapembebasan.or.id di internet antara seorang syabab HT versus pengikut Salafi. Pengikut Salafi itu bernama Ikhwan, sedang syabab HT bernama Al-Mujadid. Semoga dengan diterbitkannya transkip dialog ini, dapat semakin menjelaskan pelbagai masalah yang biasanya digunakan oleh jama’ah Salafi untuk ‘menyerang’ saudaranya dari harokah Islam yang lain terutama Hizbut Tahrir. Selamat menyimak :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;buat al akh mujadid hafidlakallah.&lt;br /&gt;1- Ikhwan :  antum mengatakan bahwa ana harus "faham" tentang dakwah rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam. ana tanyakan, dengan pemahaman siapakah ana harus memahami dakwah rasulullah?pemahaman para salaf -antum memahami tidak makna salaf itu ? - ataukah pemahamannya taqiyyudin an nabhani ? ataukah antum memahaminya dengan pemahaman antum sendiri ? ya akhi apa yang ana paparkan bukanlah atas dasar pemahaman dari diri ana sendiri, bukan dari akal ana sendiri melainkan adalah pemahamannya para salafush shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;1- Al-Mujadid : Tentang masalah mengikuti manhaj salaf dalam masalah Aqidah dan Syari’at perlu dilihat dan kita kaji terlebih dahulu !?  Karena pada faktanya ketika ada fatwa seorang sahabat yang berbeda dengan “pemaham akal” seorang Ulama Salafi, maka ia cenderung mengambil pendapatnya sendiri dengan ‘mencampakkan’ fatwa sahabat tersebut, seperti pada kasus Ibn Baz :&lt;br /&gt;- Seseorang pernah menyusun buku tentang memelihara janggut. Didalamnya di menyebutkan pendidikan Ibn Hurairah, ibn Umar, maupun sahabat2 lainnya tentang kebolehan memotong sebagian jika panjang melebihi satu genggam. Maka Ibn Baz berkomentar : “walaupun ini pendapat Abu Hurairah dan pendapat Ibn Umar, hanya saja yang didahulukan adalah firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW” !! (Majalah Hidayatullah edisi 03\XVII\Juli 2004; hal. 40-41)&lt;br /&gt;Kalau demikian faktanya, lalu mana slogan memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf Ash-Sholeh (Sahabat, tabi’in dan Tabi’ut tabi’in) ! Jika anda dan kelompok anda dengan berani mengklaim’ bahwa ‘pemahaman Ibn Baz, Utsaimin, Albani dll lebih baik dari pendapat dan fatwa para sahabat yang mulia ini’ !! Dan menyatakan bahwa  mereka (para ulama salafi) lebih mengetahui hadis Rasul SAW dibandingkan para sahabat yang mulia ini, yang senatiansa menemani, melihat dan mendengar perkataan, perbuatan, serta taqrir  Rasul SAW  !?!&lt;br /&gt;Lalu dengan beraninya, ia berkilah bahwa ‘hadis itu belum sampai kepada Sahabat tersebut, tapi sudah sampai pada Albani, Utsaimin, Ibn Baz dll dari kalangan Salafiyun’ !!!? Seakan2 anda menyatakan bahwa para ulama salafi ini mengklaim diri mereka ‘lebih nyalaf’ dibandingkan para Salaf As-Sholeh itu sendiri !?!&lt;br /&gt;Dan banyak kasus Ulama Salafi lebih mengunggulkan pendapatnya sendiri, ketika pada saat yang bersamaan terdapat pendapat dari Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in yang berbeda dengan pendapat mereka !! Sebagaimana contoh berikut : “ Pada suatu pelajaran, Abdullah Ibn Baz pernah menyatakan bahwa pernikahan dengan ahlul kitab dengan persyaratan. Sebagian mahasiswa yang mengikuti pelajaran itu berkata : “Wahai Syeikh, sebagaian Sahabat melarang hal itu !”. Beliau menoleh kepada Mahasiswa itu, lalu berkata : “Apakah perkataan Sahabat menentang Al-Qur’an dan As-Sunnah !!. Tidak berlaku pendapat siapapun setelah firman Allah SWT dan sabda Rasul-Nya“ (Majalah Hidayatullah edisi 03\XVII\Juli 2004; hal. 40-41).&lt;br /&gt;Lalu bagaimana bisa, anda mengklaim mengambil manhaj Salaf dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah, sementara pada saat yang bersamaan anda dan kelompok anda menolak dan mencampakkan pendapat mereka !?! Seraya melontarkan kata2 keji yang menodai kemulian para Sahabat ini yang telah ditetapkan dengan nash Al-Qur’an dan Al-Hadis, dengan ucapan : “Hadis shahih ini belum sampai pada mereka’, atau ‘apakah kamu akan memilih pendapat sahabat atau hadis Rasul SAW’ “!!&lt;br /&gt;Sehingga menurut orang Salafi ini, seakan2 mereka para sahabat ini adalah orang awam yang tidak pernah mendengar apalagi mendapat hadis dari Rasul SAW !!? Waliyadzubillah.&lt;br /&gt;Cukuplah hadis Rasul SAW untuk menghakimi perbuatan2 dan ucapan2 mereka : “Jika kamu melihat orang2 yang mecela sahabatku, maka katakanlah : Laknat Allah atas keburukanmu” (HR. AT-Tirmidzi) !!!?!&lt;br /&gt;Lalu bagaimana anda juga bisa katakan bahwa hasil pemahaman akal Si Ibn Baz, Utsaimin, Albani dll atas nash Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah selalu mewakili pendapat dan pemahaman Salaf !!, Seperti yang dilakukan oleh Ibn Baz ketika ia mengomentari banyak persolan yang diulas oleh seseorang dengan menyebutkan , menurut madzhab ini begini. Dan menurut madzhab itu begitu. Lalu Abdul Aziz berkomentar : “Bagi kami tidak berpendapat berdasarkan madzhab ini dan madzhab itu. Kami berpendapat dengan firman Allah SWT dan sabda rasul SAW “(Majalah Hidayatullah edisi 03\XVII\Juli 2004; hal. 40-41). Tahukan wahai ikhwan, dari mana para Ulama ini mengambil pendapat madzhabnya dari Imam Asy-Syafi’I, Hanafi, Malik, Ahmad ibn Hambal dll !!! Yang Kitab Al-Muwatho karya Imam Malik (sebagaimana dinyatakan sendiri oleh Imam Malik dalam muqadimah kitabnya) mendapat rekomendasi dari 70 ulama Madinah yang merupakan anak keturunan dan murid sahabat atau tabi’in dan tabiu’ tabi’in di Madinah, bahkan Fathur Rabani-nya Imam Ahmad Ibn Hambal yang berisi ribuan hadis nabi SAW bahkan ketika beliau ditanya apakah seorang yg hafal 100 ribu hadis boleh berijtihad sendiri, Imam Ahmad menjawab : ‘Belum boleh’. Lalu beliau ditanya lagi : ‘apakah seorang yg hafal 200 ribu hadis boleh berijtihad sendiri’ , Imam Ahmad menjawab : ‘Belum boleh’. Ketika beliau ditanya kembali : ‘apakah seorang yg hafal 400 ribu hadis boleh berijtihad sendiri’ , lalu Imam Ahmad menjawab : ‘boleh’. *Bahkan Imam Abu Hatim sampai menyatakan bahwa mencintai Imam Ahmad adl pengikut Sunnah, Abu Hatim berkata : “Jika kamu lihat seseorang mencintai Imam Ahmad ketahuilah ia adalah pengikut Sunnah.” (As-Siyar A’lam An-Nubala’ 11/198). Perhatikan, apakah tidak boleh seseorang yang mengambil pendapat Imam Malik (yang menjadi pewaris madzhab Sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in); lalu Imam Ahmad (yang hafal 400 ribu hadis), imam syafi’I yg menulis kitab Al-Umm, Ar-Risalah (yg juga berisi ribuan hadis); dan Imam Abu Hanifah yg menulis kitab Al-Mabsuth dll (yg berisi juga hadis2 dan fatwa Salaf Ash-Sholeh)  dan Ulama Mujtahid lainnya ??!? Apakah ketika ada seseorang mengambil  salah satu pendapat Asy-Syafi’I, Hanafi, Malik, Ahmad ibn Hambal dll dikatakan sebagai Ahli Taqlid, sedang ketika Salafi mengambil Albani, Ibn Baz, Utsaimin dll, sdisebut sebagai pengikurt manhaj Salaf !!! Lalu adakah salah satu Ulama Salafi yang punya karya melebihi al-Muwatho Imam Malik, atau yg hafal hadis lebih dari 400 seperti Imam Ahmad, atau kitab fiqh – sunnah sepeti Al-Umm atau Al-Mabsuth !!! Tidak ada, lalu bagaimana anta dan kelompokmu bisa mengatakan hal seperti itu !!! Sungguh ucapan spt ini merupakan bentuk ‘kekurang ajaran’  kpd para Ulama Mujtahid dari generasi terakhir yg sama sekali tidak mencapai barang secuil dari ilmu para Imam Mujtahid (yg sering ‘sok tahu’ dg mengklaim paling berpegang dg madzhab Salaf ), pada saat bersamaan menuduh para Ulama yang mengambil pendpat para Imam Mujtahid sbg Ahul Taqlid. Janganlah engkau menuruti hawa nafsumu yg menyebabkan engkau berpaling dari Para Ulama dan bersikap tdk pantas pada mereka !!?. Perhatikan ucapan Ibn Abbas ra. ttg bahaya memperturutkan hawa nafsu sbb : “Seseorang berkata kepada Ibnu Abbas ra.: “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan hawa nafsu kami (berjalan) di atas hawa nafsu kalian (para shahabat).” Ibnu Abbas menukas : “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kebaikan sedikitpun di dalam hawa nafsu ini. Dan ia dinamakan hawa karena ia menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka.” (Asy Syarhu wal Ibanah 123 nomor 62). Padahal sebenarnya mereka inilah yg paling layak disebut sebagai pewaris madzhab Salaf dlm Aqidah dan fiqh karena dekatnya mereka dg masa Sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in dan banyak ahli ilmu pada masa itu !!??!&lt;br /&gt;Sementara ketika ada seseorang atau kelompok menukil atau mengambil pendapat Imam Asy-Syafi’I, Hanafi, Malik, Ahmad ibn Hambal dll, yang berbeda dengan pemahaman seorang tokoh Salafi, maka serta merta anda dan kelompok anda biasanya akan mengatakan : “tinggalkan pendapat Syafi’I atau Hanafi, dan ambilah hadis shohih ini yang telah ditakhrij oleh Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shohihah atau Adh-Dhoifah !” . Lalu seakan2 anda dan kelompok anda menuduh Imam Syafi’I, Maliki, dan Hambali adalah ‘anak kemarin sore’ yang tidak tahu dalil, apalagi hadis shohih dan dhoif, lalu untuk memperkuat argumentasinya biasanya dinukil ucapan Para Imam Ini; spt Imam Syafi’I : “ Jika ada hadis shohih, maka tinggalkan pendapatku” atau ucapan Imam Hanafi atau maliki yang serupa – (tentunya dengan pemahaman yang tidak pada mestinya) !! Padahal, sebenarnya para Imam ini tetap berhujjah dengan Al-Qur’an dan Al-Hadis, dimana yang membuat pendapat mereka berbeda bisa karena : perbedaan metode Ushul Fiqh untuk istimbath\mengekstaksi hukum dari dalil2 syara, atau mereka berbeda dalam menghukumi apakan nash ini sdh mansukh dan hukum yang baru ditentukan dengan nash yang lain  atau sebab yang lain yg ana bisa baca dalam kitab ‘Adab Al-Ikhtilaf’ oleh DR. Thoha jabir Al-Ulwani (Mantan Guru Besar dari Fakultas Syari’ah - Universitas Muhammad ibn Suud) (nb: Itupun kalau anta memang mau mencari AL-haq dg hujjah yang terkuat dan melepaskan ‘ruh ta’asub’ yang terlanjur mengalir dalam darah anta pada kelompokmu) !!&lt;br /&gt;Wahai Ikhwan, lalu siapakah Albani, Ibn Baz, Utsaimin dll, jika dibandingkan dengan Imam Syafi’I, Hanafi, Maliki, dan Hambali ?!?! Padahal kepada mereka inilah (yaitu Imam Syafi,I dkk) kita mengkaji dan mengambil Al-Islam ini !! Ditambah lagi dengan mudahnya kelompok anda menuduh para Ulama pengikut Madzhab Imam Syafi’I, Maliki, Hambali, Hanafi sebagai Ahlul bid’ah karena punya hasil ijtihad yang berbeda dengan kelompok anda dalam memahami nash2 syara’ atau bahkan dicap sesat bahkan disamakan dengan Mu’tazilah atau Jabariyah ketika mereka punya penafsiran yang berbeda terutama dalam masalah aqidah (nb : biasanya dalam masalah Asma dan Sifat !?! ) . Padahal pada hakikatnya yg lebih pantas disebut sebagai penerus madzhab Salaf Ash-Sholeh adalah Para Imam ini, seperti Imam Syafi’I, Maliki, Hambali, Hanafi, Al-Auzai, Hasan Al-Bashri dll dari para Mujtahid umat ini, karena dekatnya mereka dengan masa para Salaf Ash-Shalih dan telah terbukti mereka punya metode ushul fiqh !!!&lt;br /&gt;Yang dg metode itu mereka berijtihad dan melakukan istimbath untuk menjawab problematika umat pada masanya, shg umat Islam senatiasa terikat dengan hkm syara’ bkn dg hkm yang lainnya !!! Dan bukannya Albani, Utsaimin, dan Ibn Baz atau selain mereka, kecuali mereka bisa menunjukkan metode Ushul Fiqh yang jauh lebih unggul dari para Imam Mujtahid ini !?!!&lt;br /&gt;Klaim itu terbukti kelemahnyanya, karena tidak ada satu riwayatpun yang shahih yang menceritakan kepada kita bahwa para sahabat atau salah seorang diantara mereka membukukan metode mereka dalam memahami nash2 syara’ (metode Ushul Fiqh), kecuali sebagian riwayat yang menjelaskan tentang fatwa sahabat dan tabi’in dalam beberapa masalah seperti yang banyak dicantumkan oleh Imam Malik dalam Kitabnya ‘Al-Muwatho’ ( nb : baca kitab ini, wahai Ikhwan sehingga terbuka pikiranmu ?!?!). Pertanyaannya adalah, dari mana kelompok salafi ini, mengklaim mengetahui cara para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in ini memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah, padahal mereka (para Sahabat –red) tidak pernah membukukan metode tersebut ?!!&lt;br /&gt;Jawabnya mudah wahai ikhwan, baca kitab Ar-Risalah dan Al-Umm-nya Imam Asy-Syafi’I, karena beliaulah yang pertama kali (menurut sebagian Ulama dan sejarawan Islam) yang membukukan metode tersebut (yg kemudian dikenal dengan metode Ushul Fiqh) !!! Yg selanjutnya digunakan ulama2 sesudahnya sebagai patokan dan pedoman untuk memahami nash2 syara2 dari Al-Kitab dan As-Sunnah !!! Hal sama juga akan kita dapati jika kita mengkaji kitab Fiqh Al-Akbar-nya Imam Abu hanifah, Al-Muwatho-nya Imam Malik, Fathur Rabani-nya Imam Ahmad Ibn Hambal dll !?!&lt;br /&gt;Lalu bagaimana menurutmu, wahai ikhwan ! Dari mana para Imam ini merumuskan metode Ushul Fiqh, kalau tidak dari pendahulu mereka yang mulia, mengingat masih dekatnya masa mereka dengan masa para Salaf Ash-Sholeh tsb (bahkan ada yg mengatakan bahwa Imam Abu Hanifah dan Imam Malik masih termasuk Tabi’in dan tabi’ut tabi’in), dan banyaknya Ahli Ilmu pada masa itu ?!!? Apalagi banyak riwayat yang menyebutkan bahwa karya2 mereka seperti Al-Umm, Ar-Risalah atau Fathur rabbani – Musnad Imam Ahmad diakui oleh jumhur ulama pada masa itu, bahkan Al-Muwatho (sebagaimana dinyatakan oleh Imam Malik dalam muqadimah kitabnya) mendapat rekomendasi dari 70 ulama Madinah yang merupakan anak keturunan dan murid sahabat atau tabi’in dan tabiu’ tabi’in di Madinah (nb : bahkan Syeikhul Islam Ibn Taimiyah menuliskan satu bab khusus dalam Kitabnya yg fenomenal ‘Majmu Al-Fatawa’ yang memuat sebagian besar fatwa2-nya dlm berbagai mslh, yang berjudul ‘Shihah Ushul Madzhab Ahl Al-Madinah’ (keunggulan madzhab ahl madinah) !!! )&lt;br /&gt;Walhasil, yang pantas disebut sebagai penerus Salaf Ash-Sholeh adalah mereka yang mengikuti metode Ushul Fiqh yang telah dirumuskan oleh Para Imam Mujtahid ini, untuk menggali hukum dari nash2 syara’ guna menjawab problematika kontemporer umat saat ini, agar seperti pendahulunya mereka senantiasa terikat dengan Syari’at Islam bukan lainnya !!?&lt;br /&gt;Lihatlah dalam kitab Syakhsiyah Al-Islamiyah jilid 3 ( nb : karya besar Syeikh An-Nabhani), dalam kitab itu beliau telah merumuskan metode ijtihad\ushul fiqh meneruskan para pendahulunya para Imam Mujtahid, yg dengan itulah Hizb membangun pendapat-pendapatnya !!!?&lt;br /&gt;Yang sebagian besar tentunya bersesuaian dengan pendapat para Imam Mujtahid ini (nb : itupun kalau anda mau mencari dalam kitab yang langsung ditulis oleh para Imam ini !!!), karena ia memang keluar dari satu misykat (sumber) yang sama yaitu metode Ushul Fiqh yang mereka warisi dari pendahalunya yang mulia para Salaf Ash-Sholeh (yaitu Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut tabi’in) !!&lt;br /&gt;Lalu sekarang darimana kamu buktikan bahwa metode yang kamu dan kelompokmu gunakan itu adalah metode yang sama dg yang digunakan para salaf ini !!?! Padahal kamu tidak punya metode ushul fiqh baku yang kamu ikuti dlm berijtihad, apalagi membuktikan kalau metode itu berasal dari para Salaf Ash-Sholeh ini ???! Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, yang memberi petunjuk pada hamba2-Nya dan menceganya terjerumus pada kesesatan dg Urwah Al-Wutsqo (tali buhul yang kokoh) yaitu Al-Kitab dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman yang diperoleh dengan metode ushul Fiqh para Imam Mujtahid !!!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Ikhwan : jika antum katakan bahwa syari'at rasulullah menghapus syari'at nabi sebelumnya ya itu benar. tapi apakah ana ada mengatakan bahwa syari'at nabi sebelumnya tidak terhapus dengan diutusnya rasulullah?ataukah antum hendak mengatakan bahwa tauhid yang dibawa para nabi sebelumnya berbeda dengan tauhid yang dibawa oleh rasulullah?yang ingin ana maksudkan adalah bahwa dakwah yang pertama kali disampaikan oleh para nabi itu ialah mengajak manusia kepada tauhid yang haq bukan kepada penegakan daulah. tidak seperti HT yang hanya membahas sedikit sekali masalah aqidah dalam kitab-kitabnya. antum bisa lihat sendiri bandingkan berapa banyak persentase masalah aqidah yang dasar diajarkan dengan permasalahan siyasah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;2- Al-Mujadid : Akhi Ikhwan, sebagaimana yang ana sampaikan sebelumnya bahwa para nabi mempunyai dua misi besar, pertama : untuk menyeru manusia menyembah Allah dan meninggalkan sekutu selain-Nya dan kedua : mengajak mereka untuk senatiasa terikat dengan syariat-Nya yang dibawa Rasul2 Allah, dimana seluruh Ulama salaf maupun kholaf telah sepakat mereka mempunyai syari’at yang berbeda antara satu dan yg lain, perhatikan firman Allah SWT :&lt;br /&gt;Lalu juga perhatikan firman Allah yang menyatakan bahwa hanya Din (syaria’t) yang dibawa oleh Nabi SAW sebagai satu2nya syari’at yang diterima disisi Allah SWT (Surat Al-Maidah -3 ; ).&lt;br /&gt;Yang artinya:  “ Pada hari ini telah kusempurnakan Islam sebagai agama bagi kalian, dan telah Ku- sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian, dan Ku-ridloi Islam sebagai agama bagi kalian (Surat Al-Maidah- ayat 3) ”.&lt;br /&gt;Kemudian Ibn Abbas ra. menjelaskan maksud ayat ini sbb. Yaitu :&lt;br /&gt;Yang artinya : “ Pada hari ini telah kusempurnakan bagi kalian yaitu Al-Islam dimana Allah SWT telah mengabarkan kepada Nabi-Nya SAW dan orang-orang beriman bahwa Ia telah menyempurnakan bagi mereka yaitu Al-Iman, tidaklah mereka membutuhkan tambahan selamanya dan sungguh Allah telah menyempurnakan dan meridloi Islam selamanya dan tidak akan murka kepadanya selama-lamanya  “ (Tafsir Ibn Katsier\ jilid 2\ hal 13-15) .&lt;br /&gt;Dan perhatikan juga peringatan dari Allah SWT berikut :&lt;br /&gt;Yang artinya : " Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi ” (Surat Ali Imron -ayat 85). Kemudian Ibn Abbas ra. menjelaskan ayat ini bahwa :&lt;br /&gt;“Ayat ini telah mengabarkan bahwa Ia (Allah SWT) tidak akan menerima salah satu jalan\syari’at (selain syariat Islam) dan tidak juga perbuatan kecuali perbuatan yang sesuai dengan syari’at Muhammad SAW setelah ia diutus sebagai Rasul. Adapun yang sebelum itu, setiap yang mengikuti Rasul pada masanya maka ia berada pada jalan petunjuk dan kemuliaan (Tafsir Ibn Katsier jilid 1\hal. 104-105) .&lt;br /&gt;Sehingga syari’at Islam bukan hanya pilihan akal sehat akan tetapi ia merupakan tuntutan keimanan bagi orang-orang yang beriman sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam salah satu firman-Nya: “ Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara Kaffah\menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu ” (Surat Al-Baqoroh –ayat  208). Lalu Imam Qurthubi ra. menjelaskan tafsir dari ayat tersebut bahwa Allah SWT telah menuntut orang-orang yang masuk Islam untuk masuk atau (melaksanakan ajaran Islam) secara keseluruhan. Tanpa adanya upaya memilih atau memilah satu aturan dengan aturan lainnya (Tafsir Al-Qurthubi jilid 3\hal. 18). Hal ini terlihat dari ketegasan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. ketika beliau memerangi kaum yang menolak untuk membayar Zakat, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Bukhori rahimahullah dalam sebuah hadisnya sbb:“ Demi Allah, Aku akan memerangi mereka yang memisahkan antara kewajiban Sholat dan Zakat. Karena sesungguhnya zakat adalah Hak (Allah –pent) atas harta. Demi Allah seandainya ada yang menghalangiku untuk mengambil seekor anak kambing betina (sebagai zakat –pent) yang semestinya harus diserahkan kepada Rasul SAW, niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya itu “ (HR. Imam Bukhori\Bab Qotala ma Aba Qubulu Al-Faraidh Wa ma Nasibu Ila Ar-Riddah\jilid 2\hal. 507\no. 1335).&lt;br /&gt;Perhatikan dalil2 diatas wahai Ikhwan, juga perhatikan penjelasan seorang Ibn Abbas yang dijuluki sbg ‘Tarjamanul Qur’an’ (Penerjemah Al-Qur’an) (nb : bahkan Nabi SAW-lah yg mendo’akannya agar ia mempunyai kemampuan untuk menta’wil (menafsirkan) Al-Qur’an (HR. Al-Bukhari)) bahwa syari'at Rasulullah menghapus syari'at nabi sebelumnya . Dan ana tdk pernah mengatakan bahwa tauhid yang dibawa para nabi sebelumnya berbeda dengan tauhid yang dibawa oleh rasulullah . Sehingga ana tdk perlu menjawab sesuatu yg tdk pernah ana katakana, krn ini hanya kesimpulan ‘ngawur’ Si Ikhwan unutk memutar balikkan fakta !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Ikhwan : benar bahwa para khalifah mengajak untuk mengikuti syari'at Allah. tapi apakah semua para shahabat nabi saat itu semuanya sibuk mendakwahkan penegakan daulah ke berbagai negeri ataukah mereka mendahulukan dakwah kepada tauhid. dan juga apakah antum melihat salafiyyin itu tidak berpegang kepada syari'at ?&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;3- Al-Mujadid :&lt;br /&gt;a- Tentang pernyataan anta: “apakah mendakwahkan penegakan daulah ke berbagai negeri ataukah mendahulukan dakwah kepada tauhid ? “, berikut penjelasannya :&lt;br /&gt;Contoh terbaik dalam dakwah adalah dakwah yg dilakukan oleh Rasul SAW, maka kita harus mengkaji apa saja yang dilakukan Rasul SAW selama dakwah yang beliau lakukan di Makkah, apakah terbatas pada dakwah tauhid atau ada aktifitas yg lainnya. DR. Abdurrahman Al-Baghdadi menjelaskan bahwa selama di Mekkah, Nabi Saw melakukan sejumlah aktifitas  a.l  :&lt;br /&gt;a- Pemantapan aqidah islamiyah. Aqidah dijadikan sebagai asas perbaikan individu, asas masyarakat, dan asas penyenggaraan negara.&lt;br /&gt;b- Pergumulan pemikiran : membantah hujjah mereka dan menyerang pemikiran aqidah mereka.&lt;br /&gt;c- Perjuangan politik : menentang para pembesar dan pemimpin mereka sertamembongkar rencana dan konspirasi mereka; seperti yg tertera dalam surat al-qolam ayat 10-16, surat ath-thoriq ayat 15-17, surat anfal ayat 30 dll.&lt;br /&gt;d- Menyerang hubungan diantara anggota masyarakat serta adat istiadat yg tlh usang yg mengatur mereka. Seperti yg dijelaskan dlm surat Al-Muthafifin ayat 1- 6 yg menjelaskan tentang kecurangan dalam menakar timbangan, lalu pada surat Al-Isra’  ayat 31-34 ttg pembunuhan thd anak2.&lt;br /&gt;e- meneguhkan hati rasul SAW dan orang yg berima dg kisah dan janji Allah yg sangat dirindukan berupa kemenangan dan kedududkan dimuka bumi, seperti pada surat Hud ayat 120, serta Al-Qoshas ayat 5- 6 (Lihat Dakwah silam dan Masa depan Umathal. 114 – 119 oleh DR. Abdurrahman Al-Baghdadi). Sebagai perbandinga silahkan mengakji kitab2 sirah yg lain spt sirah Ibn Hisyam, sirah Ibn Ishaq, sirah Al-Halabiyah, tarikh Ath-Thobari, Bidayah wa Al-Nihayah li Ibn katsier, Al-Kamil fit tarikh li Ibn Atsier, dan kitab sirah lainnya tentang Bab Dakwah rasul SAW selama berada di Mekkah sebelum Hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;Dari sini kita dpt melihat bahwa aktifitas rasul SAW di Makkah selain dakwah untuk mengajak org musyrik masul Mekkah masuk Islam, tdp aktifitas yang lain spt pergumulan pemikiran, Perjuangan politik, mengganti adat istiadat yang rusak dan bertentangan dg Islam dan beberapa aktifitas lainnya. Sehingga berdasarkan kajian sirah dakwah Rasul SAW, dapat kita simpulkan bahwa Dakwah tauhid harus integral dengan dakwah untuk melanjutkan kehidupan islam, yaitu dakwah untuk mengembalikan seluruh hukum Allah SWT, baik yg menyangkut hubungan individu dg Rabb-Nya berupa aturan yang menjelaskan tentang masalah sholat, zakat, haji, atau yang menyangkut hubungan individu dg dirinya sendiri berupa aturan yg menjelaskan ttg masalah pakaian, makanan-minuman, serat akhlaq, atau yg menyangkut hubungan individu yang lain berupa aturan yg menjelaskan masalah ekonomi, pmerintahan, sosial – kemasyarakatan, pidana dsb, yang harus diemban oeh sebuah institusi negara !!! Lagi pula, sejak awal Hizb telah meletakkan prinsip bahwa aqidah asas Aqidah dijadikan sebagai asas perbaikan individu, asas masyarakat, dan asas penyenggaraan negara !!!? Sehingga apa yg dituduhkan oleh akhi Ikhwan, ini ibarat jauh panggang dari api (apa yang dituduhkan tdk terbukti) !!?.&lt;br /&gt;b- Kalau anta menuduh bahwa pembahasan aqidah Hizb kurang dibanding masalah politik adalah dusta semata !!! Hizb telah mengeluarkan dan mentabanni sejumlah kitab yg membahas banyak masalah spt : Nidzam Iqtishod (sistem ekonomi islam), Al-Anwal fi daulah Al-Khilafah (Sistem keuangan dalam Daulah Al-Khilafah), Nidzam Uqubat (sistem sangsi islam), Nidzam Al-Hukmi (sistem pemerintahan islam), Nidzam Ijtima’ (sistem pergaulan islam), Daulah Al-Islamiyyah (Kitab Sirah), Syakhsiyah Al-Islamiyah tdr dari 3 jilid (berisi pembahasan masalah aqidah, hadis, jihad, muamalat, ushul fiqh dll), Ad-Dussiyah dan Ma’lumat li Asy-Syabab (nb : 2 kitab ini banyak memabahas masalah aqidah dan kritik atas peyimpangan aqidah umat dr aqidah yg shohih yg berdasar kitab dan As-Sunnah), ahkam Ash-Sholat (Hukum2 sholat) dan berbagai kitab lainnya yg membahas berbagai masalah termasuk diantara afkar siyasi dan Nadzarat siyasi li hizb At-Tahrir  (nb : 2 kitab terakhir ini scr spesifik membahas pemikiran kontemporer dan konstalasi politik internasional) !!! Ditambah lagi puluhan bahkan ratusan kitab yg telah ditulis oleh para syabab dg tema Aqidah, hadis, Fiqh, Ushul Fiqh, Tafsir, Ekonomi, politik, Sejarah, Ilmu sosial, Ilmu Psikologi, sirah dll. Sekali lagi, telah terbukti bahwa tuduhan si Ikhwan ini tdk terbukti dan ini hanya sebuah kedustaan yg pasti Allah akan meminta pertanggungan jawab atasnya !!!?&lt;br /&gt;c- Tentang apakah semua para shahabat nabi saat itu semuanya sibuk mendakwahkan penegakan daulah ke berbagai negeri ataukah mereka mendahulukan dakwah kepada tauhid. Mari kita tengok dan pelajari sirah Rasul SAW berikut :&lt;br /&gt;Sejak tiba di Madinah, Rasul mulai menjalankan pemerintahan unutk mengurusi urusan umat islam, mengatur urusan administrasi dan membangun masyarakat Islam. Beliau mulai mengutus sahabat Hamzah ibn abdul muthalib, ubaidah ibn harits, sa’ad ibn abi waqash sbg komandan untuk memerangi quraisy. Beliau juga mengutus Zaid ibn haritsah, Ja’far ibn abi thalib, dan Abdullah ibn rawahah untuk menyerang romawi. Beliau juga mengangkat sahabat ‘utab ibn Said mjd gubernur Makkah, Muadz ibn Jabal sbg gubernur Jaud, Khalid ibn Sa’id ibn Ash mjd pegawai di  Shun’a. Zayad ibn Labid Al-Anshari di Hadra maut, Abu Musa al-asy’ari sbg gubernur di Zabid dan and’, Amr ibn Ash sbg gubernur Oman, Adi ibn Hatim sbg gubernur di Thayyi’. Abu Dujanah sbg pegawai Rasul SAW di Medinah. Beliau juga mengangkat Abdullah ibn Rawahah setiap tahun untuk menghitung hasil pertanian yahudi khaibar. Rasul SAW juga mengangkat para hakim yaitu Ali ibn abi Thalib sbg hakim di yaman, Abdullah ibn naufalmuadz iibn jabal sbg hakim di yaman. Beliau juga menunjuk Harits ibn Auf sbg petugas yg membubuhkan stempel dg cincin nabi SAW, Zubair ibn Awwam sbg pencatat hasil zakat, Mughirah ibn Syu’bah sbg pencatat hutang2 negara dan masalah muamalah, Syuhrabil ibn Hasanah sbg pencatat penandatanganan perjanjian kpd para raja. Rasul SAW juga sering bermusyawarah dg 14 orang sahabat, 7 dr kaum Anshar dan 7 sisanya dari muhajirin, mereka a.l : Hamzah, Abu Bakaar, Umar, Ali, Ibn mas’ud, Salman, Ammar, Hudzaifah, Migdad dan Bilal. Yang kedudukan mereka spt majelis syuro. Walhasil Rasul SAW sendirilah yg menegakkan struktur daulah, serta menjalankannya dan menyempurnakannya selama masa hidupnya. Negara Khilafah memiliki pemimpin, para muawwin, gubernur, hakim, militer, kepala administrasi, dan majelis syuro. Dan semua riwauyat ini diriwayatkan scr mutawatir. (Lihat Kitab Ad-Daulah Al-Islamiyyah oleh Imam An-Nabhani, hal. 123-127 \ Bab Jihaz Ad-Daulah Al-Islamiyyah).&lt;br /&gt;Terbukti Para Sahabat ra. tidak pernah membedakan antara dakwah kepada Tauhid (mengajak orang kafir masuk ke dalam Islam) dengan dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan keterlibatan mereka dalam berbagai tugas kenegaraan dalam Daulah Khilafah kala itu !!?!. Sedang mencintai para sahabat dan mengikuti apa yg mereka lakukan dengan membedakan antara dakwah kepada Tauhid (mengajak orang kafir masuk ke dalam Islam) dengan dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam adalah tanda mereka merupakan bagain dari Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;Perhatikan perkataan Imam Al-Barbahari ttg masalah ini. Imam Al Barbahary berkata : “Jika kamu lihat seseorang mencintai Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan Usaid bin Hudlair radliyallahu 'anhum maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah --Insya Allah-- dan jika kamu lihat seseorang mencintai Ayyub, Ibnu ‘Aun, Yunus bin ‘Ubaid, ‘Abdullah bin Idris Al Audi, Asy Sya’bi, Malik bin Mighwal, Yazid bin Zurai, Mu’adz bin Mu’adz, Wahb bin Jarir, Hammad bin Salamah, Hammad bin Zaid, Malik bin Anas, Al Auza’i, dan Zaidah bin Qudamah maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah begitu pula jika ada seseorang mencintai Ahmad bin Hanbal, Al Hajjaj bin Al Minhal, Ahmad bin Nashr serta menyebut kebaikan mereka dan berpendapat dengan pendapat mereka maka ketahuilah ia adalah seorang Sunni.” (Syarhus Sunnah 119-121).&lt;br /&gt;Karena pada hakekatnya dakwah kepada tauhid dengan dakwah li isti’nafil hayatil islamiyyah, ibarat dua sisi mata uang yang tdk dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Sehingga tidak ada alasan karena sekarang dakwah tauhid belum terlaksana (mnrt sangkaan si Ikhwan dan kelompoknya), maka dakwah untuk menegakkan syari’at Islam dalam Daulah Khilafah dapat ditunda atau menjadi gugur kewajibannya. Sungguh tidak ada seorangpun Ahli Ilmu atau para Ulama dari masa ke masa yg mengatakan seperti yang dikatakan oleh si Ikhwan dan kelompoknya !!! Silahkan wahai ikhwan tunjukan kitab2 para Ulama (khususnya Ulama salaf) yang mengatakan seperti itu (nb : kitab2 yg ditulis oleh selain Ulama2  dr kelompok ‘Neo Salafi’ ini !!!)&lt;br /&gt;D- Bahkan rasul mengatakan dalam hadisnya yg sering dinukil oleh Salafi : “…Dan hendaknya kamu berpegang pada Sunnahku dan Sunnah Para Khulafa’ Ar-rasyidin ….. (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim). Bukankah dalam hadis ini Rasul memerintahkan kpd umat Islam agar mengikuti sunnah beliau dan sunnah para Khalifah Ar-Rasyidin, bukan diperintahkan untuk mengikuti Abu bakar, Umar, Utsman, dan Ali sbg individu sahabat. Padahal jabatan Khalifah adalah jabatan kenegaraan tertinggi dalam struktur daulah islamiyyah semenjak masa Nabi SAW !!!!? Bahkan mereka Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali meninggal dengan status sebagai amirul mukminin atau Khalifah umat Islam. Bahkan Umar dan Utsman terbunuh karena jabatan mereka sebagai Khalifah umat Islam !!! Lalu kenapa Salafi yg mengklaim penerus manhaj Salaf, tidak mengambil sunnah Nabi dan para Khulafa’ Ar-Rasyidin dalam hal bentuk negara yaitu Daulah Khilafah, malah mendukung Kerajaan Saudi yg sejak awal memproklamirkan dirinya sebagai kerajaan bukan Daulah Khilafah !!!?&lt;br /&gt;E- Malahan anda memusuhi para pejuang Islam yg hendak melanjutkan sunnah Nabi dan para Khulafa’ Ar-Rasyidin dengan menerapkan islam scr kaffah dalam naungan Daulah Khilafah ala minhaj An-Nubuwwah, sebaliknya Salafi malah mengambil Sunnah Heraklius (raja Rum) dan Kaesar (raja Persi) dengan mendukung Kerajaan Saudi (bahkan menganggapnya sebagai Daulah Tauhid), sebagaimana ungkapan Abdurahman Ibn Abi Bakar (ketika mengomentari penunjukan Muawiyyah kepada yazid sbg Khalifah penggantinya) : “Ini adalah Sunnah Heraklius (raja Rum) dan Kaesar (raja persia)” (Lihat As-Suyuti, Tarikh Khulafa’, hal. 162) !!!?.&lt;br /&gt;F- Tentang perintah rasul SAW untuk mengawali dakwah Tauhid, selanjutnya dakwah kepada syari’at. Hizb sepakat dan tidak menolak hal ini. Tidak pernah Hizb dalam kitab2 mutabanatnya menyatakan dahulukan dakwah pada khilafah baru dakwah kpd tauhid !!!? (nb: Ini adl persepsi org Salafi kpd dakwah Hizb, bukan penyataan resmi dr Hizb). Dakwah untuk menerapkan syari’at Islam pada hakekatnya dalah tuntutan dan menifestasi tauhid seorang muslim, yg tidak hanya dituntut harus yakin dg rukun iman, tapi juga harus terikat dengan syariat islam yang terpancar dari aqidah tadi. Oleh karena itulah Hizb menganggap bahwa dakwah tauhid harus integral dengan dakwah untuk menegakkan syari’ah Islam, mulai dari skala individu, masyarakat dan negara. Itulah yang dimaksud dengan konsep tauhid ruhiyyah dan tauhid siyasah !!!&lt;br /&gt;Tauhid siyasah adalah pemikiran2 dan hukum2 berkaitan dg masalah keakhiratan seperti kiamat, pahala, siksa, peringatan, petunjuk, dorongan untuk menperoleh pahala dll, sedang tauhid siyasah pemikiran2 dan hukum2 berkaitan dg masalah dunia seperti pembebanan hokum, kebaikan, kebururkan, perdagangan, sewa-menyewa, perkawinan, perseroan, warisan , sangsi, jihad dll. Sehingga pandangan hidup yang lahir dari aqidah Islam adalah halal dan haram. Yang ini merupakan thoriqoh unutk membangun keterikatan terhadap hukum2 syara’. Sehingga perkara apa saja yg halal baik yang hukumnya wajib, sunnah atau mubah, maka ia akan diambil tanpa ragu. Sedangkan jika perkara itu hukumnya haram atau makruh maka ia akan meninggalkannya tanpa ragu pula (Lihat Kitab Hadis Ash-Shiyam oleh Imam An-Nabhani, Bab Aqidah Ar-Ruhiyah wa Aqidah As-Siyasiyah) !!!?.&lt;br /&gt;G- Sedangkan berkaitan dengan hadis Ibn Abbas ra. Yang menceritakan bahwa ketika Rasul SAW memerintahkan Muadz ke Yaman, beliau bersabda : “Kamu akan mendatangi suatu kaum dr ahli Kitab,. Maka yg harus pertama kali kamu serukan adalah agar mereka mengesakan Allah SWT. Bila mereka sudah mengerti hal itu, beritahukan kepada mereka bahwa Allah memerintahkann kepada mereka untuk menunaikan sholat lima waktu….” (HR. Al-Bukhari). Imam An-Nabhani menjelaskan maksud dari hadis ini bahwa kewajiban pertama seorang muslimdalam berdakwah adalah mengajak kepada Tauhidullah, setelah mengajak mereka kepada hukum2 Allah (Lihat Kitab Hadis Ash-Shiyam oleh Imam An-Nabhani, Bab Tauhidullah) ?!!! Bukankah Si Ikhwan juga mengakui didalam sebagian buku Hizb yg ia miliki, ia mendapatkan pembahasan tentang masalah aqidah (nb : sekalipun mnrt ia terlalu sedikit dibanding masalah politik. Dan terbukti tuduhannya tdk terbukti, krn kalau ia pernah ngaji di HT, ngajinya ‘ndak pepek’ (tdk tuntas) atau krn sedikitnya buku2 mutabanat HT yg ia punya (dan belum tentu ia faham dg isinya). Dengan catatan klaimnya bahwa ia  pernah ngaji di HT itu benar !!!?)&lt;br /&gt;Sedang pengertian sebenarnya dari hadis ini adalah Muadz diutus kepada Ahlul Kitab atau diutus kepada orang Kafir. Sehingga yg dimaksud dengan Dakwah Tauhid disini adalah dakwah untuk mengajak orang Kafir untuk masuk Islam (dakwah ilal Islam). Sedang dakwah tauhid yg dilakukan kepada penduduk negeri kaum muslimin saat ini adalah dakwah li isti’nafil hayah Al-Islamiyyah (dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam yaitu dakwah untuk mengajak mereka terikat dan menerapkan hukum2 Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan mereka), karena mereka saat ini sudah Islam. Kecuali Ikhwan dan kelompoknya menganggap mereka (yaitu kaum muslimin) sudah kafir karena tidak sefaham dg mereka atau tdk mengkaji kitab2 aqidah yg mereka ‘rekomendasikan’, maka kami berlepas diri dari ucapan batil ini !!!?.&lt;br /&gt;Sehingga kalau Si Ikhwan berdalil dg hadis ini untuk membenarkan pendapatnya.&lt;br /&gt;H- Lalu kalau memang benar klaim anta bahwa hanya antalah yang menguasai seluruh tsaqofah Islam, maka mana konsep anda tawarkan untuk mengatasi krisis keuangan, mana juga konsep anda untuk menangani masalah ketenagakerjaan, juga masalah pengelolaan sumber daya alam, masalah good and clean government, mana konsep anda tentang Bank Sentral ala Islam, tentang pendidikan, kesehatan, politik luar negeri, sistem pidana, perundang-undangan dll. Kalau anda tidak mempunyai itu semua dan anda tidak mampu untuk memberi jawaban atas problematika yang dihadapi oleh umat ini, lalu untuk apa anda berteriak-teriak akan dapat menjadi juru selamat kalau tidak ada yang bisa anda gunakan untuk menyelamatkan umat ini. Maka batal dan rontoklah shubhat yang dilontarkan oleh mereka ?!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Ikhwan : masalah mendukung arab saudi yang antum katakan antek amerika. apakah markas besar HT di London dengan mendapat kemudahan tidak diberangus oleh pemerintah Inggris bukanlah suatu pemberian dari pemerintah inggris yang kalian terima secara tidak sadar ? kenapa antum tidak membuat markas besar di negerinya kaum muslimin. ataukah antum mengatakan bahwa negeri kaum muslimin itu negara kufur luar biasa dibandingkan negara inggris sebuah negara yang jelas mayoritas penduduknya kaum kafir lebih baik membangun markas disana ketimbang negeri kaum muslimin?ya akhi antum bawakan hadits tentang berpegang teguh kepada sunnah rasul dan khulafaur rasyidin diakhir tanggapan antum, sudahkan antum baca dan pahami keseluruhan hadits itu. disitu juga terdapat dalil bagaimana harus bersikap terhadap penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;4- Al-Mujadid : Akhi Ikhwan, Dari mana anda mendapat informasi Hizb punya markas besar di London !! Kalau kau tidak punya bukti, maka itu hanya rekaanmu semata dan tuduhan yang tdk berdasar !! Biarlah Allah yg akan menghisab ucapan dusta spt ini ?!? Hizb didirikan oleh Syeikh An-Nabhani di kota suci umat Islam yaitu Palestina (Masjid Al-Aqsa), dan sampai saat ini Hizb memusatkan aktifitasnya di negeri para Nabi dan Rasul Allah ini !! Bukankan di Inggris, Salafi juga melakukan aktifitasnya, yg dipimpin oleh seorang ‘Rojul’ bernama Bilal Philip !!!?, Dan tatkala Inggris bersama AS melakukan berbagai makar dan kedzaliman thd umat Islam suara Si Philip ini dan tmn2nya ‘nyaris tak terdengar’ (NB; padahal kaum muslimin saat itu dibantai di Afghonistan dan Irak), dan Hizb-lah yg bersuara paling keras menentang kedzaliman yang dilakukan AS dan Inggris beserta sekutu2nya, bahkan Hizb mengadakan suatu acara yang bertajuk “You are British or Muslim” (Apakah anda ini orang Inggris atau seorang muslim ?), Sebagai upaya untuk mengajak dan mengingatkan mereka bahwa mereka adalah bagian umat Islam yang tdk boleh tinggal diam atas kedzaliman yang dilakukan atas saudara2 mereka. Sekalipun yg melakukannya adalah negara tempat mereka tinggal spt AS, Inggris dan negara2 eropa lainnya !!! Lalu dimana suara ‘Salafi Inggris’ ?&lt;br /&gt;Yg mengherankan adalah Negara Saudi yg memback up dakwah Salaf sbg kompensasi atas ‘fatwa2 politik’ yang dikeluarkan Ulama Salafi guna mendukung kukuasaan bani Saud, malah memberi fasilitas pada tentara AS dan sekutunya (nb : dengan memberi kesempatan pesawat2 AS dan tentaranya menggunakan pangkalan2 udaranya untuk menyerang Irak) untuk membunuhi anak2, para wanita, dan orang tidak bersalah yang menyebabkan tertumpahnya ribuan darah umat Islan dinegeri tetangganya yaitu Irak (padahal mereka adalah muslim) !!! Ayyub (menamakan para mubtadi’ itu (sebagai) Khawarij) dan ia menyatakan bahwa sesungguhnya orang-orang Khawarij itu nama dan julukan mereka berbeda namun mereka bersepakat dalam menghalalkan darah kaum Muslimin. (Al I’tisham 1/113)&lt;br /&gt;Waliiyadzul billah, telah nampak Al-Haq dan telah hancur kebatilan orang2 kafir beserta antek2nya !!!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikhwan : "menohok sesama muslim".apakah engkau tidak melihat kitab-kitab ulama2 dahulu yang isinya juga banyak memerangi ahlul bid'ah. apakah antum mengatakan mereka para ulama itu adalah penohok muslim sedangkan kalian datang sebagai pemersatu muslim.syari'ah yang mana akh yang antum perjuangkan. apakah terbatas pada masalah demokrasi, rajam, qishas, potong tangan ? ya akhi tahukah engkau ulama2 hadits yang kalian katakan ulama haid dan nifas itu juga menegakkan syar'iat Allah. apakah antum akan mengatakan bahwasanya hadits2 dimasa sekarang yang dha'if dan maudhu' itu adalah juga berasal dari dalam Islam ataukah ia adalah pemahaman dari luar islam yang masuk ke dalam islam sebagaimana demokrasi? lantas adakah salah seorang diantara kalian yang tidak membawakan hadits2 dha'if dan maudhu' dalam kitab2 kalian dan juga ceramah2 kalian?adakah ulama hadits dari kalian yang meneliti dalil-dalil yang kalian gunakan ataukah kalian mengambilnya juga dari ulama2 yang kalian katakan ulama wanita itu? jika demikian kalian termasuk orang2 yang tidak tahu diri.jelaslah bahwa orang2 yang memperturutkan hawa nafsunya tidak konsisten dengan ucapannya.bagi ahli bid'ah kesalahan kecil -yakni masalah furu'- yang ada pada ulama2 sunnah menjadi besar, meskipun perkara yang benar yakni aqidah dan manhaj yang merupakan perkara besar ada pada ulama2 sunnah sedangkan adanya kesalahan dalam masalah besar -yakni aqidah dan manhaj- dikalangan tokoh2 kelompok bid'ah mereka dianggap suatu hal yang kecil bahkan tidak terlihat (baca:teranggap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;5- Al-Mujadid :&lt;br /&gt;a- Akhi Ikhwan, tentang kitab-kitab ulama2 dahulu yang isinya juga banyak memerangi ahlul bid'ah !! Ana mau tanya, kitab yang mana yg anta maksud ?? Lalu Ulama mana yang menulisnya ??? Apa anta pernah membaca karya2 para Ulama tsb ??&lt;br /&gt;Memang benar ada beberapa Ulama yg menulis kitab untuk menjelaskan beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok atau Ulama, spt kitab ‘Radd ala Al-Jahmiyah’ (karya Imam Ahmad) untuk meluruskan beberapa kesalahan Jahm Ibn Sufyan dan pengikutnya dalam masalah Aqidah krn mereka terpengaruh dengan filsafat Yunani dan Ilmu Kalam dlm membahas masalah Aqidah . Tapi kitab itu hanya kitab ‘tipis’ yang terdiri dari beberapa halaman saja, bandingkan dengan karya Imam Ahmad yg lain spt Kitab Musnadnya yg mencapai beberapa jilid kitab yang besar !! Begitu pula Imam Suyuti, beliau menulis kitab “Al-Amr bi Al-Ittiba’ wa An-nahyu anil ibtida’ ”, untuk meluruskan dan mengoreksi beberapa kesalahan praktek dan pelaksanaan Ibadah Mahdhoh yang keliru dan sdh terlanjur berkembang dimasyarakat. Itupun hanya 1 jilid yang tdk terlalu tebal !!?, Coba bandingkan dg karya beliau yg lain spt : Daar Al-Mantshur fi tafsir bil ma’tsur (dlm bidang tafsir yg mencapai beberapa jilid kitab yg besar), Al-Jami Al-Kabir fil hadits (dlm bidang hadis), Al-Ashbah wa nadzoir (dlm bidang Ushul Fiqh) dll, yg menurut Imam Ad-Dawud Al-Maliki karya beliau mencapai lima ratus buah kitab, bahkan ada yg mengatakan mencapai enam ratus kitab (Lihat kitab Miftah Al-Jannah fi ihtijaj bis sunnah) !!! Yg ini jelas menunjukkan perhatian mereka untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang ada, baik dlm masalah aqidah dan ibadah dan lainnya, tapi perhatian mereka jauh lebih besar dalam masalah selain itu (mengoreksi dan meluruskan bid’ah dan penyimpangan yg terjadi ditengah2 umat Islam) pada masalah keilmuan spt fiqh, ushul fiqh, hadis, tafsir dan lainnya, bahkan Imam Suyuti punya kitab ‘Tarikhul Khulafa’” (yg menjelaskan gambaran perjalanan hidup para Khalifah Umat Islam), yg menunjukkan besarnya perhatian Ulama ‘Serba Bisa’ ini (nb : krn ia punya karangan dalam hampir semua cabang Ilmu din) tentang masalah2 politik syar’I (nb: yang sesuai dengan tuntunan Al-Kitab dan As-Sunnah) !!!!&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dg klaimmu, wahai Ikhwan !! Yg jelas tidak berdasar, tidak ada rujukan ilmiah, dan hanya ‘buah’ dari sikap ta’ashub dan permusuhan yg tlh masuk ke dlm relung hatimu ??!, Sehingga setiap apa yg disampaikan oleh Ustadzmu yang menyangkut harokah Islam atau Ulama Islam yg lain, kau terima2 itu mentah2 dan tidak kau kaji, padahal ini menyangkut kehormatan dari saudaramu sesama umat Islam, yg kau akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah atas ucapanmu yg tdk didasari ilmu ini !!?&lt;br /&gt;b- Selanjutnya Wahai Ikhwan, tentang Ulama2 Salafi yang kamu dan kelompokmu aku sebagai Ulama Hadis, apakah memang benar realitanya seperti itu ?? Coba anta perhatikan, semua orang boleh melakukan klaim, tetapi semua itu harus dibuktikan terlebih dahulu !!! Coba perhatikan penjelasan Imam Sakhowi tentang siapa Ahli Hadis (muhaddis) itu sebenarnya : “Menurut sebagian Imam hadis, orang yang disebut dengan Ahli Hadis (Muhaddis) adalah orang yang pernah menulis hadis, membaca, mendengar, dan menghafalkan, serta mengadakan rihlah (perjalanan) keberbagai tempat untuk mendapatkan hadis, mampu merumuskan beberapa aturan pokok (hadis), dan mengomentari cabang dari Kitab Musnad, Illat, Tarikh yang kurang lebih mencapai 1000 buah karangan”. Jika demikian (syarat-syarat ini terpenuhi –pent) maka tidak diingkari bahwa dirinya adalah ahli hadis. Tetapi jika ia sudah mengenakan jubah pada kepalanya, dan berkumpul dengan para penguasa pada masanya, atau menghalalkan (dirinya memakai-pent ) perhiasan lu’lu (permata-pent) dan marjan atau memakai pakaian yang berlebihan (pakaian yang berwarna-warni –pent). Dan hanya mempelajari hadis Al-Ifki wa Al-Butan. Maka ia telah merusak harga dirinya ,bahkan ia tidak memahami apa yang dibicarakan kepadanya, baik dari juz atau kitab asalnya. Ia tidak pantas menyandang gelar seorang Muhaddis bahkan ia bukan manusia. Karena dengan kebodohannya ia telah memakan sesuatu yang haram. Jika ia menghalalkannya maka ia telah keluar dari Agama Islam ( Lihat Fathu Al-Mughis li Al-Sakhowi, juz 1\hal. 40-41). Sehingga yang layak menyandang gelar ini adalah Muhaddis generasi awal seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’I, Imam Ibn Majah, Imam Daruquthni, Imam Al-Hakim Naisaburi ,Imam Ibn Hibban dll. Sehingga apakah tidak terlalu berlebihan (atau bahkan termasuk Ghuluw –pent) dengan menyamakan mereka (Imam Bukhari, Imam Muslim, imam Abu Dawud dkk –pent) dengan syeikh-syeikh anta yang tidak pernah menulis hadis, membaca, mendengar, menghafal, meriwayatkan, melakukan perjalanan mencari hadis atau bahkan memberikan kontribusi pada perkembangan Ilmu hadis yang mencapai seribu karangan lebih  ?!?!  Sadarlah dan kembalilah ke jalan yg haq,  Yaa Ihkwan ??!!&lt;br /&gt;c-Tentang perjuangan HT yg hanya terbatas pada masalah demokrasi, rajam, qishas, potong tangan ? Cukuplah komentar dari Syeikh Ishom Amirah dalam makalahnya yang beliau sampaikan di Univeristas An-Najah di kota Nablus --- Palestina tentang keruntuhan Daulah Khilafah sbb: “ Sungguh keruntuhan Daulah Khilafah telah membawa pada penolakan berbagai hukum Islam dan terhentinya banyak aktivitas yang dituntut untuk dilaksanakan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal ini jelas sangat bertentangan dengan firman Allah SWT  sbb. :&lt;br /&gt;“ Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan waspadalah engkau terhadap fitnah mereka yang hendak memalingkan engkau dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu “ (Surat Al-Maidah - ayat 49).&lt;br /&gt;Hal ini saja sudah cukup untuk memberikan isyarat akan kemurkaan Allah SWT kepada kita, dan karenanya ia seakan-akan telah menyiapkan Malaikat Adzab untuk menyambar kita, serta menyiapkan neraka jahannam bagi tempat tinggal kita, karena banyaknya dosa yang telah kita lakukan. Disebabkan dengan keruntuhan Institusi ini telah membuka pintu lebar-lebar bagi berbagai kemungkaran yang dilakukan baik oleh orang-orang kafir maupun kaum muslimin itu sendiri. Orang-orang kafir itu mengusai dan menjajah negeri-negeri kaum muslimin. Serta membunuh jiwa, menjarah harta kekayaan mereka dan merampas hak dan kehormatannya. Laksana binatang ternak yang disantap oleh srigala karena ia tidak dijaga oleh penggembalanya. Sedangkan kaum muslimin ditimpa oleh berbagai kerusakan karena tidak mau  mengambil syariat Islam, seperti hukum Had, Qishos, Ta’zir dan lain sebagainya “. Oleh karena itu Syeikhul Islam Ibn Taimiyah rahimahullah menegaskan dalam bukunya Siyasah Asy-Syar’iyah hal. 160-161 dan Majmu Al-Fatawa  jilid 28\hal. 320 sbb :&lt;br /&gt;يجب أن يعرف أن ولاية ألامر الناس من أعظم واجبات الدين لا قيام الدين الا بها&lt;br /&gt;“ Wajib diketahui bahwa hal memimpin dan mengendalikan rakyat adalah kewajiban asasi dalam agama. Bahkan pengaturan urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan agama tidak akan tegak kecuali dengannya yaitu institusi Islam yang dipimpin oleh seorang kholifah “. Lalu bukankan syari’at yg diterapkan di kerajaan Saudi yg didukung Salafi ‘hanya’, rajam, qishas, potong tangan ? Semestinya pertanyaan itu anta tujukan pada diri sendiri dan kelompokmu bukan pada orang lain, wahai Ikhwan !!!?!&lt;br /&gt;d- Tentang aktifis harokah membawa hadis2 dhoif, kami ingin bertanya kepada anda wahai ikhwan, apa bukti bahwa aktifis HT membawa hadis2 dhoif dan maudhu’ ?? kami menantang anda untuk membuktikan kalau ada hadis dhoif dalam kitab2 mutabanat HT ?? Coba tunjukkan kitab yg dituliskan oleh ulama salafi yg berisi kondisi hadis dalam kitab2 mutabannat HT ?? kalaupun ada 1 atau 2 hadis yang dinilai lemah atau dhoif oleh sebagaian ulama hadis, ini tdk mengurangi kualitas dari kitab yg bersangkutan !! Bukankan Albani juga punya kitab yang menurut dia, ia telah memisahkan hadis yang shohih dg yang dhoif dalam kitab Ashab As-Sunnan, spt Shohih Sunan Abi Dawud – Dhoif Abi Dawud; Shohih Sunan At-tirmidzi – Dhoifnya, Shohih Sunan At- Tirmidzi – Dhoifnya dll. Lalu apakah ada Ulama yang meragukan bahwa Imam Abi Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’I dll adalah ahli hadis, sekalipun telah ada kitab yg ditulis oleh albani (yg ia klaim telah ia pisahkan antara yg shohih dg yg dhoif dr kitab hadis2 tsb) ??! Apakah ada yg berani mengatakan stlh terbitnya kitab2 ini bahwa Albani jauh lebih menguasai ilmu hadis dibandingkan Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’I dll ??? Tidak ada satupun dari ulama dari dulu sampai saat ini yg berani mengatakan seperti itu. Kecuali ‘Ghulatus Salafii’ (orang2 salafi yg melampaui batas) yg tidak menghormati para Ulama dan dg mudah melontarkan kata2 keji kpd para Ulama ini ‘hatta’ para ulama ahli hadis (waliyadzu billah) !!!? Jadi yg menjadi korban ‘permainan’ si Albani bukan hanya harokah Islam (termasuk HT), tetapi para ahli hadispun menjadi korbannya !!! Lalu jika demikian kalian termasuk orang2 yang tidak tahu diri dan jelaslah bahwa anta adalah termasuk orang2 yang memperturutkan hawa nafsunya, serta tidak konsisten dengan ucapannya !!!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e- Coba sekarang kita lihat bagaimana ‘kemampuan’ albani dlm bidang hadis :Al-Albani berkata dalam kitab "Sharh al-Aqeedah at-Tahaweeah, hal. 27-28" (edisi kedelapan, Maktab al-Islami) oleh Syeikh Ibn Abi Al-Izz al-Hanafi (Rahimahullah), bahwa hadis apapun yang datang dari koleksi Imam Bukhori dan Imam Muslim adalah Shohih, bukan karena ia diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, tetapi karena pada faktanya hadis-hadis ini memang shohih. Akan tetapi kemudian ia melakukan sesuatu yang bertentangan apa yang ia katakan sebelumnya, setelah ia mendhoifkan sejumlah besar hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan imam Muslim !?  Baik, marilah sekarang kita melihat bukti-buktinya :&lt;br /&gt;Hadis : Diantara manusia yang terjelek dalam pandangan Allah pada hari kiamat, adalah seorang lelaki yang mencintai istrinya dan istrinya mencintainya juga, kemudian ia mengumumkan rahasia istrinya  (HR. Muslim No. 1437 – versi bahasa arab). Al-Albani mengklaim bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu, 2\197 no. 2005’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abi Sayid ra. !!!&lt;br /&gt;Hadis : ‘Berkurban itu hanya untuk sapi yang dewasa, jika ini menyulitkanmu maka dalam hal ini kurbankanlah domba jantan !! (HR. Muslim no. 1963 – versi bahasa arab, atau lihat versi bahasa inggris 3\4836 hal. 1086). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu’, 6\64 no. 6222’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibn Majah dari Jabir ra. !!!&lt;br /&gt;Hadis : ‘Nabi SAW mempunyai seekor kuda yang dipanggil dengan ‘Al-Lahif’’ (HR. Bukhori, lihat Fath Al-Bari li Al-Hafidz Ibn Hajar 6\58 no. 2855. Tetapi Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu, 4\208 no. 4489’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Sahl Ibn Sa’ad ra. !!! &lt;br /&gt;Syeikh Al-Saqof berkata : ‘Ini merupakan kemarahan dari orang yang sakit, sedikit dari (penyimpangan –pent) yang banyak dan jika bukan karena takut akan terlalu panjang dan membosankan pembaca, saya akan menyebutkan lebih banyak contoh dari Kitab-kitabnya Al-Albani ketika membacanya. Saya mencoba membayangkan apa yang akan saya temukan jika mengkaji ulang semua yang ia tulis ?’.&lt;br /&gt;Setelah kita menyimak berbagai contoh kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak oleh ‘Yang Terhormat Al-Muhaddis Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani’ oleh ‘Al-Alamah Syeikh Muhammad Ibn Ali Hasan As-Saqqof’ dimana dalam kitab-nya tersebut beliau (Rahimahullah) menunjukkan ± 1200 kesalahan dan penyimpangan dari Syeikh Al-Albani dalam kitab-kitab yang beliau tulis seperti contoh diatas. Maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa bidang ini tidak dapat digeluti oleh sembarang orang, apalagi yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai seorang yang layak untuk menyadang gelar ‘Al-Muhaddis’ (Ahli Hadis) dan tidak memperoleh pendidikan formal dalam bidang ilmu hadis dari Universitas-universitas Islam yang terkemuka dan ‘Para Masyaik’h yang memang ahli dalam bidang ini. (Silahkan lihat kitab Syeikh As-Saqqof, Kitab ‘Tanaqadat Al-Albani A-Wadihat’ (Kontradiksi yang sangat jelas pada Al-Albani) ) !!!!!.&lt;br /&gt;Maka cukuplah perkataan - Syeikh Abdul Ghofar seorang ahli hadis yang bermadzab Hanafi menukil pendapat Ibn Asy-Syihhah ditambah syarat dari Ibn Abidin Dalam Hasyiyah-nya, yang dirangkum dalam bukunya ‘Daf’ Al-Auham An-Masalah Al-Qira’af Khalf Al-Imam’, hal. 15 : ‘’Kita melihat pada masa kita, banyak orang yang mengaku berilmu padahal dirinya tertipu. Ia merasa dirinya diatas awan ,padahal ia berada dilembah yang dalam. Boleh jadi ia telah mengkaji salah satu kitab dari enam kitab hadis (kutub As-Sittah), dan ia menemukan satu hadis yang bertentangan dengan madzab Abu Hanifah, lalu berkata buanglah madzab Abu Hanifah ke dinding dan ambil hadis Rasul SAW. Padahal hadis ini telah mansukh atau bertentangan dengan hadis yang sanadnya lebih kuat dan sebab lainnya sehingga hilanglah kewajiban mengamalkannya. Dan dia tidak mengetahui. Bila pengamalan hadis seperti ini diserahkan secara mutlak kepadanya maka ia akan tersesat dalam banyak masalah dan tentunya akan menyesatkan banyak orang ‘’.&lt;br /&gt;Lalu sekarang siapa yg akan percaya dg hasil pekerjaan si ‘Albani’, termasuk para Ulama Salafi yg lainnya, yg mengklaim dirinya ahli hadis dan yg merasa dirinya lebih hebat dari Imam Bukhari dan Imam Muslim dll !!! Maka sikap kita tatkala ada hadis yg dinilai oleh Albani atau ulama Salafi yg lain adalah sebagaimana sikap sebagian ulama dari Univ. Ummul Qurra Makkah dan sebagian ulama pakar hadis yg lain (di berbagai negeri kaum muslimin lainnya) yaitu berhati2 dan tdk langsung menerima, kecuali ada pernyataan dari ulama hadis yang terpercaya berkaitan dengan status hadis tersebut (ini diucapkan oleh DR. Sa’id Agil Al-Munawar ketika (dlm acara di sebuah televisi swasta)) ditanya ttg status hadis yang dinilai oleh Albani, beliau mengatakan : “Guru2 (para masyaikh) saya menasehati supaya berhati2 dg penilaian Albani atas hadis, krn ia bukanlah orang yang ahli dalam masalah ini !!?“) !!!? Alhamdulillah, terbukti apapun tuduhan si Ikhwan atas status hadis dalam kitab2 mutabannat HT atau yg ditulis oleh para syabnya atau kitab dari para ulama (selain ulama Salafi) atau harokah Islam yg lain perlu ada klarifikasi dan tidak boleh langsung diterima kecuali ada pernyataan para Ulama Ahli Hadis yg terpercaya tentang status hadis tersebut !!!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6- Ikhwan : arab saudi adalah kerajaan sebagaimana yang kita ketahui. apakah setelah kekhilafahan mu'awiyah bukan kerajaan ? atau karena mereka saat itu menjadi adi daya lantas mengaburkan pandangan kalian terhadap kerajaan mereka ? sedangkan kerajaan arab saudi lemah lantas dianggap antek amerika dan kalian musuhi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan  :&lt;br /&gt;6- Al-Mujadid : mengenai pernyataanmu: “Tentang setelah kekhilafahan mu'awiyah adalah kerajaan !?!” . Inilah jawaban atas klaimmu, wahai ikhwan (sebagaimana kebiasaan orang2 Salafi yg tdk punya dasar dan hanya klaim semu !!?) :&lt;br /&gt;Dalam kasus Muawiyyah ketika ia tidak setuju dg kekhilafahan Imam hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib, lalu membuat pemerintahan sendiri adalah merupakan bentuk kesalahan manusia. Akan tetapi, kemudian para Sahabat setuju untuk memba’iatnya sebagai Khalifah yang sah setelah terjadinya Am Al-Jama’ah (tahun perpaduan). Ini terjadi setelah Khalifah yang sah yaitu Imam hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib, cucu Nabi SAW dengan lapang dada menyerahkan kekhilafahannya kepada Muawwiyah Ibn Abi Sufyan pada bulan Jumaddil awwal tahun 41 H. Sebelum itu, Muawwiyah adalah Khalifah yang tidak sah, karena ia memperoleh jabatannya bukan melalui bentuk yang tdk disyariatkan, akan tetapi jabatannya kemudian menjadi sah setelah Hasan Ibn Ali menyerahkan jabatan Khalifah kepada Muawwiyab Ibn Abi Sufyan (Lihat Kitab tarikh Khulafa’ oleh Imam As-Suyuti, Dar kutub Al-Ilmiyah, hal. 56).&lt;br /&gt;Begitu pula pada kasus Muawwiyah yang menunjuk putranya yazid sebagai khalifah penggantinya, merupakan kesalahan ijtihad Muawwiyah dalam memahami Ijma’ Sahabat berkenaan dengan tindakan Abu Bakar yang melantik Umar untuk menjadi Khalifah, atau tindakan Umar dalam melantik enam orang untuk menjadi calon Khalifah.&lt;br /&gt;Kesalahan ini seperti yang diungkapkan Marwan ketika berada di Hijaz sebagai wakil Muawwiyah : “Sesungguhnya Allah telah menunjukkan Amir Al-Mukminin adalah isyarat yang baik terhadap anaknya, Yazid, dan baginda ingin menunjuknya sebagai putra mahkota (dalam riwayat lain : mengikuti sunnah Abu Bakar dan Umar)”. Yang langsung dibantah oleh Abdurahman Ibn Abi Bakar : “Sunnah Heraklius (raja Rum) dan Kaesar (raja Persi) (Lihat As-Suyuti, Tarikh Khulafa’, hal. 162).&lt;br /&gt;Sedang Sunnah Abu Bakar dan Umar ra. dalam menunjuk ‘pengganti’ itu berdasarkan suara umat, setelah abu bakar ra. menanyakan kepada umat siapakan yang paling layakunutk menggantikannya, yang pada saat itu ada 2 calon yaitu Ali dan Umar. Tetapi suara umat lebih condong kepada Umar. Adapun ketika Umar menunjuk enam orang, setelah umat yang diwakili oleh para sahabat telah menyerahkan urusan kepada Umar agar menentukan siapa yang layak dan Umarpun menunjuk enam orang sahabat dengan “Kriteria Terjamin Masuk Surga” dari Nabi SAW. Sementara Muawwiyah tidak pernah bertanya kepada Umat atau mendapat penyerahan dari kemudian ia memberikan pilihannya pada putranya yazid (yg dalam ijtihadnya adalah yang paling layak untuk jabatan Khalifah).&lt;br /&gt;Imam As-Suyuti menyatakan bahwa tidak pernah kaum muslimin tidak mempunyai Khalifah, kecuali setelah Baghdad jatuh ke tangan Tartar, sehingga jabatan itu kosong selama 3 tahun ( Lihat Tarikh Al-Khulafa’ oleh As-Suyuti, hal. 375-380). Walhasil, Daulah Khalifah bertahan terus sampai Mustafa Kemal Pasha bekerja sama dengan Inggris dan Perancis menghapuskan sistem keKhilafahan pada tanggal 3 Maret 1924 (Lihat Kitab Shohwah Rojul Al-Marid oleh DR. Maufaq Bani Al-Marjeh, Dar Al-Bayariq – Libanon).&lt;br /&gt;Lagipula sebuah negara disebut sebagai negara Khilafah atau bukan adalah ditentukan oleh 2 hal, yaitu :&lt;br /&gt;a- Adanya penerapan syari’at Islam secara menyeluruh oleh negara dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;b- Adanya keamanan di tangan kaum muslimin (lihat Kitab As-Siyasah Asy-Syar’iyah oleh Syeikh Abdul Wahab Al-Kholaf, hal. 71 , Muasasah Ar-Risalah – Beirut)&lt;br /&gt;Dan itu tetap dilakukan dan dijaga oleh para Khalifah setelah Muawwiyah sampai Mustafa Kemal pasha menghapuskan sistem keKhilafahan itu !!! Sehingga tidak alasan untuk tidak menyebut negara pasca Muawwiyah adalah Daulah Khilafah !!!?&lt;br /&gt;Lagipula sejarah tidak dapat dijadikan dalil syara’, apalagi sejarah itu jelas merupakan kesalahan ijtihad dari Muawwiyah seperti ucapan Abdurahman Ibn Abi Bakar ra.: “Ini adalah Sunnah Heraklius (raja Rum) dan Kaesar (raja Persi) !!!.&lt;br /&gt;Lha wong sudah jelas salah, kok malah diikuti dan dijadikan alasan untuk mendukung Kerajaan Arab Saudi – Sungguh ini adalah takwil yang jauh !!? Sedang dalam saat bersamaan ada nash2 syara’ dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang memerintahkan hal yang sebaliknya yaitu untuk menjaga institusi Khilafah !!!?.&lt;br /&gt;Dan apa yang anta tuduhkan bahwa Muawwiyah telah merubah sunnah Nabi dari negara Khilafah menjadi negara Kerajaan adalah tuduhan keji dan tidak berdasar !!!?. Bahkan untuk menjawab tuduhan yang tdk ‘semestinya’ pada diri Muawwiyah, Syeikh Abu Husein Adz-Dzahabi menulis kitab ‘Radd Al-Buhtan An Muawwiyah Ibn Abi Sufyan’ (Bantahan atas dusta yang ditujukan kepada diri Muawwiyah Ibn Abi Sufyan). Cukuplah ucapan Syeikhul Islam Ibn Taimiyah untuk menghukumi tuduhan si Ikhwan ini :” Thoanu fihim huwa thoanu fi ad-Din” (celaan atas mereka (yaitu para sahabat) adalah celaan atas Agama (Islam)) (Lihat Kitab Minhajus Sunnah jilid 1-hal. 18) !!! Kembalilah kepada Al-Haq, wahai Ikhwan ??!!? Imam Al Barbahary berkata : “Jika kamu lihat seseorang mencela salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam maka ketahuilah bahwa sesungguhnya dia telah mengucapkan kata-kata yang buruk dan termasuk ahli ahwa’.” ( Lihat kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi, Hal. 115 nomor 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7- Ikhwan : "klaim palsu memerangi ahli bid'ah", antum punya bukti salaf berpura-pura memerangi bid'ah dalam dakwahnya ? atau pengertian ahlul bid'ah itu antum pahami sendiri sebagai orang-orang yang tidak menginginkan tegaknya syari'ah ? sedangkan yang menginginkan tegaknya syari'ah meskipun menyimpang aqidah dan manhajnya antum katakan ahlussunnah ? jika demikian pantaslah antum membenci salaf dan pengikutnya dan menggandeng syi'ah ? apakah antum tidak perduli dengan hujatan syi'ah terhadap shahabat rasul ? apakah antum tidak geram melihat mereka mengatakan a'isyah radhiyallahu 'anha istri nabi sebagai pelacur?ataukah antum merasa wanita2 antum lebih hebat bersama wanita2 syi'ah ketimbang istri rasul?apakah antum tidak pernah membaca sirah bahwa pengkhianatan syi'ahlah yang membuat tumpahnya ribuan darah kaum muslimin akibat diserang oleh hulagu khan ? ya akhi saudara antum mengatakan dalam buku masalah berdalil dengan hadits ahad dalam masalah aqidah dengan perkataan sesat bagi mereka yang mengambil hadits ahad dalam masalah aqidah karena menganggap al qur'an telah ditahrif -dirubah- tanpa mereka sadari.apakah antum punya bukti bahwa salaf memiliki keyakinan al qur'an telah dirubah ? coba antum lihat syi'ah yang antum dekati antum jadikan wali' yang antum bela denga perkataan antum tidak sunni dan tidak syi'ah, merekalah yang jelas2 memiliki aqidah al qur'an telah dirubah. ya akhi siapakah sekarang yang sesat dan tersesat. rasul bersabda: "seseorang itu dinilai berdasarkan dengan teman dekatnya.maka hendaklah kalian melihat dengan siapa dia mengambil teman." (HR.Ahmad, shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;7- Al-Mujadid :&lt;br /&gt;A- Wahai Ihkwan, ada hal yang harus kami ingatkan kepada anda tentang tuduhan saudara bahwa orang atau kelompok yang tidak menjadikan hadis ahad sebagai dalil dalam masalah aqidah adalah Ahlul Ahwa’ (pengikut hawa nafsu). Kami ingatkan bahwa tuduhan seperti ini (tanpa dasar alasan yang benar) adalah laknat yang anda lontarkan kepada saudara anda sesama muslim !!! Kami ingin saudara memperhatikan hadis Rasul SAW dari Abu Darda’ ra. berikut : Rasul SAW bersabda : “Seorang hamba jika ia melaknat sesuatu, laknat itu akan naik ke langit lalu pintu-pintu langit ditutup, kemudian laknat itu dikembalikan ke bumi lalu pintu-pintunya pun (pintu-pintu bumi) ditutup. Lalu ia mencari kekanan dan kekiri sampai tidak ada lagi ijin (tempat). Lalu ia akan kembali pada yang dilaknat jika laknat itu benar. Jika tidak, maka laknat itu akan kembali pada yang melaknat” (HR. Abu Dawud no. 4905 \ Bab Fi Al-La’an) .&lt;br /&gt;Imam Adz-Dzahabi mengunakan hadis ini untuk menetapkan dosa melaknat tanpa alasan yang benar merupakan dosa besar (Lihat Kitab Al-Kabair oleh Imam Adz-dzahabi). Jadi hendaknya akhi Ikhwan berhati-hati dengan tuduhan yang ia lontarkan !&lt;br /&gt;Lagipula apa yang anda ucapkan adalah bukan termasuk akhlak seorang muslim yang senantiasa menjaga lisannya dari kata yang melaknat, sebagaimana dinyatakan dalam hadis berikut : Dari Nabi SAW : “Bukanlah seorang muslim yang suka melaknat, mencela, berkata keji dan kotor” (HR. Ibn Hibban no. 196\Bab Dzikru Nafyi Ismi Al-Imam ‘Aman Ata bi Baghdil Khisal Al-lati Tanqushu bi ityanihi imanihi).&lt;br /&gt;Islam telah melarang untuk melaknat salah satu dari makluk-Nya seperti melaknat angin, apalagi laknat kepada makhluk-Nya yang bernama manusia hanya karena sikap ta’ashub yang berlebihan sehingga tidak bisa lagi melihat antara yang haq dan yang batil, hanya hitam-putih menurut Ustadznya !! Yang hakekatnya ia telah mengabaikan banyak hadis shahih dalam masalah keharusan menjaga kehormatan seorang muslim dengan dalih memerangi dan mengingkari ahlul bid’ah !?!. Perhatikan hadis berikut, wahai saudaraku : Dari Ibn Abbas ra., seorang lelaki melaknat angin kemudian Nabi SAW bersabda : “Janganlah kamu melaknat angin, karena hal itu tidak diperintahkan. Dan barangsiapa melaknat sesuatu padahal ia bukan orangnya (tuduhan yang tidak berdasar), maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat !” (HR. At-Tirmidzi no.1978\Bab Ma jaa fil laknah).&lt;br /&gt;B- Apa anta sudah membaca buku itu dg hati jernih ?? Tidak ada satupun kalimat spt yg anta tuduhkan bahwa mualif (penulis buku tsb, Ust. Syamsudin Ramadhan) mengatakan ‘al qur'an telah ditahrif -dirubah- tanpa mereka sadari’ !! Hal ini muncul, karena anta kesulitan memahami pernyataan para Ulama dalam masalah ini !! Coba perhatikan penjelasan berikut (semoga Allah memberi hidayah pemahaman kepadamu, supaya dapat memahami masalah dari Ahlinya yaitu para Ulama) :&lt;br /&gt;“Masalah Aqidah karena merupakan sebuah kepastian maka ia harus dibangun dengan dalil-dalil yang memberikan kepastian pula dari dalil yang qoth’I tsubut (yaitu Al-Qur’an dan hadis Mutawatir) dan qoth’I Dalalah (penunjukannya pasti sehingga tidak mungkin ditafsirkan kepada yang lain-pent). Sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Hafidz Ibn Katsir  (Tafsir Al-Qur’an Al-A’dzim juz I, hal. 40) : ‘’ Imam yang telah ditentukan syara’ dan diserukan kepada seluruh kaum Muslimin adalah berupa I’tiqod, ucapan, dan perbuatan. Begitulah pendapat sebagian besar imam-imam madzab. Malah menurut Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin hambal, dan Abu Ubaidah, ia telah menjadi ijma’’. Dan diperkuat oleh Imam Ibn Mundzir dalam Lisanul Arab bahwa ‘’ Arti Imam adalah Tasdiq (pembenaran). Dalam kitab At-Tahdzib, disebutkan bahwa Iman adalah asal kata dari yang artinya ‘’Ia seorang Mu’min”. Dalam hal ini, para Ahli bahasa sepakat bahwa iman berarti tashdiq (pembenaran). Perhatikan firman Allah SWT sebagai berikut : ‘’Orang-orang arab badui itu berkata, Kami telah beriman. Katakan kepada mereka : ‘Kamu belum beriman’. Tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk’ (QS. Al-Hujurat -14) “.&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan oleh para Ulama dalam rangka menjaga kemurnian aqidah Islam dari bersih dari berbagai penyimpangan seperti aqidah yang dimiliki generasi yang terbaik yaitu generasi para salafus Sholeh (generasi Shohabat, Tabi’in, dan Tabiut Tabi’in-pent) (Lihat Kitab Radd ala Al-Kitab Ad-Da’wah Al-Islamiyah; Dr. Abdurrahman Al-Baghdadi , hal. 175 ).&lt;br /&gt;Usaha untuk menggunakan dalil yang jelas untuk membangun Aqidah Umat Islam dengan jalan membatasinya pada dalil-dalil Qoth’I, harus terus kita lakukan. Dan untuk memberikan keyakinan tentang masalah ini marilah kita mengkaji argumentasi dari para Imam panutan umat untuk  membantah mereka yang menyangkal prinsip yang mulia ini. &lt;br /&gt;Sebagaimana yang dijelaskan oleh DR. Muhammad Ajaj Al-Khotib bahwa Jumhur Ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Jumhur Mutakallimin dll menegaskan bahwa hadis ahad hanya memberi faedah dzon dan wajib diamalkan (dalam masalah hukum furu’\cabang –pent) (Lihat kitab Al-Ihkam li Ibn Hazm jilid 1\hal. 97, 108-122; Al-Mutashfa li Imam Al-Ghozali jilid 1\hal. 93-99; Al-Ihkam li Al-Amidi jilid 2\hal. 49-60). Imam Muhammad ibn Ibrahim Ibn Jamaah menambahkan bahwa hadis ahad adalah semua hadis yang jumlah perawinya tidak mencapai jumlah perawi hadis Mutawatir. Dan ada yang berpendapat bahwa hadis ahad memberi faedah Dzon (Kitab Al-Minhal Ar-rawi jilid 1\hal. 32\Dar Al-Fikr\ Dimsyaq –Siria \ 1406 H\Cetakan Kedua).&lt;br /&gt;C- Lalu anta dan kelompokmu menanggapi argumentasi Ilmiah ini, hanya dengan hanya mengatakan Imam Fulan dan Fulan menyatakan bahwa Adzab Kubur dalam adalah bagian dari keimanan seorang muslim (nb : sebagaimana dalam sebuah makalah yg sempat kami baca) !! Ucapan ini memang berasal dari para Ulama Islam, tapi apa hubungnnya dengan HIZB ???!! Karena hizb hanya menyatakan sebagaimana yg dinyatakan oleh para Ulama, bahwa aqidah hrs dibangun dg dalil qoth’I dan khobar ahad menurut sebagian besar dari mereka adalah dzonii (Lihat kitab-kitab Ushul seperti : Kitab Kasyf Al-Asrar Ala Ushul Al-Fiqh, oleh Imam Al-Bazdawi I/690 ; Al-Mustashfa min ‘Ilm Ushul oleh Imam Ghozali hal. 93; Hasyiyah Nasmaat Al-Asrar ‘Ala Syarh Ifadhaat Al-Anwar oleh Ibn Abidin hal. 195; Syarh Jalal Al-Mihla ‘Ala Jam’I Al-Jawami’ oleh Imam As-Subki II\114; Raudhat Al-Nadzir wa Jannat Al- Munadhir fi Ushul Fiqh oleh Ibn Qudamah Al-Maqdisi I\260; Irsyad Al-Fuhul oleh Imam Asy-Syaukani hal. 42; Al-Talwih als Al-Audhih li Matan Al-Tanqih fi Ushul Al-Fiqh oleh Imam Ubaidillah Al-Bukhori II\3; Ghoyat Al-Wushul Syarh Lubb Al-Ushul fi syarh Mar’at Al-Wushul oleh Imam Mulla Khasru II\204; Muslim Tsubut oleh Ibnu ‘Abd Al-Syukur  II\88)!!!?, Lihat juga pendapat Imam Jalaludin Abdur Rahman bin Kamaludin As-Suyuti (w. 911 H) menyatakan :‘’ hadis Ahad tidak Qoth’I dan tidak dapat dijadikan dalil dalam masalah  Ushul atau Aqidah”  (Tadrib Al-Rawi Fi Syarh Taqrib Al-Nawawi) dan juga lihat pada kitabnya yang lain (Al-Itqon Fi Ulum Al-Qur’an juz 1\hal. 77 dan juz 2\hal.5). Bahkan Imam Jamaluddin Al-Qosimi menyatakan : “ Sesungguhnya jumhur kaum muslimin dari kalangan sahabat, tabi’in, golongan setelah mereka dari kalangan fuqoha, ahli hadis, dan ulama ushul berpendapat bahwa hadis ahad yang terpercaya dapat dijadikan hujjah dalam masalah tasyri’  yang wajib diamalkan, tetapi hadis ahad ini hanya menghantarkan pada Dzon tidak sampai derajat ilmu (yakin)”  ( Lihat Kitab Qawaidut Tahdis hal. 147-148).&lt;br /&gt;Dan Hizb pun dalam kitab2 mutabanatnya tdk pernah menyebutkan bahwa hadis adzab kubur itu mutawatir atau ahad ?? Qoth’I atau Dzonni ?? Krn adanya ikhtilaf dikalangan fuqaha berkaitan dengan mutawatir tidaknya hadis ttg adzab qubur !! Hizb menyerahkan kepada para Syab-nya untuk mengambil pendapat dari Imam Mujtahid dg argumentasinya yg dianggap paling kuat ??!&lt;br /&gt;Lalu bagaimana anta bisa berkomentar seperti itu ??’ Sementara anta masih kesulitan memahami pernyataan para Ulama dalam masalah ini dan tidak bisa memberikan hujjah yg ilmiah sama sekali untuk meluruskan pendapat dalam buku itu yang menurut anta kurang kuat !!!&lt;br /&gt;D- Lalu tuduhan bahwa hizb mengingkari adzab kubur adalah salah alamat, karena Hizb tidak pernah menyatakan hal itu dalam kitab2 mutabannatnya !! Kalau ada seorang Syab hizb punya pendapat bahwa hadis ttg adzab kubur dzonni, maka itu adalah pendapat pribadi yg bersangkutan, tetapi tatklala hadis ttg adzab kubur terbukti ahad dan memberi faedah dzonni, bukan berarti adzab kubur itu harus di ingkari, karena apa yg diinformasikan oleh hadis ahad yang shohih adalah berfaedah ghulabatudz dzon (dugaan keras, tingkat kebenaranya max. hanya 99 % saja, sedang dalil aqidah harus memberi faedah qoth’I (tingkat kebenarannya 100%)) !!!! Dan tidak ada pernyataan kalau ada yg berpendapat spt ini, berarti Hizb menuduh para perawi hadis tsb berdusta, itu hanya rekaan2 orang2 Salafi untuk memutar balikkan fakta (nb : sebagaimana kebiasaan mereka selama ini yg sering tidak jujur dalam berradu argumentasi, karena banyak yang mereka tuduhkan tidak punya dasar dan rujukan yg jelas) !??!&lt;br /&gt;Sedang mengingkari apa yang diinformasikan oleh hadis ahad yang shohih adalah kemaksiatan tapi tdk menyebabkan pelakunya keluar dari Islam, beda dg mengingkari masalah yg benar2 qoth’I  !!!&lt;br /&gt;E- Apalagi anda menyatakan sebuah gerakan Islam beserta orang yang ada didalamnya, ‘aqidahnya telah menyimpang’. Ucapan ini berbahaya karena mengandung takfir (pengkafiran). Karena seorang muslim yang menyimpang aqidahnya, maka ia telah keluar dari Islam. Atas dasar apa anda menuduh mereka telah meyimpang aqidahnya ?? Apa hanya karena ucapan seorang Ustadz yang sama sekali tidak pernah membaca - apalagi mengkaji pendapat dan pemikiran dari Gerakan yang bersangkutan !!! Sekali lagi kami ingatkan saudara dengan hadis Rasul SAW dari Ibn Umar ra. berikut : Rasul SAW bersabda : “Siapa saja yang berkata kepada saudaranya : ‘Wahai orang kafir’. Maka akan kembali (sebutan kafir itu) kepada salah satu dari keduanya (orang yang dituduh), jika ia seperti yang dituduhkan. Jika tidak (sebutan kafir itu) akan kembali kepadanya” (orang yang menuduh) (HR. Muslim no. 60 dalam Bab Bayan Hal Al-Iman Man Qala li Akhihi Al-Muslim : ‘Ya Kafir’).&lt;br /&gt;Dan sekarang setelah tdk terbukti tuduhan2 palsumu wahai Ikhwan dan sdh pula nampak  ‘belang’ kalian (nb : jauhnya klaim kelompok salafi dari yang realitas yang sebenarnya), dan kami takut tuduhan itu akan kembali pada anda dan kelompok anda !!!?!&lt;br /&gt;F- Juga tentang tuduhanmu bahwa Hizb  mendukung Syi’ah adalah sebuah kedustaan yang kau reka2 !! Dari kitab2 mutabanat HT yg mana anta mendapat statemen itu !!? Karena statemen seperti itu memang tdk pernah ada !!!!, Hizb menyatakan bertanggung jawab untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar (nb : spt yg Allah dan Rasul-Nya perintahkan) dan meluruskan pendapat atau pemahaman yang bertentangan dg hukum syara’, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok, baik kesalahan itu dilakukan oleh Syi’ah maupun Salafi  !!!? Dan Hizb lebih memilih dialog serta beradu hujjah dan argumentasi dengan mereka yang melakukan kesalahan itu, termasuk Syi’ah !!?! Buktinya Syeikh An-Nabhani menulis dalam kitab ‘Fikrul Islam’ ttg ‘bab yg ma’shum hanya para Nabi dan rasul’’ sekaligus mengoreksi pendapat Syi’ah bahwa para Imam mereka ma’shum selain Rasul; dalam kitab ‘Mafahim hizb’, syeikh juga mengkritik faham tashawuf yang banyak dipengaruhi filsafat dan ilmu kalam, yg faham ini banyak dianut oleh sebagian firqoh Syiah dalam masalah tashawuf; dan begitu pula dalam kitab ‘Syakhsiyah Al-Islamiyah’ jilid 2, Syeikh menulis ‘Bab ttg Rasul SAW tdk menunjuk orang tertentu sebagai khalifah’, sekaligus mengoreksi klaim sebagian besar firqoh syiah, bahwa keturunan Ali dan Fathimah-lah yg paling layak menjadi Khalifah bagi umat Islam dan masih banyak masalah yg lain yg dikritisi pula oleh Syeih An-Nabhani dari pemahaman syi’ah yg tdk sesuai dg hukum syara’ !!!?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8- Ikhwan : "klaim diri paling nyalaf". apakah tidak boleh ? pertama, antum harus pahami dengan benar apa itu makna kata salaf dan apa itu salafy. jika antum sudah paham maknanya apakah antum tidak merasa antum salafy juga jika antum merasa mengikuti salaf.maka ada dua hal saya tanyakan kpd antum. jika antum takut mengatakan diri antum salafy meskipun dalam hati antum sendiri maka antum dengan tanpa sengaja meragukan keyakinan dan pemahaman para salaf atau dengan kata lain menganggap salaf itu sesat.yang kedua jika antum mengatakan antum salafy tunjukkan kalau antum salafy. ya akhi salafy bukan cuma modal pengakuan to tapi juga pengamalan secara dzahir yang menunjukkan dia salafy, sudahkah antum tunjukkan antum salafy.-ini semua tergantung pemahaman antum terhadap salaf itu, jika antum memahami salaf sebagai sebuah firqah maka tidak ada gunanya bagi antum untuk menjawab- !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;8- Al-Mujadid : Tentang klaim Ikhwan bahwa dirinya ‘paling nyalaf’. Allah SWT berfirman : ..Wa laa tuzakuu anfusakum… (janganlah kamu menganggap dirimu suci…) (Al-Ayat). Allah menegaskan dalam ayat ini agar seorang muslim tidak terburu menganggap dirinya suci dan memandang saudaranya yg lain lebih rendah dari dirinya !!! Tidak ada satu riwayat yang shohih yg sampai kepada kita bahwa Sahabat sekaliber Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibn Ash, hamzah, Bilal dll yang mengatakan : “Diri kamilah yg paling sesuai dg Al-Qur’an dan As-Sunnah nabi SAW”; sekali2 tidak pernah !!?. Begitu pula para Imam seperti imam Asy-Syafi’I, Ahmad, Malik, Abu Hanifah, Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, AN-Nasa’i, Ibn Majah dll-pun tidak pernah menyatakan dalam salah satu kitab mereka : “Diri kamilah yg paling sesuai dg Al-Qur’an dan As-Sunnah nabi SAW”. Mereka hanya berusaha agar setiap langkah dan eprbuatan mereka sesuai dg Al-Qur’an dan As-Sunnah nabi SAW !!! Lalu apakah anta wahai Ikhwan dan kelompokmu mengklaim dirimu lebih mengetahui dan mengamalkan dg Al-Qur’an dan As-Sunnah lebih dari pada para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dll atau lebih dari para Imam Mujtahid –Ahli hadis seperti imam Asy-Syafi’I, Ahmad, Malik, Abu Hanifah, Imam Bukhari, Muslim dll ???!&lt;br /&gt;Lalu wahai Ikhwan, berapa banyak Ayat\firman Allah dan hadis Rasul SAW yg telah engkau hafal dan telah engkau amalkan ??! Apakah ketika anta baru menghafal 1-2 ayat dan menghafal hadis tentang isbal dan memelihara janggut, anta merasa dirimu sudah mengetahui seluruh hadis nabi dan sudah mampu untuk mengamalkannya melebihi orang lain ???! Sungguh faham kelompokmu tdk mengajarkan pengikutnya untuk bersikap tawadhu’ rendah hati dan menghargai orang lain. Sungguh jauh relitas kelompok ini dengan sikap tawadhu’ generasi Salaf Ash-Sholeh dalam kitab2 yg menceritakan perjalanan hidup mereka !!!&lt;br /&gt;9- Ikhwan : siapa itu abu zahrah, ya akhi apakah antum mengetahui aqidah dan manhaj beliau.jika antum tidak mengetahui kebenaran itu, buat apa antum berdalil dengan kitab beliau yang belum tentu benar.ataukah karena pemahaman dia sesuai dengan pemahaman antum ya !! akhi carilah kebenaran itu dengan dalil bukan dengan hawa nafsu  !!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;9- Al-Mujadid : Tentang karya Imam Abu Zahroh, beliau adalah salah satu guru besar dari Universitas Islam tertua di dunia Islam yaitu Al-Azhar – Mesir. Beliau mempunyai banyak karya tulis, yg sebagian besar karyanya menjadi referensi dari Para Ulama di Timur Tengan dan dunia Islam secara  umum. Termasuk karyanya yang berjudul Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyyah fi As-Siyasah wa Al-Aqoid, wa Tarikh Al-Madzahib Al-Fiqhiyah yg diterbitkan oleh Dar Al-Fikr Al-Arabi (penerbit buku yg berkualitas di kawasan Timur Tengah) setebal 700 halaman. Mengambarkan dengan ‘gamblang’ tentang masalah sejarah kelompok dan pemikiran Islam dlm bidang politik, aqidah, sejarah fiqh Islam, sehingg wajar jika kitab ini mjd salah satu refemsi utama ketika membahas isu politik, aqidah, sejarah fiqh Islam. Kalau beliau dlm kitab ini, mempunyai pendapat bahwa pemikiran Salafi juga dipengaruhi oleh filsafat dan ilmu kalam, ini adalah hasil ‘obyektif’ beliau ketika mengkaji pemikiran2 dr kelompok Salafi. Dan ini juga dibuktikan oleh hasil penelitian seorang pakar Filsafat dan ilmu kalam yaitu DR. Ali Samii An-Nasyar (Guru besar Filsafat Islam di Universitas iskandariyah-Fakultas Adab) dalam kitabnya Manahij Al-Bahts inda Mufakir Al- Islamii wa Kasyaf fi manhaj Al-Ilmii fi Al-Alam Al-Islamii (hal 179-290) bahwa Ibn Taimiyah ketika mengkritik filsafat da ilmu kalam juga terpengaruh dg penggunaan filsafat dan ilmu kalam itu sendiri. Dan pemikiran beliau banyak diadopsi oleh kelompok Salafi pada masa ini !!!&lt;br /&gt;10- Ikhwan : salafy antum katakan terpengaruh filsafat dan kalam. mana buktinya ? apakah bukan antum yang demikian. "kami membenarkan hadits tentang perlindungan terhadap siksa kubur tetapi kami tidak meyakini adanya siksa kubur" bukankah ini filsafat ? buat apa antum membenarkan sesuatu yang tidak antum yakini" dan banyak filsafat lainnya dalam kelompok antum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;10- Al-Mujadid :&lt;br /&gt;a- Tentang masalah hadis ahad, cukuplah dengan tanggapan ana sebelumnya (nb : itupun kalau anta masih mau mengkaji dg hati yg jernih argumentasi ilmiah diatas !!). Sedang tuduhan si Ikhwan bahwa masalah hadis ahad adalah dzonii itu adalah filsafat. Marilah kita meneliti lebih dalam apa pendapat Imam panutan umat yang mewakili madzab-madzab ini dalam masalah hadis ahad sebagai berikut:&lt;br /&gt;1- Imam Jalaludin Abdur Rahman bin Kamaludin As-Suyuti (w. 911 H) menyatakan :&lt;br /&gt;‘’ hadis Ahad tidak Qoth’I dan tidak dapat dijadikan dalil dalam masalah  Ushul atau Aqidah”  (Tadrib Al-Rawi Fi Syarh Taqrib Al-Nawawi) dan juga lihat pada kitabnya yang lain (Al-Itqon Fi Ulum Al-Qur’an juz 1\hal. 77 dan juz 2\hal.5).&lt;br /&gt;2- Al-Hafidz Ibn Hajar (w. 852 H) menyatakan dengan menukil pendapat Imam Yusuf Al-Kirmani bahwa : “ Hadis ahad tidak dijadikan dalil dalam masalah aqidah’’ (Fathul bari juz 8, bab khobar Ahad).&lt;br /&gt;3- Imam Abu Al-Hasan Saifudin Al-Amidi  (w. 631), beliau berkata :&lt;br /&gt;‘’ Bahwa maslah Aqidah ditetapkan berdasarkan dalil-dalil qoth’I, sedang masalah furu’ cukup ditetapkan dengan dalil-dalil dzoni’’. Lalu menambahkan: ‘’ Barang siapa menolak Ijma ’’ (konsensus-pent) dalam masalah ini telah gugur pendapatnya, dengan adanya kasus pada masalah fatwa dan kesaksian. Perbedaan antara masalah Ushul dan furu’ adalah sangat jelas. Mereka yang  menyamakan masalah ushul dan masalah furu’ berarti telah membuat hukum sendiri, hal ini adalah sesuatu yang mustahil dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sombong dan arogan’’ (Lihat Al-Ihkam fi Ushuli Al-Ahkam Imam Al-Amidi juz I\hal. 71-72; Al-Ihkam fi Ushuli Al-Ahkam Imam Ibn  Hazm juz I\hal. 114 -pent).&lt;br /&gt;4- Imam Abi Muhammad Abdurrahim bin Hasan Al-Asnawi (w. 772 H), berkata :&lt;br /&gt;“ Hadis Ahad hanya menghasilkan persangkaan saja. Allah SWT membolehkan hanya dalam massalah amaliyah (tasyri’), yang menjadi cabang-cabang agama, bukan masalah ilmiah seperti kaidah-kaidah pokok hukum agama”  ( Syarh Asnawi Nihayah as-Saul Syarh Minhaju Al-Wushul Ila Ilmi Al-Ushul Al-Baidhawi, juz 1\hal. 214).&lt;br /&gt;5- Imam Zainuddin bin Ibrahim Ibnu Najim (w. 970 H) menyatakan hal sama dengan Imam As-Sarkhasi bahwa hadis Ahad (Dzon Tsubut-pent) wajib diamalkan, tetapi tidak untuk masalah I’tiqod (Aqidah-pent) (Lihat Fath Al-Ghaffar Al-Ma’ruf bi Misykah Al-Anwari, juz 2\hal. 63).&lt;br /&gt;6- Imam Al-Khobazi menyatakan hal yang tidak jauh berbeda dengan pendapat Imam As-Sarkhasi dan Imam Ibnu Najim tentang status hadis ahad ( Lihat Kitab Al-Mughni fi Al-Ushuli Al-fiqhi li Al-Khobazi, hal. 84).&lt;br /&gt;7- Imam Kasani  menyatakan :&lt;br /&gt;“ Pendapat sebagian besar fukoha menerima hadis ahad yang terpercaya dan adil serta diamalkan dalam masalah tasyri’ kecuali masalah aqidah, sebab I’tiqod wajib dibangun dengan dalil-dalil yang qoth’I, yang tidak ada keraguan didalamnya, sementara masalah amal (tasyri’) cukup dengan dalil yang rajih (kuat) saja”  ( Badaa’iu Shanaa’I juz 1\hal. 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8- Imam Abu Ishak Sya’tibi (w. 790 H) menyatakan :&lt;br /&gt;“ Bahwa Ushul fiqh dalam agama harus dibangun dengan dalil-dalil qoth’I, bukannya dengan dalil-dalil dzoni. Seandainya boleh menjadikan dalil dzoni sebagai dalil dalam masalah Ushul seperti Ushul Fiqh maka juga membolehkan (hadis ahad-pent) sebagai dalil dalam masalah Ushul Ad-din (Aqidah –pent) dan hal ini jelas tidak diperbolehkan menuruj ijma’  (kesepakatan-pent). Karena  masalah Ushul fiqh juga dinisbahkan dalam masalah Ushul Ad-din”  (Al-Muwafaqat fi Ushuli Asy-Syar’iyah ).&lt;br /&gt;9- Imam Muhammad Ibn Ahmad Ibn Sahl Abu Bakar Shams Al-A’ima Al-Sarkhasi (w. 483)&lt;br /&gt;Imam besar Hanafiyah dan seorang Mujtahid, dalam kitabnya (Al-Usul Al-Sarkhasi juz 1\hal. 112, 321-333) membantah mereka yang menerima Khobar Ahad dalam masalah Aqidah. Beliau menerangkan hakikat dari Khobar Ahad dan perbedaan antara dalil Qoth’I dan dalil Dzonni sebagaimana perbedaaan pada Tabligh dan Khobar. Untuk mengilustrasikan beliau memberi contoh pada masalah adzab kubur.&lt;br /&gt;10- Fakrudin Muhammad bin Umar bin Husain Ar-Razi (w. 606 H) mengilustrasikan poin berkaitan dengan hadis Ahad sebagai berikut : “ Saya katakan kepada seseorang bahwa hadis yang menyebutkan Ibrahim pernah berbohong sebanyak 3 kali, adalah tidak benar, karena jika hadis ini diterima, maka akan membuktikan Ibrahim sebagai seorang pendusta. Orang tersebut menyatakan bahwa para perawi hadis ini adalah perawi yang terpercaya (tsiqoh –pent) dan tidak dapat dinilai sebagai pendusta. Saya menjawab bahwa hadis ini, kalau kita terima akan membuktikan bahwa Ibrahim adalah seorang pendusta dan kalau ditolak berarti para perawi dianggap pendusta, dimana keterangan yang baik dan lebih disukai adalah untuk diberikan pada Ibrahim AS ”  ( Lihat Tafsir Al-Kabir dan Al-Mahshul fi Ilmi Al-Ushul).&lt;br /&gt;11- Imam Abdur Rauf Al-Manawi ketika beliau menjelaskan tentang masalah syafa’at menyatakan : “Masalah ini adalah bukan masalah amaliyah, sehingga tidak cukup dengan dalil dzon seperti yang faedah yang diberikan oleh hadis ahad …..’’ (Lihat Kitab Faidhul Qodhir jilid 4\hal. 163\Al-Maktabah Al-Jariyah Al-Kubra --- Mesir\ 1356 H\ Cetakan Pertama).&lt;br /&gt;12- Imam Ibn Rusd  menjelaskan bahwa para Ulama Kuffah menolak sebuah hadis kalau bertentangan dengan Ushul yang mutawatir , termasuk metode mereka ketika menolak hadis ahad tatkala menyelisihi Ushul yang mutawatir, dimana hadis ahad berfaedah dzon dan masalah ushul adalah keyakinan yang harus dibangun dengan dalil yang memberi keyakinan pula (yaitu hadis mutawatir –pent) (Lihat Kitab Bidayah Al-Mujtahid  jilid 2\hal. 216\Dar Al-Fikr\ Beirut --- Libanon).&lt;br /&gt;Wahai ikhwan, lalu skrg mana hujjahmu ?? Apa anta akan katakan bahwa semua Ulama diatas adalah ahlul kalam seperti  Imam Jalaludin Abdur Rahman bin Kamaludin As-Suyuti, Imam Yusuf Al-Kirmani, Ibnu Najim, Imam Kasani, Imam Abu Ishak Sya’tibi, Al-Sarkhasi, Ar-Razi, Al-Manawi, Imam Jamaluddin Al-Qosimi adalah ahlul kalam dan memasukkan filsafat itu dalam masalah aqidah !!!&lt;br /&gt;b- Bahkan ketika mereka (kelompok Salafi) kebingungan karena banyak Ulama yang pendapatnya berseberangan dengan mereka, maka dg ‘beraninya” mereka (kelompok Salafi) menyalahkan mereka semua dan memperingatkan umat akan penyimpangan aqidah para Imam ini pada umat , buktinya adalah sbb : Adalah hal yang sangat aneh adalah kalau orang yang mencoba menukil pendapat Al-Hafidz Ibn Hajar sebenarnya adalah orang yang sangat keras mengkritik pendapat Ibn Hajar dalam masalah Aqidah, mereka menulis beberapa kitab yang isi mengkritik dan memperingatkan umat Islam akan penyimpangan Ibn Hajar dalam masalah Aqidah, diantara:&lt;br /&gt;- Al-Tanbih ala Al-Mukholalifat Al-Aqidah fi Fath Al-Bari (Peringatan ttg penyimpangan Aqidah dlm ktb Fath Al-Bari ) oleh Syeikh Ibn Baz, Syeikh Sholeh Fauzan, Syeikh Abdullah ibn Mani’, Syeikh Abdullah Al-Naiman.&lt;br /&gt;- Al-Akhtho’ Al-Asasiyah fi Al-Aqidah wa tauhid Al-Uluhiyah min kitab Fath Al-Bari bi Syarh Shohih Al-Bukhori (kesalahan mendasar dalam hal Aqidah dan tauhid Uluhiyyah kitab Fath Al-Bari yg mrpkn Syarh dr Shohih Al-Bukhori ) oleh Syeikh Abdullah ibn Sa’di Al-Ghomidi.&lt;br /&gt;Akan tetapi yang aneh adalah Syeikh Salim I’ed Al-Hilali kembali menukil pendapat Ibn Hajar dalam kitabnya Al-Adilah wa Asy-Syawahid ala Wujub Al-Akhdzi bi khobar Al-Wahid fi Al-Ahkam wa Al-Aqoid. Baru kali ini terjadi ada sekelompok orang yang memperingatkan penyimpangan Aqidah dari seorang Imam Hadis kepada umat Islam, lalu tetap menukil dan menggunakan pendapatnya dalam masalah Aqidah untuk mempertahankan pendapatnya yang lemah dan dibumbui dengan berbagai dalil yang digunakan tidak pada tempatnya (asal comot saja).  Tidak hanya itu Imam Nashir As-Sunnah (Imam Pembela Sunnah) Asy-Sya’tibi-pun tdk luput dari serangan mereka seperti yg dipaparkan oleh Nashir Ibn Hamd Al-Fahd dalam kitab I’lam bi mukholafat Al-Muwafaqot wa Al-I’thishom (Peringatan akan penyimpangan dlm kitab Al-Muwafaqot dan Al-I’thishom) !!&lt;br /&gt;Abu Hatim berkata : “Salah satu tanda ahli bid’ah adalah adanya cercaan mereka terhadap Ahli Atsar.” (Al Lalikai 1/179). Abu Abdillah Jamal berkata : “Jika kamu lihat seseorang mencerca ulama As Sunnah dan manhaj Salafus Shalih di negeri ini dan lainnya maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut hawa.” Imam Ash Shabuni berkata : Dan tanda-tanda ahli bid’ah itu sangat jelas terlihat pada mereka dan salah satu tanda yang paling menonjol adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap para pembawa berita dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, menghina, dan meremehkan mereka.” (Ibid 101 nomor 162) !!!?&lt;br /&gt;Sungguh aneh padahal dua kitab ini yaitu Al-Muwafaqot dan Al-I’thishom, adalah referensi yang sering mereka rujuk untuk mendukung dan mengungatkan pendapatnya terutama untuk mebenarkan klaim mereka dan melegalisasi tuduhan mereka atas harakah Islam yg lain dg tuduhan sesat atau menyimpang dari manhaj Salaf (nb: mnrt fahamnya albani, utsaimin, ibn baz dll) !!! Sehingga terbukti mereka bukanlah penerus manhaj Salaf, tetapi ‘sebatas’ korektor pendapat dan karya para Ulama Salaf, artinya merekallah yang berhak (nb : mnrt klaim mereka yg salah)  memberi ‘stempel’ seorang ulama salaf itu layak untuk dimasukkan jajaran Ulama Penerus Manhaj Salaf atau tidak, jika mereka (para Ulama itu) sudah ‘lulus sensor’ baik aqidah, manhaj atau pendapat2-nya  agar sesuai dengan aqidah, manhaj dan fiqh kelompok “neo Salafi” ini maka absahlah status mereka sebagai Ulama Salaf dan pendapat2nya dapat dijadikan rujukan dan referensi !!!  Waliyadzu billlah !!!??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11-Ikhwan : benar mereka semua adalah kaum muslimin. tapi jika antum katakan dia bukan imam-nya salafy saja. sudahkah antum mengikuti aqidah dan manhaj mereka dalam beragama dan berdakwah?imam bukhari beliau ulama yang membersihkan sunnah dari kotoran2 hadits lemah dan palsu lalu antum katakan beliau adalah pembela syari'ah islam, tapi kenapa antum katakan ulama2 hadits saat ini sebagai ulama haidh dan nifas, kenapa antum hina mereka ? seandainya pun mereka hidup saat ini, mereka tidak akan bergabung dengan kalian bahkan justru membantah kalian. apakah kalian belum melihat kitab2 mereka yang membantah golongan2 bid'ah seperti mu'tazilah, syi'ah, khawarij, dan yang lainnya.sementara kalian datang merangkul ahli bid'ah dan mengatakan bahwa timbulnya firqah2 tersebut adalah masalah ijtihadiyah semata yang akhirnya tidak boleh kita mengatakan sesat terhadap firqah2 tersebut dalam majalah al wa'ie kalian.apakah antum merasa lebih dalam ilmunya ketimbang mereka.karena mereka memerangi ahli bid'ah sedangkan kalian merangkul ahli bid'ah.namun disaat yang lain antum katakan sesat orang yang mengambil aqidah dari hadits ahad.filsafat lagi atau strategi politik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;11- Al-Mujadid : tentang pertanyaanmu : “sudahkah antum mengikuti aqidah dan manhaj mereka dalam beragama dan berdakwah? “, termasuk Imam Bukhari ?&lt;br /&gt;A- Wahai Ikhwan, tahukan engkau siapa Imam Bukhari ? Jika engkau tidak tahu siapa beliau dan kitab apa saja yang pernah beliau tulis !! lalu dari mana anta bisa klaim bahwa salafi sudah mengikuti aqidah dan manhaj mereka ??!&lt;br /&gt;Perhatikan Imam Bukhari, namanya adalah Muhammad Ibn Ismail Al-Jufri Al-Bukhari. Beliau dilahirkan pada hari jum’at 13 syawal 194 H di kota Bukhara. Pada umur 10 tahun beliau sudah menghafal AL-Qur’an dan mepelajari hadis. Pada umur 16 tahun beliau sudah menghafal kitab hadis karya Imam Abdullah Ibn Mubarok dan Waki’ – ahli hadis pada masanya. Kemudian beliau pergi ke Mekkah, Madinah, Syam, Baghdad, Naisapur, Bashrah, Bukhara. Beliau mempunyai banyak karyanya, diantaranya : Kitab Shahih Bukhari’, At-Tarikh Ash-Shaghir, At-tarikh Al-Awsath, Adh-Dhuafa’, Al-Kuna, Al-Ilal fil hadis, Al-Wuhdah, Al-Mabsuth, Al-Hibah dll  (Lihat Kitab Khoir Ad-Din Al-Zirikli, jilid 6\hal. 34, Dar Alam Al-Malayin – Beirut).&lt;br /&gt;Tidak ada dari kitab2 yg ditulis oleh Imam Bukhari yang secara khusus menjelaskan bagaimana manhaj beliau dalam konsep aqidah dan manhaj !!!! Bahkan dari sekian kitab2 itu tdk ada satu kitabpun yang ditulis oleh Imam Bukhori secara khusus dalam masalah aqidah (nb : seperti yang ditulis oleh Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi yang menulis kitab aqidah yang kemudian dikenal dengan kitab Aqidah Ath-Thohawiyah) !!!. Begitu pula imam Ahmad, Imam Malik, Imam Abu Dawud, Imam An-Nasa’I, Imam Ibn Majah dll (dari kalangan Ahli Hadis) !!?? Lalu dari mana klaim bahwa Salafi sudah mengamalkan manhaj mereka dalam masalah aqidah dan manhaj dakwah ??!? Bahkan Imam Bukhari pernah menulis kitab Khalq Af’al Al-Ibad sebagai bantahan atas tuduhan yang dialamatkan kepada beliau, bahwa beliau terpengaruh oleh mu’tazilah dalam masalah aqidah !!! Jadi bukan hanya HT saja yang pernah menjadi korban dari orang2 (yg di dlm hatinya penuh dengan hasud dan kedengkian) yg dituduh mu’tazilah, tapi Imam Bukhari ‘Sang Imam hadis’ – pun pernah mengalami hal yg sama ???! Jadi dari manakah anta membuktikan semua klaim tadi, jika tdk ada satupun sandaran yg dapat anta gunakan untuk membenarkan klaim anta !!!!?!&lt;br /&gt;B- Seperti pada kasus Kitab Shohih Imam Bukhari, ada 57 kitab yang memberi syarah pada kitab ini. Yang paling baik adalah Fath Al-Bari oleh Al-Hafidz Ibn Hajar dan Umdatul Qori karya Imam Al-Aini !!. Dalam semua kitab ini tidak pernah ada klaim atau pernyataan : ‘hadza minhaj Al-Imam Al-Bukhari fil Aqidah’ atau ‘ma Katabtu fihi illa manhaj al-Imam Al-bukhari fid da’wah’ (Ini adalah metode Imam Buhari dalam masalah aqidah atau Tidaklah aku menulis kecuali ini adalah metode Imam Bukhari dalam hal dakwah) !!!?. Hal ini sama sekali, tidak pernah dinyatakan oleh Para imam ini (baik yang dulu maupun sekarang) yg telah memberi syarah dan ta’liq atas kitab shohih bukhari ini !!!&lt;br /&gt;Kemudian datang Ulama Salafi mengatakan bahwa ini adalah manhaj Imam Ahmad, Imam Bukhari dll !! Yang sebenarnya adalah hasil pemikiran ulama Salafi tsb tentang konsep aqidah dan manhaj dakwah tertentu (nb : versi mereka yaitu salafi), kemudian agar terlihat ‘lebih keren’, maka dicatutlah nama Imam Bukhari, Imam Ahmad dan imam2 Ahli hadis lainnya !!!? Yang pada hakekatnya ini merupakan kedustaan atas nama mereka ?!?! Kenapa, karena memang tidak pernah ada karya atau kitab dari Para Imam Ahli hadis ini yang mereka tulis secara spesifik tentang konsep aqidah dan manhaj tertentu spt yang diklaim oleh Salafi !!!?&lt;br /&gt;C- HT tidak mengatakan bahwa katakan ulama2 salafi adalah ulama ahli  hadits, termasuk mengatakan mereka ulama haidh dan nifas !!! Ini diucapkan oleh orang lain yang juga dimusuhi oleh Salafi (nb : karena yg diberi tuduhan2 yg tdk berdasar) !!! Yang dengan mudahnya Salafi mengatakan dan menvonis kelompok ini Mu’tazilah, lalu kelompok yang lain Murji’ah, dan lainnya lagi sebagai Khawarij dst !!!,&lt;br /&gt;Lalu apakah Imam Bukhari, Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Asy-Syatibi’ ‘hatta’ Syeikhul Islam Ibn Taimiyah yang menuduh dan melabeli Harokah2 islam dengan tuduhan sesat seperti HT – neo Mu’tazilah, Ikhwanul Muslimin – Neo Khawarij, Tabligh – Neo Sufi, Jama’ah Islamiyah Pakistan dg Aqlani (kelompok Rasionalis) dll !!!? Sekali2 tidak, tapi Si Albani, Ibn Baz, Utsaimin, Ied Al-Hilali, Al-Jazairi-lah yang menuduh dan memberi label spt itu !! Lalu mereka membuat sejumlah ‘manipulasi’ dan ‘rekayasa’ yang seakan2 dapat mengaitkan HT dg Mu’tazilah, Ikhwanul Muslimin dg Khawarij, Tabligh dg Sufi, Jama’ah Islamiyah - Pakistan dg Aqlani dll, lalu dicatutlah ungkapan dan penilaian para Imam ini tentang mu'tazilah, syi'ah, khawarij, dan yang lainnya !!!. Sehingga seakan2 yg menvonis Harokah2 islam ini dengan tuduhan sesat seperti HT – neo Mu’tazilah, Ikhwanul Muslimin – Neo Khawarij, Tabligh – Neo Sufi, Jama’ah Islamiyah Pakistan dg Aqlani dan harokah Islam lainnya adalah Imam Bukhari, Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Asy-Syatibi’ ‘hatta’ Syeikhul Islam Ibn Taimiyah !!!? Padahal ini adalah ‘pencatutan ilegal’ dan pendustaan yang dilakukan dengan mencatut nama para Imam ini (nb : sesuai dengan selera dan hawa nafsu dr kelompok ini) !!!&lt;br /&gt;Dimana pada kenyataannya sebagian besar tuduhan itu tidak berdasar dan sebagian dari aktivis harokah itu, seperti HT, Ikhwanul Muslimin, Tabligh, dan harokah Islam yg lainnya, sudah membantah dan menyatakan bahwa semua tuduhan itu adalah dusta dan hasil rekayasa kelompok Salafi  !!??!&lt;br /&gt;D- Selanjutnya mereka berusaha membuat kesan bahwa sekarang mu'tazilah, syi'ah, khawarij, jabariyyah sedang melanda kaum muslimin dg bentuk yg tidak kalah ‘mengerikan’ dibandingkan pada awal kemunculannya !!! Dan untuk memudahkan mereka untuk menjauhkan umat Islam ini dr harokah2 Islam, maka harokah2 Islam inilah (yg direkasaya sedemikin rupa), sehingga terlihat seakan2 harokah2 inilah yang mu'tazilah, syi'ah, khawarij, jabariyyah dll !!!?. Tidak beda dari sebelumnya, ini merupakan hasil ‘akal bulus’ dari kelompok salafi untuk mempengaruhi umat guna membenci dan memusuhi harokah2 Islam !!!? Tapi sebagaimana firman Allah SWT : “ Mereka membuat makar, tapi Allah-lah sebaik2 pembuat makar (Al-Ayat)”, dengan membongkar dan menggagalkan makar itu, sehingga umat tidak tertipu dan tdk dg mudah diajak untuk berpecah belah dg bermusuhan dengan saudaranya sendiri dari umat Islam ???!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13- Ikhwan : "ikuti dan gigit dg gerahammu wahai ikhwan jika engkau benar2 pengikut salaf Ash-Sholih yang tarikh menunjukkkan mrk adalh pembela utama dari daulah Khilafah islam pasca wafatnya Rasul"= buat antum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;13- Al-Mujadid : tarikh menunjukkan mereka adalah pembela utama dari Daulah Khilafah islam pasca wafatnya Rasul" adalah fakta sejarah yang tidak terbantahkan !!! Tunjukkan bahwa pendapat ini tidak benar wahai ikhwan !!! Ketika kau bolak-balik kitab2 sirah Rasul SAW dan para Sahabat, khususnya setelah mereka hijrah ke Kota Madinah dan mendirikan Daulah Khilafah pertama disana, Maka kau akan temukan bahwa mrk adalh pembela utama dari Daulah Khilafah Islam baik ketika Rasul SAW masih hidup, apalagi pasca wafatnya Rasul SAW  !!!? kenapa sikap fanatikmu pada Salafi membuat kau menutup mata dan  telingamu atas fakta ini !!! Sekali lagi ana menantang engkau wahai Ikhwan, tunjukkan dalam kitab sirah yang mana, halaman berapa, dan diriwayatkan oleh siapa kalau mereka (yaitu para Sahabat) tidak memperhatikan masalah Daulah Nabawiyah ini (yaitu Daulah Khilafah) !!! Kalau anta tidak dapat menunjukkannya, maka sebagaimana biasa itu hanya manifestasi kebenciaanmu kepada orang lain (terutama HT) yang punya pendapat berbeda denganmu dan kelompokmu, sekalipun ucapanmu dan kelompokmu itu, serta klaimmu yang sama sekali tidak terbukti  !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ikhwan :terakhir ana tidak menolak berdirinya khilafah, tapi apakah dakwah kepada politik inikah yang lebih di dahulukan. apakah semua orang yang tidak memperjuangkan daulah akan kekal di neraka selamanya ataukah perbuatan syirik yang banyak melanda kaum muslimin saat ini yang mengakibatkan kekalnya dineraka ? dan alhamdulillah ana sudah sadar dari seorang yang dulunya begitu fanatik untuk memperjuangkan khilafah bersama kelompok HT kepada manhaj salafush shalih. "tunjukkanlah bukti kalian jika kalian orang yang benar." (TQS.Al Baqarah:111).jazakallah khairan katsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan :&lt;br /&gt;14- Al-Mujadid :&lt;br /&gt;A- Cukuplah untuk menjawab ucapanmu : “apakah semua orang yang tidak memperjuangkan daulah akan kekal di neraka selamanya ataukah perbuatan syirik yang banyak melanda kaum muslimin saat ini yang mengakibatkan kekalnya dineraka ?“. Sebagai berikut : Orang yang tidak memperjuangkan syari’at Islam adalah berdosa. Dan syari’at itu tidak mungkin tegak dalam institusi selain Daulah Khilafah !!? Dan maraknya syirik yg tersebar di dunia Islam, karena tidak adanya Daulah Khilafah sebagai sebuah institusi yang menjaga aqidah kaum muslimin dari segala bentuk kemusyrikan dan penyimpangan dari hukum2 syara’ !!!?.&lt;br /&gt;Seandainya cukup hanya dengan Negara Kerajaan Saudi untuk memberantas syirik di seluruh dunia muslim, kenapa di Indonesia dan negara kaum muslimin kesyirikan masih merajalela???. Bukankah Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab-pun baru bisa menghancurkan (nb: apa yang ia anggap sebagai kemusyrikan) setelah ia bekerjasama dengan Muhamad Ibn Su’ud mendirikan negara kerajaan Saudi. Dan kemudian negara Saudilah yang “membersihkan’ apa yang menurut ijtihad beliau adalah kemusyrikan di wilayah Hijaz !!! Lalu apa argumentasimu bahwa negara tidak punya peran untuk melindungi dan menjaga aqidah umat !!! Ya, benar Kerajaan Saudi dan negara manapun (selain Daulah Khilafah) yang didukung oleh Salafi tidak akan pernah mampu membersihkan kesyirikan secara tuntas di negeri2 kaum muslimin !!! Dan marilah kita buktikan apakah kerajaan Saudimu atau Daulah Khilafah kamilah (nb : yg akan segera berdiri dalam waktu dekat dg izin Allah) yang akan benar2 membersihkan dan membebaskan negeri2 kaum muslimin dari kemusyrikan !!?  Kita tunggu saatnya, wahai Ikhwan ??!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B- Sedang permasalah yang dihandapi oleh kaum muslimin saat ini, bukan hanya terbatas pada problem kesyirikan !!?. Ada banyak masalah yang tidak kalah ‘gawatnya’ dengan masalah kesyirikan seperti masalah kemiskinan, kebodohan, kristenisasi, hutang luar negeri yang menumpuk dan tdk terbayarkan, perampokan harta kekayaan alam negeri2 Islam oleh perusahaan negeri kapitalis –penjajah, terpecahnya negara2 kaum muslimin mjd lebih dari 50 negara, terjajahnya negeri2 islam oleh negeri2 kafir dll !!! Yang seharusnya hal ini juga mjd prioritas dari seluruh Harokah Islam dan seluruh umat islam untuk segera dituntaskan !!?&lt;br /&gt;C- Apakah anta bisa buktikan, jika masalah tahayul (syirik), bid’ah dan Khurafat dapat diatasi, maka sekonyong2 masalah spt kemiskinan, kebodohan, kristenisasi, hutang luar negeri yang menumpuk dan tdk terbayarkan, perampokan harta kekayaan alam negeri2 Islam oleh perusahaan negeri kapitalis –penjajah, terpecahnya negara2 kaum muslimin mjd lebih dari 50 negara, terjajahnya negeri2 islam oleh negeri2 kafir dll, juga langsung teratasi ???? Lalu bagaimana dg kerajaan Saudi, bukannya madzhab (dlm masalah aqidah dan fiqh) Salafi – Wahabi telah diadopsi oleh Raja2 Saudi dari Bani Su’ud sebagai madzhab negara, malah kerajaan Saudi menyokong penyebaran pemikiran madzhab Salafi – Wahabi ke seluruh penjuru dunia  !!?&lt;br /&gt;Walhasil, negara Saudi (nb: yg diklaim oleh Salafi sbg Daulah Tauhid-versi mereka) tidak mampu berbuat apa2 untuk kaum muslimin di dunia. Faktanya kaum muslimin masih tetap dililit kemiskinan, dikungkung kebodohan, diserbu dg kristenisasi dan aktifitas pendangkalan aqidah, terjerat hutang luar negeri yang tdk terbayarkan, harta kekayaan alam negeri2 Islam terus dirampok oleh perusahaan negeri kapitalis –penjajah tanpa ada perlawanan sedikitpun, dan negara2 kaum muslimin masih terpecah menjadi lebih dari 50 negara, dan sebagian besarnya masih terjajahnya oleh negeri2 kafir !!! Bahkan Saudi-pun tidak berkutik untuk menyelamatkan negara Islam tetangganya dari keganasan negara2 Salib yang membunuhi dan menyembelih penduduk Irak (nb : yg juga muslim, kecuali oleh Salafi mereka sdh dianggap bukan muslim lagi krn penduduk negeri tsb menolak dan tdk menganut faham2 Salafi !!), malahan Saudi memberi fasiltas tentara2 Salib untuk mempermudah pembantaian mereka atas penduduk Irak yg tdk berdosa. Dan sekali lagi, Salafi ‘cuci tangan’ atas kejahatan besar yg dilakukan oleh para penguasa (khususnya di negeri2 timur tengah) yg mereka dukung !!!? Waliyadzu billah !!? Wahai Allah selamatkan kami dari penyimpangan seperti ini, sehingga kami tetap bisa berada di jalan yg Kau ridhoi !!!?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-5113226446970993288?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/5113226446970993288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/dialog-syabab-ht-vs-pengikut-salafi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/5113226446970993288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/5113226446970993288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/10/dialog-syabab-ht-vs-pengikut-salafi.html' title='DIALOG SYABAB HT VS PENGIKUT SALAFI'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-295858801199755827</id><published>2010-07-13T07:16:00.000-07:00</published><updated>2010-07-13T07:17:56.241-07:00</updated><title type='text'>MELUPAKAN RUNTUHNYA KHILAFAH ADALAH DOUBLE TRAGEDY</title><content type='html'>Tepat 3 Maret 1924, institusi yang menerapkan seluruh syariat Islam di dalam negeri dan mengasaskan dakwah dan jihad dalam hubungan luar negerinya itu, diruntuhkan oleh Kemal Pasha Laknatullah yang merupakan kaki tangan penjajah Inggris. Sejak runtuhnya Khilafah Islam tersebut, masalah bertubi-tubi mendera kaum Muslim. Ikatan akidah berubah menjadi ikatan kebangsaan, sehingga kaum Muslim terpecah menjadi lebih dari 50 negara bangsa. Syariat Islam yang berkaitan dengan muamalah dan uqubat praktis tidak lagi diterapkan. Sebagai gantinya adalah sistem sosial buatan penjajah, seperti sistem ekonomi kapitalis, sistem pendidikan sekuleristik, sistem pergaulan bebas, sistem pemerintahan demokratis dan sistem sanksi pidana-perdata kolonial.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah SWT telah menegaskan bahwa manusia hidup di dunia ini hanya untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah itu dibuktikan dengan penegakkan syariat Islam secara kaffah. Sedangkan menerapkan hukum selain yang diturunkan oleh Allah SWT adalah bentuk kekufuran yang menyalahi misi tersebut. Lantas mengapa ini bisa terjadi? Untuk mengupas masalah ini lebih lanjut Wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo mewawancarai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto. Berikut, petikan wawancaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 85 tahun ini kaum Muslim tidak segera membai’at seorang khalifah. Padahal tiga hari saja, ditengah-tengah kaum Muslim tidak ada seorang Khalifah merupakan sebuah kemaksiatan. Mengapa ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya Khilafah Islamiyah pada 1924 adalah sebuah tragedi. Serta menjadi tragedi pula ketika kaum Muslim sekarang tidak lagi mengingat bahwa peristiwa itu sebagai tragedi. Jadi ini bisa disebut sebagai double tragedy. Ketika Anda kehilangan sesuatu yang berharga, itu satu soal. Ketika Anda sudah tidak ingat lagi barang yang berharga itu hilang, jadi bertambah lagi persoalannya menjadi dua. Coba fikirkan bagaimana Anda mendapatkan kembali barang berharga yang hilang itu kalau Anda sendiri melupakan barang yang berharga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa lupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini merupakan buah dari pendidikan. Khususnya pendidikan sejarah yang memang tidak lagi menempatkan itu sebagai masalah utama. Bukalah buku sejarah untuk SMP. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa Kemal Pasha sebagai pahlawan. Padahal ia adalah anteknya Inggris untuk menghancurkan Khilafah dari dalam. Sehingga alih-alih anak-anak SMP menyadari itu adalah sebuah tragedi dan Kemal Pasha itu sebagai pengkhianat. Mereka malah mengaguminya karena dikatakan Kemal sebagai Attaturk, Bapak Turki Modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah itu sangat penting. Karena dari sejarah itu kita bisa merekonstruksi hidup kaum Muslim di masa lalu, jati dirinya, sekarang bagaimana dan sedang mengalami apa. Sejarah juga sering disebut sebagai second hand reality, realitas tangan kedua. Jadi yang kita baca sekarang ini sebenarnya bukan fakta sejarah, tapi rumusan tentang fakta di masa lalu. Nah, sebagai rumusan sangat tergantung siapa yang merumuskan/menuliskan dalam kerangka pemikiran ideologi dan pemahaman seperti apa seseorang menulis sejarah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hikmah yang bisa diambil dari keadaan ini adalah pentingnya penulisan dan penceritaan kembali sejarah Islam secara benar khususnya sejarah seputar kehidupan Islam atau seputar Khilafah. Dalam penceritaan tersebutkan kita mengenalkan istilah. Istilah itu penting sekali. Karena istilah itu mewakili gagasan. Khilafah itu apa, syariah itu apa, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya lainnya yang harus dilakukan untuk menyadarkan umat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menjelaskan problema utama yang menimpa umat ini. Umat sekarang ini memang sudah banyak ditimpa masalah. Tapi pangkal dari semua masalah itu apa. Tentu saja tidak ditegakkannya syariah dan Khilafah. Kemudian di atas kesadaran tentang akar masalah itu kita bangun peta jalan dari persoalan ini. Sehingga umat tidak lagi terjebak kepada pragmatisme perjuangan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang perjuangan yang sangat berat yang memerlukan ketekunan. Karena kerusakan yang terjadi sekarang ini sudah sedemikian rupa. Ketidaktahuan umat tentang kehidupan Islam yang sebenarnya juga sudah sedemikian rupa. Ditambah lagi dengan tantangan baru yang semakin memperkeruh keadaan, seperti liberalisme, pluralisme, dan sinkretisme. Tapi kita tidak boleh berhenti dalam perjuangan ini harus tetap sabar dan tekun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar para pengemban dakwah ini tetap istiqomah memperjuangkan tegaknya Khilafah dan syariah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama saya fikir adalah pengemban dakwah harus memahami betapa vitalnya urusan ini. Karena hal ini menyangkut hidup dan matinya umat. Hal ini bisa dianalogikan seperti orang yang ada di padang pasir yang kehausan. Dia tahu kalau tidak segera minum ia akan mati. Maka konsentrasinya diarahkan untuk mendapatkan air. Segala daya dan upaya dilakuan untuk menghilangkan dahaga. Sehingga masalah yang lain, seperti kaki yang lecet-lecet, kepala pusing, perut lapar, badan kotor, rasa kantuk, tidak dijadikan masalah utama. Karena ia menyadari masalah utamanya adalah mencari sumber air yang menyangkut hidup dan mati itu. Ya, kurang lebih apa yang dilakukan para pengemban dakwah untuk memperjuangkan tegaknya syariah dan Khilafah itu seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, orang yang kehausan di padang pasir tidak akan merasa bahwa upaya mencari air itu lelah walau pun sangat melelahkan ia akan terus berkonsentrasi dan berusaha mencarinya sampai ketemu atau mati. Begitu juga para pengemban dakwah karena ini merupakan ujian dari Allah SWT. Jadi sangat penting dipahami bahwa dakwah ini adalah masalah yang vital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, kalau bukan dengan dakwah lantas mau dengan apa? Kalau bukan dengan dakwah kapan Khilafah akan berdiri? Kalau tidak istikomah bagaimana dakwah membuahkan hasil? Perlu diingat bahwa tegaknya Khilafah untuk yang keduakalinya merupakan janji Allah SWT. Sedangkan yang menjadi kewajiban kita adalah beramal shalih. Hal itu termaktub dalam Alquran Surat An-Nur ayat 55.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja amal shalih yang dimaksud adalah dakwah untuk menyadarkan kembali umat tentang kewajibannya untuk mengganti sistem kufur ini dengan Khilafah Islam seperti yang diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan Imam Ahmad, tsumma takunu khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Maha Benar Allah SWT dan Rasulullah SAW yang tidak pernah inkar janji. [] Sumber : www.mediaumat.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-295858801199755827?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/295858801199755827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/07/melupakan-runtuhnya-khilafah-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/295858801199755827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/295858801199755827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/07/melupakan-runtuhnya-khilafah-adalah.html' title='MELUPAKAN RUNTUHNYA KHILAFAH ADALAH DOUBLE TRAGEDY'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-6881771694388199191</id><published>2010-07-06T20:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T20:28:32.383-07:00</updated><title type='text'>Kenaikan TDL Bukti Pengkhianatan Penguasa Terhadap Rakyat</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui komisi VII menyetujui usulan penyesuaian Tarif Dasar Listrik sesuai amanat UU 2 Tahun 2010 tentang APBNP 2010. Hal itu menjadi keputusan rapat kerja (raker) antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM Selasa (16/6/2010) lalu. Salah satu kesimpulan raker tersebut menyatakan bahwa sesuai UU APBNP 2010, DPR RI menyetujui usulan pemerintah untuk melaksanakan distribusi subsidi listrik sebesar Rp 55,1 Triliyun. Penyesuaian ini dilaksanakan dengan sistematika yang berkeadilan, tidak memberatkan rakyat kecil dan tetap menjaga daya saing industri dimana pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak mengalami kenaikan.  Penyesuaian TDL ini akan berlaku per 1 Juli 2010.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya penderitaan rakyat masih akan terus bertambah dan semakin lama akan semakin berat walaupun menurut pemerintah kanaikan TDL kali ini hanya menimpa sebagian kecil dari konsumen listrik di Indonesia. Kebijakan pemerintah kali ini semakin memperjelas bukti pengkhiatan mereka terhadap rakyat. Rasanya tidak akan cukup air mata untuk menangisi kehancuran negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dapat kita lihat misalnya dalam APBN 2010 yang sudah disahkan DPR pada 30 September lalu, yang disusun oleh orang-orang yang sekarang juga masih duduk di dalam kabinet, anggaran untuk BLT ternyata tidak ada, padahal program BLT dibanggakan dalam kampanye dan dijanjikan akan berlanjut. Subsidi obat generik yang pada APBN-P 2009 besarnya Rp 350 miliar, pada APBN 2010 dihapus. Subsidi pangan dianggarkan 11,4 triliun menurun dari Rp 12,987 triliun pada APBN-P 2009. Jumlah itu diprediksi hanya cukup untuk melaksanakan program raskin 15 kg per bulan bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) selama 10 bulan. Subsidi pupuk yang di APBN-P 2009 sebesar Rp 18,43 triliun dipangkas Rp 7,13 triliun atau 38,68 % menjadi Rp 11,3 triliun. Meskipun subsidi benih memang naik dari Rp 1,315 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 1,6 triliun. Semua pengurangan subsidi itu adalah ciri khas agenda neolib. Ironisnya semua subsidi yang dipangkas itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat miskin dan petani. Lalu, di mana janji pengentasan kemiskinan yang digembar-gemborkan selama kampanye?[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Problem Listrik dari Hulu sampai Hilir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis listrik berkepanjangan di Tanah Air terjadi karena pemerintah lamban mengatasi masalah tersebut, akibat tidak sinkronnya antara sektor hulu dan hilir, manajemen sumber daya energi primer seperti batubara dan migas yang buruk, serta minimnya dukungan pemerintah terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksinkronan itu antara lain tampak pada perencanaan pengelolaan kekayaan energi primer nasional dengan pengelolaan kelistrikan nasional serta minimnya dana yang dimiliki pemerintah untuk sektor kelistrikan. Di sisi lain, manajemen PLN pun dituding tidak mampu mengelola potensi yang dimiliki. Padahal, krisis listrik yang terjadi saat ini murni kesalahan pemerintah yang tidak bisa mengantisipasi melonjaknya permintaan pasokan listrik. Ketersediaan dana menjadi alasan utama pemerintah, sehingga mengabaikan prioritas pemenuhan publik akan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono dalam diskusi terbatas soal kondisi kelistrikan di Tanah Air yang diselenggarakan Investor Daily  di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (26/11/2009) problem di hulu listrik adalah minimnya investasi di sektor kelistrikan yang menyangkut pembangunan pembangkit, distribusi, dan jaringan transmisi. Sulitnya PLN mendapat pasokan energi primer juga menjadi persoalan lain di sektor hulu. Ditambah lagi mayoritas pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). “Dana pemerintah digunakan untuk subsidi tarif listrik,” katanya. Menurut Sekretaris Perusahaan PLN Supriyanto, Anggota Komisi VII DPR Romi Rohmahurmuzy, di sektor hulu, selama ini PLN tidak mendapat pasokan gas dan batubara yang memadai untuk pembangkit. Harga gas dan batubara untuk PLN terlalu mahal dan sulit didapat.  “Bayangkan, negara kaya batubara dan gas, namun perusahaan PLN kesulitan mendapat pasokan,” ujarnya.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sekitar 70% pembangkit menggunakan BBM, sehingga memicu mahalnya biaya produksi listrik. Karena itu, Anggota Komisi VI DPR Edhy Prabowo menyarankan, pemerintah dan PLN mengonversi ke bahan bakar yang lebih murah. Selain itu, penetapan tarif seharusnya memperhatikan biaya produksi. Romi Rohmahurmuzy menambahkan, sekitar 95% kesalahan masalah listrik di Tanah Air menjadi tanggungjawab pemerintah. PLN hanya menanggung 5% dari kesalahan tersebut. Ini menandakan bahwa pemerintah tidak serius menanggapi masalah kelistrikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat dari Public Policy and Consumers Protection Defender Agus Pambagio mengaku miris dengan kondisi kelistrikan di Tanah Air. PLN kesulitan mendapatkan pasokan gas dan batubara yang memadai untuk sejumlah pembangkitnya. Agus menambahkan, di sisi hulu, pemerintah mesti segera menetapkan kebijakan memasok gas dan batubara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) untuk kebutuhan energi primer PLN. Besaran DMO gas yang paralel dengan kebutuhan PLN sekitar 35%, dan batubara sesuai dengan kebutuhan pembangkit PLN. Saat ini kebutuhan batubara untuk pembangkit PLN mencapai 21 juta ton. Pasokan batubara akan meningkat jadi 52 juta jika seluruh proyek listrik 10 ribu MW tahap I rampung seluruhnya pada 2011. Karena itu, lanjut Agus, pemerintah perlu proaktif untuk mewajibkan atau bahkan meminta kontraktor swasta merenegosiasi kembali penjualan gas ke luar negeri, dan mengalihkan gas itu untuk kebutuhan PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Krisis Listrik Sampai Kenaikan TDL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLN menyatakan bahwa pemadaman terus terjadi akibat pembangunan sistem ketenagalistrikan di Indonesia terkendala sejumlah hambatan teknis dan finansial. “Karena kemampuan dana internal PLN sangat rendah dan juga konsekuensi kebijakan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang tidak mengalami kenaikan sejak tahun 2003,” tutur Direktur Utama PLN, Fachmi Mochtar, saat Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi VII DPR (Republika, 17/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemadaman listrik yang kerap terjadi adalah bagian dari krisis listrik yang selama ini dialami Indonesia. Sebabnya, antara lain: Pertama: faktor teknis. Secara teknis saat ini memang terjadi kerusakan yang menimpa sejumlah gardu induk PLN, seperti di kawasan Jakarta Timur karena terbakar pada tanggal 29 September 2009; juga terbakarnya sebuah trafo yang dimiliki Gardu Induk Tegangan Tinggi Cawang; kerusakan trafo di Gardu Induk Listrik Gandul dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTU) Muara Karang; terganggunya PLTP Gunung Salak Unit 2 Unit dan lepas dari sistem; terganggunya trafo GITET 500 KV Bandung Selatan. Kerusakan juga terjadi di Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok, Jakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat serta PLTU Tambak Lorok di Semarang, PLTG Sragen (Mediaindonesia.com, 11/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: faktor finansial. Faktor teknis di atas tentu tidak lepas dari faktor finansial. Faktor ini juga diakui PLN. Di sisi transmisi, misalnya, banyak jaringan dan alat-alat PLN yang sudah tua karena tiadanya biaya investasi sehingga harus dilakukan overhaul yang akhirnya merugikan masyarakat banyak dengan pemadaman listrik tersebut. Teknologi listrik termasuk teknologi tinggi. Banyak alat-alat yang masih harus diimpor dan harganya mahal. Padahal APBN terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kenaikan Tarif Dasar Listrik secara periodik (rutin) menjadi pilihan. Kenaikan ini sudah berlangsung berkali-kali sejak zaman Soeharto hingga masa SBY. Saat ini pun Pemerintah telah memastikan akan menaikkan kembali Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk yang ke sekian kalinya pada tahun 2010. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Saleh, Senin (09/11/2009) (Kontan.co.id, 9/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya rencana kenaikan TDL itu diperkirakan akibat pemerintah menaikkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp16,7 triliun dalam RAPBN-P 2010, yaitu menjadi Rp54,5 triliun dari APBN 2010 yang hanya Rp37,8 triliun. Subsidi ini ternyata hanya mampu menahan agar TDL tidak naik pada semester pertama 2010 saja. Pemerintah dan DPR menyepakati kenaikan TDL sebesar 10% pada Juli 2010 mendatang dan penambahan subsidi listrik menjadi Rp56,1 triliun. Sebenarnya TDL tidak perlu dinaikkan, terutama jika pemerintah benar-benar serius mengupayakan suplai energi alternatif selain BBM ke pembangkit PLN. Di antaranya keseriusan pemerintah menangani masalah krisis batubara PLN, maka biaya pokok produksi listrik PLN sangat berkurang.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebijakan Ekonomi Yang Salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grafik berikut menggambarkan komposisi energi primer PLN sampai Maret 2008.[6] Dari komposisi di atas, penggunaan BBM beberapa tahun terakhir ini cenderung meningkat meski harga minyak mentah sudah menembus US$ 100/barrel dan PLN mesti membeli dari Pertamina dengan harga pasar (non subsidi).  Banyak PLTGU yang sebenarnya dapat dijalankan dengan gas atau BBM, tetapi justru selama ini menggunakan BBM.  Gas sebenarnya lebih murah, namun sayangnya gas Indonesia banyak dijual dengan kontrak jangka panjang ke Cina dengan harga US$ 2,8 / mmbtu.  Di pasar spot saat ini gas dihargai US$ 7-8 / mmbtu.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah saat ini tampak bergerak ke arah liberalisasi ekonomi, termasuk di sektor energi, khususnya kelistrikan. Celakanya, liberalisasi ekonomi ini disinyalir merupakan desakan pihak asing, baik negara-negara asing (khususnya AS) maupun lembaga-lembaga asing seperti Bank Dunia dan IMF. Kedua lembaga ini, misalnya, selalu mempromosikan (baca: mendesakkan) liberalisasi sektor listrik kepada Pemerintah.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain liberalisasi listrik yang saat ini sudah mendapatkan payung hukum melalui UU Kelistrikan yang baru disahkan, liberalisasi sektor energi malah telah lebih dulu dilakukan, yang juga sudah dipayungi oleh antara lain UU Migas. Menurut pengamat ekonomi Dr. Hendri Saparini, 90 persen energi negeri ini sudah dikuasai oleh pihak asing. Akibatnya, sumber energi (khususnya minyak dan gas) menjadi sangat mahal, dan PLN jelas kena dampaknya. Pasalnya, biaya pemakaian BBM untuk pembangkit-pembangkit PLN mencapai Rp 28,4 triliun pertahunnya, atau hampir seperempat dari seluruh biaya operasional PLN setiap tahunnya. Besarnya beban biaya operasional PLN ini lebih karena kebijakan ekonomi Pemerintah yang memaksa PLN membeli sumber energinya (BBM, gas, batubara) dengan harga yang dikehendaki oleh perusahan-perusahaan asing ini, yang memang memegang kendali dalam industri minyak, gas dan batubara. Di sisi lain, lebih dari 70 persen batubara dan lebih dari 55 persen gas diekspor ke luar negeri, bukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk PLN.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anggota Komisi VII dari FPKS Sigit Sosiantomo, naiknya harga produksi listrik setiap tahun disebabkan oleh bauran energy (energy mix) di pembangkit listrik yang tidak efisien. PLN masih menggunakan bahan bakar minyak sebagai bahan pembangkit listrik terbesar (30 persen), padahal dalam rencana pemerintah tahun 2010 hanya akan menggunakan 19 persen untuk pembangkit listrik.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Besaran Tarif Kenaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan semua jenis golongan berdaya 450 Volt Ampere (VA) sampai 900 VA tidak terkena kenaikan per 1 Juli 2010. Persetujuan tersebut dicapai dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Darwin Saleh yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa. Untuk memudahkan memahami kenaikan tarif dasar listrik, pemerintah memberi contoh hitung-hitungan sederhana tentang kenaikan tarif listrik itu. Untuk pelanggan rumah tangga 1.300 VA yang sebelumnya memakai listrik rata-rata Rp 134.000 per bulan misalnya, maka akan naik 18 persen atau Rp 24.000 per bulan dan pelanggan 2.200 VA naik Rp 43.000 menjadi Rp 240.000 per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada raker tersebut, DPR menyetujui usulan pemerintah untuk menaikkan TDL bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300-5.500 VA sebesar 18 persen, pelanggan sosial 1.300 VA sampai di atas 200.000 VA sebesar 10 persen, pelanggan bisnis 1.300-5.500 VA sebesar 16 persen, dan bisnis di atas 200 kVA 12 persen. Sedang, pelanggan industri dengan daya 1.300-2.200 VA disetujui naik enam persen, industri antara 2.200-200.000 VA sembilan persen, industri di atas 200.000 VA 15 persen, pelanggan pemerintah antara 1.300-5.500 VA 15 persen, dan pemerintah di atas 200.000 VA 18 persen. DPR juga menyetujui tarif traksi untuk kereta listrik di atas 200.000 VA naik sembilan persen, curah untuk apartemen di atas 200.000 VA 15 persen, dan tarif multiguna untuk pesta naik 20 persen. Sementara, untuk pelanggan 6.600 VA ke atas bagi golongan rumah tangga dan 6.600-200.000 VA bagi golongan bisnis dan pemerintah tidak terkena kenaikan TDL karena sudah dibebani batas hemat 30 persen.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dampak yang ditimbulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar survei konsumen yang digelar Bank Indonesia di wilayah Jawa Tengah pada Mei 2010, kenaikan TDL bisa memicu kenaikan harga barang. Ini karena indeks kepercayaan konsumen (IKK) semakin meningkat yang menyebabkan tingkat konsumsi semakin naik. IKK Jawa Tengah pada April 2010 tercatat 113,7 dan menjadi 117,9 pada Mei 2010.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin BI Semarang, M Zaeni Aboe Amin, mengatakan, survei menunjukkan masyarakat konsumen semakin optimistis terhadap kondisi perekonomian dibanding periode sebelumnya. Akibatnya, ekspektasi terhadap kenaikan harga secara umum pada enam bulan mendatang cenderung menguat. Kenaikan harga diperkirakan terjadi pada komoditas makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, bahan makanan, serta sandang.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Parsial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono dalam diskusi terbatas soal kondisi kelistrikan di Tanah Air yang diselenggarakan Investor Daily  di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (26/11/2009), menyatakan bahwa masyarakat sebagai konsumen mesti berhemat dalam mengonsumsi listrik. “Matikan saja dua titik lampu setiap hari. Jika ada 1 juta pelanggan melakukan itu, penghematan itu setara dengan 50 juta watt, atau sama dengan membangun satu pembangkit baru,” tambah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi VII dari FPKS Sigit Sosiantomo yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI mengusulkan kepada pemerintah agar pembangkit listrik menggunakan energi selain BBM, yakni gas, geotermal atau batu bara dengan persentasenya lebih besar sehingga biaya produksi pembangkit akan lebih murah dibandingkan BBM.  “Kalau dengan BBM, bisa mencapai 16 sen dollar/kWh. Kalau menggunakan gas, di bawah 13 sen dollar/kWh, dengan batu bara bahkan juga bisa di bawah 10 sen dollar/ kWh, dan dengan geotermal 9,7 sen dollar/kWh,”.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan bauran energi ini, lanjut Sigit, pemerintah juga bisa menghemat subsidi hingga Rp 15 triliun. Apalagi, saat ini Indonesia sedang menghadapi AFTA dan ACFTA dan volume impor yang lebih tinggi daripada ekspor. “Jangan sampai Indonesia mengalami deindustrialisasi saat industri di negara-negara lain sedang tumbuh, dan ini terjadi akibat naiknya biaya produksi listrik,” kata Sigit.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tuntas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, energi (termasuk listrik) merupakan bagian dari kepemilikan umum berdasarkan hadis Nabi saw yang artinya: “Manusia bersekutu (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: padang gembalaan, air dan api”. (HR Ibn Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah Islam telah menetapkan negara (Khilafah) sebagai wakil umat untuk mengatur produksi dan distribusi energi (termasuk listrik) tersebut untuk kepentingan rakyat. Negara tidak boleh mengeruk keuntungan dari kepemilikan umum ini. Negara hanya boleh memungut tarif sebagai kompensasi biaya produksi dan distribusi barang-barang tersebut (lihat: Abdurrahman al-Maliki, As-Siyâsah al-Iqtishâdiyah al-Mutslâ). Negara pun tidak boleh memadamkan listrik seenaknya tanpa banyak pertimbangan sebelumnya yang sangat merugikan rakyat. Negara juga haram menyerahkan kepemilikan umum ataupun penguasaannya kepada pihak swasta/asing berdasarkan hadis di atas. Karena itu, solusi syariah untuk mengatasi krisis listrik saat ini dapat dilakukan cara menghentikan liberalisasi energi, termasuk listrik, dan mengembalikan seluruhnya ke tangan negara sebagai pengelola utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, listrik harus dikelolah oleh sebuah badan milik negara yang statusnya adalah institusi pelayanan, dan bukan dijadikan sebagai institusi bisnis. Konsekuensinya, badan milik negara yang mengelola listrik ini memang harus terus disubsidi oleh negara. Pertanyaannya: dari mana negara bisa mendanainya? Jawabannya mudah. Sebagaimana kita ketahui, kekayaan alam Indonesia sangat melimpah-ruah. Menurut catatan Waspada (12/11/2005), misalnya, Indonesia memiliki 60 ladang minyak (basins), 38 di antaranya telah dieksplorasi, dengan cadangan sekitar 77 miliar barel minyak dan 332 triliun kaki kubik (TCF) gas. Kapasitas produksinya hingga tahun 2000 baru sekitar 0.48 miliar barel minyak dan 2.26 triliun TCF. Ini menunjukkan bahwa volume dan kapasitas BBM sebenarnya cukup besar dan jelas sangat mampu mencukupi kebutuhan rakyat di dalam negeri, termasuk PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru sektor migas, belum sektor energi yang lain; juga belum termasuk dari sektor pertambangan (emas, perak, tembaga, nikel, besi, dll), kekayaan hutan, laut, dll. Sayangnya, selama ini semua kekayaan alam Indonesia itu sebagian besarnya malah masuk ke kantong swasta dan asing. Di bidang pertambangan, di Bumi Papua saja, misalnya, Indonesia memiliki cadangan sekitar 72 juta ton emas. Sayangnya, tambang emas itu dikuasai PT Freeport sejak puluhan tahun lalu. Menurut Econit, royalti yang diberikan Freeport ke Pemerintah hanya 1-3.5 persen sehingga penerimaan Pemerintah dari pajak, royalti dan dividen FI hanya 479 juta dolar AS (SWA, 1997). Jumlah itu tentu masih sangat jauh dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh Freeport sekitar 1.5 miliar dolar AS (tahun 1996) (Gatra, 10/1998). Jika kita ‘berandai-andai’, andai semua itu dikelola oleh Pemerintah secara langsung, dan tidak diserahkan kepada pihak asing, kita bisa membayangkan, berapa ratus triliun pertahun pemasukan yang bakal didapat Pemerintah. Andai itu terbukti, sebetulnya tidak ada alasan bagi Pemerintah untuk tidak mensubsidi PLN, yang ujung-ujungnya adalah untuk kepentingan rakyat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian masalah krisis listrik-kenaikan TDL saat ini adalah akibat liberalisasi ekonomi, termasuk liberalisasi energi, antara lain listrik. Liberalisi adalah bagian dari agenda Kapitalisme-sekular yang telah lama bercokol di negeri ini. Karena itu, yakinlah bahwa selama Kapitalisme-sekular ini tetap bercokol di negeri ini, kita tidak akan pernah bisa keluar dari berbagai macam krisis, termasuk krisis listrik, karena memang Kapitalisme-sekular itulah sumber krisis. Saatnya kita membuang Kapitalisme-sekular, kemudian menggantinya dengan sistem Islam, dengan cara menerapkan syariah Islam secara total dalam negara, dalam institusi Khilafah. Allahu Akbar! (Oleh M. Rohan Ramadhan, Aktivis &amp; Mahasiswa STEI Hamfara).&lt;br /&gt;(Sumber : www.dakwahkampus.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-6881771694388199191?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/6881771694388199191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/07/kenaikan-tdl-bukti-pengkhianatan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/6881771694388199191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/6881771694388199191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/07/kenaikan-tdl-bukti-pengkhianatan.html' title='Kenaikan TDL Bukti Pengkhianatan Penguasa Terhadap Rakyat'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-642748649499316813</id><published>2010-07-06T20:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T20:25:33.849-07:00</updated><title type='text'>Tolak Kenaikan TDL Listrik</title><content type='html'>Melalui persetujuan DPR, mulai 1 Juli 2010 pemerintah akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang besarnya berkisar antara 6-20%. Hanya dua kelompok yang tidak mengalami kenaikan, yakni pelanggan rumah tangga kecil dengan daya 450-900 VA karena dianggap tidak mampu serta pelanggan dengan daya di atas 6.600 VA karena sudah membayar TDL sesuai harga pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah-sudah, alasan yang dikemukakan pemerintah adalah untuk mengurangi beban subsidi. Dengan kenaikan TDL ini, diharapkan bisa dihemat dana pemerintah sebesar sekitar Rp 5 triliun. Meski tidak semua golongan pemakai akan dinaikkan, tapi kenaikan TDL ini pasti tetap saja akan makin menyulitkan kehidupan masyarakat luas. Biaya hidup pasti akan bertambah karena harga barang dan jasa pasti juga akan ikut naik. Kadin menghitung, dengan kenaikan TDL antara rata-rata sekitar 10% ini, akan mengakibatkan kenaikan biaya produksi sekitar 33%, yang tentu akan menaikkan harga jual barang. Para produsen dengan alasan kenaikan bahan baku akan menaikan harga jual produk. Dan akhirnya pasti akan menyebabkan multiplier efect yang bermuara pada kenaikkan harga dan penurunan daya beli masyarakat dan berujung pada penurunan produksi yang berdampak pada pemutusan hubungan karyawan/pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut, seharusnya kita semua menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menolak rencana kenaikan harga TDL itu karena hal itu tidak sesuai dengan prinsip yang benar dalam pengelolaan sumber energi nasional serta akan semakin membebani kehidupan masyarakat yang kebanyakan telah hidup dalam kesusahan. Sumber energi, termasuk listrik, adalah milik umum yang oleh karena itu rakyat berhak untuk mendapatkannya secara murah atau cuma-cuma. Rasulullah saw menyatakan: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan api.”(HR. Abu Daud). Termasuk dalam api disini adalah energi berupa listrik.&lt;br /&gt;2.Menaikkan TDL bukanlah jalan yang tepat karena sesungguhnya masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengurangi apa yang disebut besarnya subsidi itu. Yakni, Pertama meningkatkan efisiensi pengelolaan PLN dan mengurangi kebocoran serta korupsi. Kedua, dengan memanfaatkan seoptimal mungkin pembangkit dual firing yang dimilik oleh PLN dengan menambah pasokan gas. Bila cara ini dilakukan, penghematan yang bisa dilakukan oleh PLN dibanding dengan menggunakan BBM bisa mencapai Rp 50 triliun. Oleh karena itu, produksi gas yang ada harus diprioritaskan bagi konsumsi dalam negeri khususnya untuk listrik dan pabrik pupuk. Kebijakan porsi kuota gas untuk eskpor lebih besar dari pada untuk alokasi dalam negeri, seperti yang terjadi pada gas Donggi Senoro dimana 70% ditetapkan untuk ekspor sementara sisanya untuk dalam negeri jelas tidak tepat dan bertentangan dengan prinsip pengelolaan energi yang benar tadi.&lt;br /&gt;3.Alokasi gas Donggi Senoro yang lebih besar untuk ekspor di tengah kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat, serta swastanisasi pembangkit listrik yang membuat harga listrik terus meningkat adalah bukti dari praktek-praktek kotor para pejabat negara yang berkolusi dengan para pengusaha. Ini pula fakta dari apa yang disebut Corporate State atau Negara Korporasi yang dikendalikan oleh simbiosis antara penguasa dan pengusaha. Dalam negara semacam ini, keputusan politik dibuat bukan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat melainkan untuk kepentingan mereka sendiri dalam rangka meraup dana bagi kepentingan politik mereka guna meraih kekuasaan yang lebih besar, lebih tinggi dan lebih lama lagi. Dalam negara semacam ini, UU dan peraturan-peraturan, seperti UU Migas yang penuh keanehan itu dibuat untuk memuluskan kepentingan itu. Dalam UU Migas terdapat ketentuan bahwa produksi migas paling sedikit 25% untuk kepentingan dalam negeri. Itu artinya, produksi migas bisa hanya 25% yang disalurkan ke dalam negeri, selebihnya untuk ekspor. Dan itu pula yang dijadikan dasar oleh pemerintah ketika memutuskan alokasi gas Donggi - Senoro, yakni 30% dalam negeri dan 70% ekspor.&lt;br /&gt;4.Inilah salah satu praktek kotor yang dilakukan oleh para pejabat dalam sistem sekuler. Ketika syariah Islam dicampakkan, mereka bekerja hanya berdasar prinsip maslahat. Dan ternyata maslahat yang dituju bukan untuk masyarakat banyak tapi untuk kepentingan diri dan kelompoknya saja. Maka sistem semacam ini harus dihentikan, diganti dengan sistem yang betul-betul bekerja untuk kepentingan semua manusia. Itulah sistem Islam dengan syariahnya yang pasti akan membawa rahmat bagi semua. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Sumber :www.dakwahkampus.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-642748649499316813?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/642748649499316813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/07/tolak-kenaikan-tdl-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/642748649499316813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/642748649499316813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/07/tolak-kenaikan-tdl-listrik.html' title='Tolak Kenaikan TDL Listrik'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-5702057106601720386</id><published>2010-05-31T06:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T06:13:47.336-07:00</updated><title type='text'>BEBASKAN PALESTINA Oleh  Muhammad Sabran</title><content type='html'>Biadab itulah kata yang tepat untuk Israel, Israel tidak hanya membunuh dan melukai rakyat palestina tetapi Israel juga melakukan Penyerangan terhadap kapal kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga Gaza menjadikan puluhan orang meninggal selain itu juga lebih dari 30 orang terluka. Kapal yang dibajak itu bernama Freedom Fortila. Jumlah korban tersebut dirilis oleh situs Al Jazeera. Bahkan menurut reporter Al Jazeera, Jamal Elshayyal, yang mengikuti kapal Mavi Marmara yang berada di depan kapal yang dibajak Israel itu, penembakan dilakukan tentara zionis dengan peluru tajam. Selama penembakan berlangsung, helikopter Israel terbang di atas kapal tersebut. Penyerangan ini pun langsung mengundang keprihatinan dari berbagai belahan dunia. Ribuan warga turki berunjuk rasa ke konsulat Israel di Istanbul, Shubuh, waktu setempat. Pemimpin Hamas, Ismail Haniya, langsung mengatakan bahwa tindakan Israel itu barbar. Sementara pihak Israel beralasan bahwa kapal kemanusiaan itu lebih menjalankan provokasi ketimbang mengirimkan bantuan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Masalah ini seharusnya bisa membuka mata kita, bahwa masalah yang dihadapi rakyat palestina bukan hanya masalah rakyat paletina saja. Karena kalau kita berfikir seperti itu berarti musuh-musuh Islam dan anek-antek mereka telah berhasil meracuni pemikiran kita yang berhasil mememutuskan palestina dari pokok dan akarnya. Mereka telah “mengkerdilkannya “ dari masalah Islam ke masalah Arab, kemudian masalah palestiana “nasionalisme” kemudian mereka membaginnya diantara Gaza dan tepi barat! Kemudian menjadi masalah pemikiman. Karena ini adalah masalah kaum muslimin, maka kita jugalah yang harus menyelesaikannya, lalu bagaimanakah metode yang tepat untuk membebaskan rakyat palestina. Inilah pertanyaan besar yang mesti kita jawab ! kemudian kita &lt;br /&gt;Janganlah kita bersikap seperti kebanyakan pemimpin negeri-negeri MUSLIM , mereka hanya mengitung  berapa korban yang tewas, terluka dan yang ditangkap. Sikap terbaik dari mereka hanyalah “memberikan karunia” kepada masyarakat dengan mengizinkan mereka melakukan aksi protes, mengajukan keberatan dan berteriak menentang Israel, dan semua itu tidak bisa membuat bulu kuduk Israel berdiri sehelai pun. Juga tidak bisa membuat Israel mundur selangkahpun. Alangkah baiknya kita kembali membaca dan melihat lembaran sejarah bagaimana dahulu palestina di duduki kaum salibis. Mereka membuat kerusakan dan merusak di masjid al-Aqsa. Darah para syuhada kaum  muslimin menggenang  di area masjid! Kaum salibis menghancurkan mimbar al-Aqsa. Mereka merubah masjid menjadi tempat menambatkan kuda-kuda mereka....akan tetapi kaum muslimin tidak menyibukkan diri melakukan aksi protes untuk membebaskan al-Aqsa. Akan tetapi MISI mereka siang dan malam adalah menyiapkan pasukan, memobilisasi tentara mukmin yang benar dengan kepemimpinan Shalahuddin, wali mesir dan syam dibawah khilafah yang memerintah menurut apa yang diturunkan Allah dan berjihad dijalan Allah. Begitulah kaum muslim dahulu. Mereka mulia dengan agama mereka dan kuat karena pertolongan Rabb mereka. Merka menyibukkan diri dalam menyiapkan pasukan untuk membebaskan al-Aqsa dari najis kaum salibis dan menerangi al-Aqsa dengan cahaya para tentara yang memekikkan takbir berkat pertolongan dan kemengan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LALU BAGAIMANA MEBEBASAN PALESTINA SAAT INI...&lt;br /&gt;     Sesungguhnya metode membela al-Aqsa dan sekitarnya bukannya tidak diketahui, akan tetapi hal itu sangat jelas diatas pengetahuan, lebih terang dari pada api. Metode yang tepat untuk menghentikan kebiadaban Israel adalah memobilisasi tentara kaum muslimin dan menghimpun orang-orang yang mampu menjadi tentara bergabung di dalam pasukan kaum muslim itu untuk mencabut entitas yahudi dari akar-akarnya dan mengembalikan palestina bebas, mulia dan bersih dari pendudukan Israel dan siapa saja yang ada dibelakannya. Lalu apa yang mesti kita lakukan di daerah kita selain memberikan doa, bantuan dana, serta obat-obatan untuk rakyat palestina yang masih selamat. Sesungguhnya metode yang paling tepat adalah ummat berdiri di hadapan para penguasanya agar para penguasa itu memobilisasi pasukan untuk berperang. Jika mereka tidak mau melakukannya, maka ummat akan menindak mereka dan mengangkat seorang penguasa yang mukmin dan benar. Yaitu seorang Khalifah ar-rasyid, yang ummat berperang dibelakanngnya, yang menjual dirinya demi keridhaan Allah SWT. Seorang khalifah yang tidak akan menempatkan pasukan tetap berdiam di barak hanya untuk perhiasan dan perayaan. Akan tetapi adalah untuk meraih salah satu dari dua kebaikan menang atau mati syahid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-5702057106601720386?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/5702057106601720386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/bebaskan-palestina-oleh-muhammad-sabran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/5702057106601720386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/5702057106601720386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/bebaskan-palestina-oleh-muhammad-sabran.html' title='BEBASKAN PALESTINA Oleh  Muhammad Sabran'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-8598408740948945805</id><published>2010-05-30T04:00:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T04:02:02.960-07:00</updated><title type='text'>TOLAK KEDATANGAN OBAMA !!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Nrm5jaGD-vU/TAJFdQ1Ac2I/AAAAAAAAAUk/2PTIOX9NWno/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 259px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Nrm5jaGD-vU/TAJFdQ1Ac2I/AAAAAAAAAUk/2PTIOX9NWno/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477016465871762274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Batal datang ke indonesia pada tgl 22 Maret lalu, dan mengagendakan kembali akan datang pada bulan juni mendatang.(kemungkinan 14-17 juni 2010)&lt;br /&gt;isi dan Publikasi untuk menolak kedatangan Barrak Obama ke Indonesia. Melawan para penguasa penjilat kapitalis asing. Dan mengungkap konspirasi penguasa terhadap rakyat dari kedatangan dan kesepakatan rahasia antara penguasa dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Obama tidak mungkin sekedar nostalgia. Terlebih setelah disahkannya UU yang berpihak kepada kapitalisme dan liberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak penguasa lebih 'menjilat' Obama dengan dibangunkannya patung, daripada mewaspadai misi-misi kapitalis yang dibawa Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun enam misi tersebut di antaranya adalah investasi (baca:liberalisasi) pada bidang pendidikan, pertanian, kehutanan, industri, dan migas.&lt;br /&gt;OBAMA WAJIB DITOLAK KARENA:&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Obama adalah kepala negara Amerika Serikat, sang penjajah. Ini bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan.&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Kedatangan Obama adalah untuk mengokohkan Indonesia sebagai negara kapitalis sekular. Sistem inilah yang menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia.&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Kedatangan Obama juga untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau hingga Papua.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Kedatangan Obama merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam, yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya.&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Obama memerangi kaum Muslim di Afganistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam, termasuk anak-anak dan ibu-ibu.&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam,&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;Obama hingga saat ini belum menutup Penjara Guantanamo sesuai janjinya, yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak Muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan al-Quran.&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;Obama dengan setia mendukung Zionis Israel yang merampas Tanah Palestina dan hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina.&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;Obama tidak mengecam sama sekali Israel saat entitas Yahudi itu membantai lebih kurang 1300 Muslim di Gaza. Obama bahkan mendukung tindakan kejam Israel tersebut.&lt;br /&gt;10.&lt;br /&gt;Status negara Amerika Serikat (AS) adalah Muhariban Fi’lan karena secara langsung memerangi umat Islam. Karena itu, Islam mengharamkan kaum Muslim melakukan hubungan dalam bentuk apapun dengan AS, termasuk menyambut kedatangan presidennya, apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu terhormat, karena AS adalah musuh Allah SWT dan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih Menghadiri dan Mungkin Akan Hadir Untuk Menolak OBAMA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-8598408740948945805?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/8598408740948945805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/tolak-kedatangan-obama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/8598408740948945805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/8598408740948945805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/tolak-kedatangan-obama.html' title='TOLAK KEDATANGAN OBAMA !!!!!'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Nrm5jaGD-vU/TAJFdQ1Ac2I/AAAAAAAAAUk/2PTIOX9NWno/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-1605716571866177564</id><published>2010-05-23T20:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T20:12:09.908-07:00</updated><title type='text'>Terorisme dan Negara Islam</title><content type='html'>Kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY dalam keterangan persnya Bandara Halim Perdanakusumah, Senin (17/5) sebelum bertolak ke Singapura dan Malaysia menegaskan tujuan dari para teroris adalah mendirikan negara Islam. Padahal, menurut SBY, pendirian negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Aksi teroris juga bergeser dari target asing ke pemerintah. Ciri lain, menurut Presiden, para teroris menolak kehidupan berdemokrasi yang ada di negeri ini. Padahal, demokrasi adalah sebuah pilihan atau hasil dari sebuah reformasi. Karena itu menurut presiden keinginan mendirikan negara Islam dan sikap anti demokrasi tidak bisa diterima rakyat Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa catatan penting kita dari pernyataan SBY ini. Antara lain , masalah pendirian negara Islam. Negara Islam adalah negara yang menjadikan Islam sebagai asasnya dan syariat Islam sebagai aturan segala aspek kehidupan. Hal ini bukanlah persoalan sejarah, atau masalah diterima oleh mayoritas rakyat banyak atau tidak. Tapi ini adalah masalah kewajiban dalam agama. Sudah seharusnya siapapun yang menjadi muslim terikat pada syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupannya termasuk bernegara, politik, ekonomi, dan pendidikan. Kewajiban ini merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim kepada Allah dan juga cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT dan Rosul-Nya yang seharusnya dijadikan teladan. Semuanya itu diwujudkan dengan terikat pada hukum-hukum Allah SWT yang bersumber dari Al Qur’an dan as Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dalam berbagai kesempatan presiden SBY sering mengatakan kita harus menjadikan Rosulullah SAW sebagai teladan kehidupan kita ? Kita tentu masih ingat ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan sambutan pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) V, Jum’at (7/5) di Jakarta. Dalam pidatonya, presiden sendiri mengatakan Islam hadir sebagai jalan kehidupan manusia dan rahmat bagi seluruh alam. Tuntunan Alquran dan Sunnah adalah pedoman hidup dan jalan yang lurus untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.Rasulullah pun telah mencontohkan tatanan peradaban yang dibangun atas dasar iman dan takwa. “Kita memiliki tugas sejarah untuk membangun dan mengembalikan kejayaan Islam!” tegas Presiden saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga ingat, ketika SBY memberikan kata sambutannya dalam Forum Ekonomi Islam Sedunia di Jakarta (2 /3/2009),SBY juga mengajak negara Islam bersatu atasi krisis dengan bersatu, negara-negara Islam akan bisa mengenang kembali kejayaan abad 13. Kalau bicara kejayaan Islam abad 13, tentu tidak bisa dipisahkan bahwa saat itu negara Islam yang dikenal dengan Khilafah Islam tegak dan menjalankan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan Al Qur’an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup tentu bukan hanya dalam masalah ibadah ritual, moral, atau individual saja tetapi dalam seluruh aspek kehidupan. Disinilah urgensi negara Islam yang akan menerapkan syariah Islam secara keseluruhan. Adalah mustahil menerapkan syariah Islam secara keseluruhan kalau negaranya tidak berdasarkan kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja meskipun mendirikan negara Islam adalah kewajiban agama (syar’i), kita sepakat secara realita sosiologis, apakah negara Islam tegak atau tidak, sangat tergantung kepada masyarakat, dalam pengertian dukungan dan kesadaran masyarakat. Sistem apapun akan berjalan akan tegak dan berjalan baik kalau di dukung oleh kesadaran masyarakat. Sistem demokrasi yang saat ini masih kita jadikan panutan karena masyarakat kita masih mendukungnya. Artinya, kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita setuju bahwa upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menegakkan negara Islam dilakukan bukan dengan jalan teror. Jalan ini , bukanlah jalan yang ditempuh oleh Rosulullah SAW. Jalan ini bahkan bisa kontraproduktif. Bagaimana mungkin rakyat akan mendukung syariat Islam kalau mereka ditakut-takuti dengan bom atau pembunuhan ? Hizbut Tahrir sendiri yang memang menginginkan negara Islam global berupa Khilafah dengan sangat tegas menggariskan metode perjuangannya yang tidak menggunakan jalan kekerasan atau angkat senjata (non violence)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir perubahan ini tidak bisa dicegah, apalagi kalau perubahan ini mengantarkan kepada kebaikan. Adalah sangat bodoh siapapun yang tidak mau berubah, gigih mempertahankan status-quo yang buruk padahal ada sistem yang lebih baik di depan matanya. Justru kita mempertanyakan sikap-sikap mempertahankan sistem demokrasi dan kapitalisme yang jelas-jelas didepan mata tampak kebobrokannya. Berbagai persoalan yang diderita rakyat sekarang ini seperti kemiskinan ,pengangguran yang tinggi, kebodohan ,kriminalitas, adalah buah dari sistem kapitalisme dimana diantara pilar pentingnya adalah sistem demokrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih mensejahterakan masyarakat , sistem demokrasi justru telah menjadi alat penjajahan baru yang melahirkan berbagai UU dan kebijakan yang mengokohkan penjajahan asing. Demokrasi ternyata juga melahirkan corporation state, hanya menguntungkan segelintir pemilik modal dan elit politisi bermoral bejat yang menumbuh suburkan praktik suap menyuap dan tipu menipu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, adalah suatu kebohongangan sekaligus kebodohan mengkaitkan kewajiban penegakan negara Islam dengan tindakan terorisme. Kita melihat ada agenda busuk dibalik pengkaitan ini, agenda agar masyarakat kemudian takut , tertipu dan akhirnya tidak setuju dengan penegakan negara Islam. Upaya ini memang secara sistematis dilakukan oleh kekuatan-kekuatan imperialism yang khawatir akan kebangkitan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya memberikan citra jelek terhadap syariah Islam ini disebutkan dalam rekomendasi Ariel Cohen (The Heritage Foundation). Dia menulis : AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah, seperti potong tangan untuk kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afghanistan di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga diekspose perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in Central Asia )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tegaknya negara Islam apalagi dalam wujud negara Islam global (al Khilafah al Islamiyah) sangat ditakuti oleh Barat. Mereka tahu persis tegaknya Khilafah akan menghentikan agenda penjajahan mereka di negari Islam. Pada 14/5/2010, salah seorang mantan petinggi Angkatan Bersenjata Inggris yang baru saja pensiun, Jenderal Richard Dannat dalam BBC’s Today Program dengan sangat gamblang menyatakan perang di Afghanistan adalah perang melawan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya tentang alasan pendudukan Afghanistan dengan tegas dinyatakan untuk mencegah agenda Islamist yang ingin menegakkan Khilafah Islam abad ke 14 dan 15, yang sekarang bergerak tumbuh dari Asia Selatan, Timur Tengah hingga Afrika Utara. Karena itu kita tentu sangat kita sayangkan kalau SBY terjebak dalam propaganda Barat ini yang mengkaitkan terorisme dengan upaya penegakan syariah Islam atau negara Islam. (Farid Wadjdi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-1605716571866177564?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/1605716571866177564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/terorisme-dan-negara-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1605716571866177564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1605716571866177564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/terorisme-dan-negara-islam.html' title='Terorisme dan Negara Islam'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-9036857475657508318</id><published>2010-05-18T07:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T07:12:58.221-07:00</updated><title type='text'>Mewaspadai Isu Terorisme</title><content type='html'>Isu terorisme kembali mencuat kali ini penggerebekan yang dilakukan Densus 88 yang menewaskan lima tersangka. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta, Rabu, mengatakan, dua diantara lima tersangka itu adalah Maulana dan Saptono merupakan bekas tahanan "internal security act" (ISA/Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri) Malaysia. Mereka berdua tewas dalam kontak tembak di Cililitan, Jakarta Timur dan Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Sedangkan identitas tiga pelaku yang tewas dan satu tertangkap hidup-hidup belum diungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian penangkapan terhadap orang-orang yang diduga pelaku terorisme juga berlangsung di beberapa tempat berbeda seperti di jawa tengah. Di solo Densus 88 berhasil menangkap dua orang tersangka didentifikasi sebagai Joko Purwanto alias Toriq dan Abdul Hamid. Menurut versi polisi, Joko dan Abdul Hamid merupakan instruktur latihan perang jaringan Dulmatin di Nanggroe Aceh Darussalam. Polisi juga menangkap Erwin di Pasar Klitikan dan melakukan penggerebekan di bengkel Strom Abadi di Desa Baki, Sukoharjo dan berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata laras panjang jenis M-16, revolver, ada pula rompi anti-peluru, puluhan keping cakram padat (CD), dan buku. (Metrotvnews.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan setelah sedikit menghilang dari publikasi media di Indonesia baik cetak maupun elektronik kini isu terorisme kembali dimunculkan kembali dengan ulasan yang seolah-olah penggrebekan rabu kemarin merupakan aksi pemberantasan terorisme yang sangat luar biasa karena Densus 88 berhasil menewaskan lima orang sekaligus dan menangkap beberapa orang beserta barang bukti berupa perlengkapan teror lainnya. Dalam hal ini memang menimbulkan beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab diantaranya kenapa pelaku teror selalu ditembak mati dan kenapa selalu ada nama baru teroris pengganti Dr. azari dan Nurdin M. Top dan keganjalan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dicermati disini ialah mengapa isu terorisme selalu diangkat ketika carut marut di Indonesia mulai tercium kebobrokannya. Salah satunya belum hilang dari ingatan kita tentang cicak vs Buaya yang memperlihatkan begitu sulitnya penegakan hukum di Indonesia karena antara satu institusi Negara dengan institusi yang lain saling menjatuhkan. Atau mega skandal Bank Century yang kini orang-orang yang diduga kuat sebagai orang yang paling bertanggung jawab tetap saja menjadi orang nomor dua di negeri tercinta ini atau paling-paling pindah kerja ke luar negeri menikmati kursi empuk di Bank dunia. Tidak hanya itu kasus markus dan mafia pajak juga memperlihatkan begitu mudahnya hukum dan aturan-aturan yang ada di Negara ini dipermainkan oleh orang-orang yang punya uang dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu teroris ini pun sedikit menggeser wajah pahlawan yang berhasil membongkar sedikit kebobrokan institusi hukum di Indonesia. Dialah Komjen Pol Susno duadji yang diharap-harapkan mampu mengungkap kebobrokan hukum di Indonesia baik masalah Century, jual beli kasus maupun mafia pajak. Tapi seperti pepatah untung tak dapat diraih malang tak bisa di tolak, bukannya kasus Century ataupun markus kini terungkap melainkan kasusnya di alihkan menjadi kasus yang lebih kecil yaitu penyalahgunaan wewenang dan kasus penyuapan dan kini beliau pun ditetapkan sebagai tersangka. Mengenai kasus terorisme yang kembali mencuat liat saja mulai tanyangan media cetak ataupun elektronik mereka berlomba-lomba mengulas peristiwa pengrebekan hari rabu kemarin bahkan beberapa saluran televisi menanyangkan secara up todate perkembangan demi perkembangan penggerebekan hari rabu dan wawancara secara intensif terhadap artis dadakan yang laku ketika ada pengeboman sebut saja wawancara secara live dengan orang yang mengaku sebagai mantan pentolan JI atau mantan ketua BIN dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu teroris ini selain diduga kuat sebagai pengalih isu carut marut hukum di Indonesia juga diindikasikan sebagai ajang cari muka Institusi POLRI kepada masyarakat karena institusi ini terlanjur semakin kehilangan mukanya setelah berbagai kasus skandal yang menderanya yang terbaru kasus Penangkapan Komjen Pol Susno duadji yang terlanjur telah menjadi idola bagi rakyat yang kini mulai meragukan penerapan hukum yang adil dan tegas. Isu ini juga diangkat menjelang kedatangan kepala Negara adi daya yang bulan depan kepala negaranya direncanakan akan berkunjung kembali ke Indonesia setelah kunjungan pertamanya dibatalkan dan memperoleh penolakan yang cukup deras dari kaum muslimin di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Amerika serikat, Dengan isu ini, Pemerintah seolah ingin menunjukkan kembali kepada pihak AS mengenai perhatian dan komitmennya terhadap kasus-kasus terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat sedikit uraian diatas seharusnya kita bisa mengambil hikmah bahwa kasus terorisme tidak begitu saja muncul akan tetapi sudah direncanakan dengan rapi kapan isu ini harus diangkat dan apa untung dan ruginya. Isu ini sengaja di hembuskan untuk mengalihkan Isu-Isu yang sedang berkembang seperti kebobrokan hukum di Indonesia lewat Century gate, markus ataupun pengemplang pajak dan lainnya. Dan isu terorisme ini merugikan kaum muslimin karena dampak negativnya di tataran bawah bisa menimbulkan perpecahan, rasa saling curiga antar satu jamaah islam dengan jamaah islam yang lain. hal ini juga di pengaruhi oleh pemerintah lewat media-media yang Islamphobia,mereka menyarankan kepada masyarakat agar waspada terhadap orang yang baru dikenal, memakai jubah,cadar, berjanggut dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semua ini bertentangan dengan paham islam yang telah mendara daging bahwa sesama muslim harus saling berkhusnuzhon dan saling bersatu seperti yang diperintahkan oleh Allah Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai (QS Ali ‘Imran [3]: 103). Dan kita juga sadar bahwa Isu terorisme ini pun sarat akan intervensi asing yang selau tidak ridha akan kejayaan islam yang tanta-tandanya mulai Nampak dari waktu ke waktu. Lewat isu terorisme inilah pulalah mereka menjadikannya legalitas untuk memerangi setiap kaum muslim yang tidak mau tunduk kepada mereka hal ini telah diabadikan Allah lewat ayat yang artinya Orang-orang kafir tidak henti-hentinya berusaha memerangi kalian hingga mereka berhasil mengeluarkan kalian dari agama kalian—jika saja mereka mampu (QS al-Baqarah [2]: 217).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan munculnya isu tororisme yang sudah basi ini semakin membuat kita bersemangat untuk mendakwakan islam secara damai dan tanpa kekerasan yang nantinya akan mengembalikan kejayaan islam yang telah hilang, kejayaan yang bisa melindungi islam dari segala bentuk adu dombah maupun Fitnahan keji termasuk Fitnah melalui isu terorisme ini. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh : Ancah Suroso. BKLDK UNESA. www.ancah-insaf.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.dakwahkampus.com/artikel/opini-mahasiswa/900-mewaspadai-isu-terorisme.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-9036857475657508318?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/9036857475657508318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/mewaspadai-isu-terorisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/9036857475657508318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/9036857475657508318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/05/mewaspadai-isu-terorisme.html' title='Mewaspadai Isu Terorisme'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-4017407883723542501</id><published>2010-04-26T04:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T04:20:07.470-07:00</updated><title type='text'>Kabar Gembira dari Surga Firdaus</title><content type='html'>khwan dan Akhwat fi sabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah memiliki impian?. Ya atau tidak?. Kita ucapkan selamat, jika Anda sudah memiliki impian dan mencoba mengejarnya. Jika tidak, segeralah bangun dari mimpi panjang dan sadarlah. Namun perlu diingat, impian itu bukan 3 Ta yaitu harta, wanita dan tahta. Namun final purpose atau tujuan akhir. Beruntunglah jika impian Anda adalah Surga yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada kabar gembira dari Surga firdaus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. (yaitu) orang-orang yang khusu’ dalam shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Barang siapa mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. (yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal didalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(TQS.Al-Mukminun [23] 1-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan Akhwat fisabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungan ada jikalau ada persiapan dan kesempatan. Allah SWT memberikan kesempatan yang luas untuk seluruh makhluknya berupa waktu, nafas, dll. Mari kita persiapkan dengan sebaik-baiknya sebelum pulang ke kampung halaman yaitu Surga Firdaus. Karena sebaik-baik persiapan adalah taqwa. Menjalankan apa yang disyariatkan dan menjauhi segala larangannya. Larangan yang terbesar sampai yang terkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait mutiara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang tahu akan jauhnya perjalanan maka bersiap-siaplah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berpikir, berdzikir, dan beramal. Menelaah ayat-ayat keberuntungan tadi dengan membiasakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khusu’ dalam shalat, tidak pernah shalat super cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjauhkan diri dari tindakan yang tidak berguna. Contoh: main catur, nonton film, nongkrong di pinggir jalanan,dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membayar zakat fitrah dan mal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjaga kemaluan. Jika sudah dewasa dan siap nikah, maka menikahlah. Namun jika belum, maka berpuasalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memelihara amanat dan selalu menepati janji. Membiasakan dengan lafadz InsyaAllah “Jika Allah menghendaki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selalu menjaga shalat apabila datang undangan dari Allah berupa adzan bersegera untuk menunaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan Akhwat fisabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah dengan membiasakan hal-hal yang baik kita akan beruntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first you make the habit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The last habit makes you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama anda membuat kebiasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kebiasaan akan membuat Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, apakah Anda sudah membiasakannya? Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung…Amien. (Oleh Adnan Arsyad, BKLDK Kediri)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-4017407883723542501?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/4017407883723542501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/04/kabar-gembira-dari-surga-firdaus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4017407883723542501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/4017407883723542501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/04/kabar-gembira-dari-surga-firdaus.html' title='Kabar Gembira dari Surga Firdaus'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-1477520070913942809</id><published>2010-04-26T04:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T04:15:40.252-07:00</updated><title type='text'>Kongres Mahasiswa Islam Sulawesi Tenggara</title><content type='html'>Lebih dari 2000 mahasiswa hadir pada Kongres mahasiswa Islam Sulawesi Tenggara pada tanggal sabtu, 24 April 2010 dengan tema “Resposisi Visi Intelektual Mahasiswa Menuju Indonesia yang Lebih Baik”.  Kegiatan yang di adakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) unit LDK BKLDM Universitas Haluoleo (Unhalu) tersebut di hadiri oleh perwakilan dari seluruh penjuru kampus di Sulawesi tenggara. dari perwakilan luar daerah di wakili oleh perwakilan mahasiswa dari Raha, Buton Raya, Unaha, dan Kolaka sementara dari dalam kota kendari di hadiri oleh mahasiswa dari perwakilan kampus STAIN Kendari, UMK, STIK Avicenna, Unsultra, Indotech School, Stie 66 dan kampus kampus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai dari jam 08.00 yang dibuka langsung oleh Pembantu Rektor (PR) III Universitas Haluoleo Bapak Prof. DR. La Iru, S.H, M.Si. di sela sambutannya, beliau cukup mengakui bahwa baru kali ini mengahadiri kegiatan sebesar ini di Unhalu selama dalam periode kepemimpinan beliau bahkan semenjak Uhalu ini didirikan sekalipun tandas beliau. Kalo sekarang BKLDM mampu menghimpun mahasiswa sebanyak ini (2000 masa lebih) maka saya yakin bahwa mahasa siswa islam akan memenangkan ke-islamannya ungkap beliau. Setelah beliau membuka acara yang diiringi dengan pekikan takbir dan baksound yang sangat menggugah semangat peserta maka acara selanjutnya adalah Intelektual speech yang dibawakan oleh empat nara sumber yaitu Prof. DR. Larianda Baka , M.Si (Direktur Pasca Sarjana Unhlau), Fitriaman, SE, MSA (Staf Ahli Rektor Bidang Keuangan dan Ekonomi), dan Muhammad Syaful, SH, MH ( Dosen Fakultas Hukum Unhalu dan Pakar Hukum Sultra). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam orasinya ketiga pembicara pada umumnya mengupas tentang fakta keterpurukan Sosial masyarakat khususnya Indonesia baik dari segi Pendidikan, Hukum, Peradilan, Ekonomi yang ditandai dengan semakin mewabahnya praktek-praktek mafia hukum, mafia peradilan dan mafia pajak. Para pembicara tersebut juga mengungkap fakta tentang keterpurukan masyarakat Indonesia seperti kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan criminal yang masih menjadi tayangan empuk sehari-hari baik itu di media cetak maupun di elektronik. Ini semua tidak lain disebebkan oleh tidak dijadikannya islam untuk  mempin umat manusia pada dewasa ini sehingga umat manusia dipimpin dengan sebuah ideologi yang hanya mengikuti hawa nafsu belaka maka jangan heran kalao sampai terjadi kerusakan diseluruh sector kehidupan tandas direktur pasca sarjana tersebut dengan penuh penghayatan. Kehancuran kapitalis juga semakin nampak dengan ditandainya keguncangan sector keuangan dunia pasca runtuhnya keuangan amerika baru-baru ini. Hampir seluruh Negara mendapatkan efek secara langsung, ribuan kariawan di PHK utuk menekan biaya perusahaan sehingga menambah jutaan deretan pengangguran yang dapat menimbulakan gejolak kehidupan masyarakat tandas staf ahli rector tersebut. Di bidang hokum dan peradilan, kapitalisme dengan payung neoliberalisme telah mampu memberikan wewenang kepada perusahaan asing untuk mengeksploitasi dan eksplorasi seluruh sumber daya alam baik di sector hulu maupun hilir. Sebut saja PT. Freepot, exon mobile, dan perusahaan asing lainnya yang semakin mendapatkan hak penuh pengelolaan sumber daya alam secara masif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih menciptakan kesejahteraan masyarakat yang timbul justru semakin meningkatnya jumlah kemiskinan, pendidikan mahal, kesehatan mahal, kriminalitas, dan maraknya praktek korupsi serta penyakit-penyakit kehidupan masyarakat seperti pemerkosaan, pembunuhan, HIV AIDS, narkoba dan aborsi ungkap pakar hokum sultra tersebut. Oleh karena itu, melihat fakta yang terjadi di Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya maka sudah saatnya umat islam khususnya mahasiswa islam di seluruh dunia menyadari tentang rusak dan bobroknya sistem sekuler baik berbentuk kapitalis maupun demokrasi dan menyadari tentang satu solusi tuntas yang berasal dari aqidah islam yaitu ideology islam yang mampu menjawab dan memberikan jaminan kehidupan yang adil, aman, kemakmuran, dan ketertiban di tengah-tengah umat manusia baik muslim maupun nonmuslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penyampaiyan intelaktual speech, maka acara dilanjutkan dengan Beyond Inspirasion yang diiringi dengan Theaterical yang dibawakan oleh delapan pemuda gagah berani dan lantang menyuarakan syariah dan khilafah. Kibaran bendera aliwa dan aroya mengiring setiap gerakan mereka ditambah dengan yel-yel Khilafah---khilafah..khilafah yang diserukan oleh peserta menambah haru dan dhasyatnya acara seolah kemenagan islam benar-benar telah Nampak. Seruan takbir juga datang dari sudut-sudut ruangan secara serentak juga menambah hanyutnya acara. Kalo Muhammad al faith yakin dan mampu membuktikan hadis Rasulullah yaitu ditaklukkannya kota Konstantinopel dalam usia 24 tahun maka kita yang hadir disini-mahasiswa islam-tidak jauh beda dengan Muhammad al fatih yaitu kitapun akan mampu menaklukan kota-kota dan negeri-negeri islam hari ini dengan Islam seru selaku Inspirator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat acara tersebut semakin luar biasa dan menambah gelora takbir dan seruan penegakan khilafah adalah penjelasan yang disampaikan oleh Mas Erwin Permana yang diundang khusus oleh panitia untuk membawakan closing Speech diacara tersebut. Bahwa kemenangan islam itu dalah suatu hal yang pasti, namun kemenangan itu harus disambut dengan gerak dakwah yang serius dan bersungguh-sungguh dengan tiga tahapan yaitu Kaderisasi, Opini dan Jaringan. Selain itu mahasiswa islam juga harus memimpin politik kampus sebagai basis pergerakan dakwah islam ideologis untuk mewujudkan sebuah tatanan sosial dan kenegaraan yang penuh dengan berkah tandas mahasiswa program pasca sarjana UI tersebut. Maka dengan melihat potensi hari ini dimana adanya penyatuan visi intelektual mahasiswa yaitu berjuang untuk menegakkan ideology islam maka perubahan bukanlah sesuatu hal yang utopis tambah beliau. Oleh karena itu sudah saatnya mahasiswa khusunya mahasiswa islam bersatu merapatkan barisan menyatukan visi intelaktual untuk berjuang bersama-sama menegakaan ideology islam allahu akabar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah seluruh peserta mengungkapkan sumpah mahasiawa yang dipandu oleh Eko Irwanto. Setelah melihat dan mencermati fakta yang ada maka peserta dengan sungguh-sungguh bersumpah untuk menggulingkan segala bentuk pemikiran kapitalis sekuler dan hanya akan memperjuangan ideology islam sebagai solusi tuntas atas seluruh permaslahan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Dengan mengangkat tangan dan suara yang sangat menggelora yang memenuhi ruang-ruang gedung maka sumpah maha siswa menjadi saksi perjuangan kita hari ini tandas koordinator BKLDK Sultra itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu acara diakhiri dengan pembacaan refleksi oleh saudara Usman dan doa yang dibawakan oleh Zulfitrah. Dengan penuh penghayatan refleksi dibacakan yang membuat hening acara seluruh peserta taktahan menahan linangan air mata terlebih dengan panitia yang sangat terharu dengan suksesnya acara kongres ini. Acara ini suskses tidak lain karena tas izin dan pertolongan Allah SWT bukan yang lain oleh karena itu kta harus senantiasa menyandarkan seluruh aktivitas kita hanya kepad Allah semata tandas usman dengan lantang. (laporan Koordinator BKLDK Sultra)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3554357231114640272-1477520070913942809?l=rasyidbungadakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/feeds/1477520070913942809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/04/kongres-mahasiswa-islam-sulawesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1477520070913942809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3554357231114640272/posts/default/1477520070913942809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rasyidbungadakwah.blogspot.com/2010/04/kongres-mahasiswa-islam-sulawesi.html' title='Kongres Mahasiswa Islam Sulawesi Tenggara'/><author><name>Muhammad Sabran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18121179537537385795</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3554357231114640272.post-3088680881616804981</id><published>2010-03-08T08:10:00.000-08:00</published><updated>2011-05-09T20:37:05.353-07:00</updated><title type='text'>KAFIR HARBI, KAFIR MUSTA’MIN DAN AHLU DZIMMAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagian kaum Muslim menyikapi orang-orang kafir sebagai pihak yang harus diperangi. Sebagian lainnya menganggap mereka sebagai sahabat sebagaimana layaknya sesama kaum Muslim. Dan sebagian lainnya menjaga jarak. Bagaimana sebenarnya kita harus menyikapi orang-orang kafir?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="footnote text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="footnote reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Body Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" pr
